
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Dari pintu ke pintu kucoba tawarkan nama
demi terhenti tangis anakku dan keluh ibunya
Tetapi nampaknya semua mata memandangku curiga
seperti hendak telanjangi dan kulit jiwaku
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjuangan seorang individu yang berusaha mencari harap... tampilkan semua
Apakah buku diri ini harus selalu hitam pekat?
Apakah dalam sejarah orang mesti jadi pahlawan?
Sedang Tuhan di atas sana tak pernah menghukum
dengan sinar mataNya yang lebih tajam dari matahari
Makna lirik lagu ini mencerminkan refleksi mendalam tentang identitas dan pengakuan dalam ... tampilkan semua
Kemanakah sirnanya nurani embun pagi
yang biasanya ramah kini membakar hati?
Apakah bila terlanjur salah
akan tetap dianggap salah?
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kehilangan dan kekecewaan seseorang terhadap p... tampilkan semua
Tak ada waktu lagi benahi diri
Tak ada tempat lagi untuk kembali
Makna lirik lagu ini menunjukkan kesadaran akan urgensi waktu dan pentingnya untuk tidak b... tampilkan semua
Kembali dari keterasingan ke bumi beradab
ternyata lebih menyakitkan dari derita panjang
Tuhan, bimbinglah batin ini agar tak gelap mata
dan sampaikanlah rasa inginku kembali bersatu
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan seseorang yang berusaha kembali ke kehidupan... tampilkan semua
Lagu "Kalian Dengarkah Keluhanku?" yang diciptakan oleh Ebiet G. Ade merupakan sebuah karya yang dalam dari segi lirik. Liriknya menggambarkan keputusasaan, harapan, serta penantian seorang ayah yang berjuang untuk keluarganya. Dalam artikel ini, kita akan membahas makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut.
Pekerjaan yang Tak Pernah Berhenti
Dari lirik yang pertama, terlihat usaha sang tokoh untuk menawarkan harapan dan dukungan bagi anak dan istrinya. Frasa "demi terhenti tangis anakku dan keluh ibunya" mencerminkan rasa tanggung jawab yang besar yang diemban seorang ayah.
Curiga dan Penghakiman Sosial
Ibarat sebuah cermin sosial, lirik ini juga menunjukkan bagaimana masyarakat sering menilai orang lain dengan curiga. "Semua mata memandangku curiga" adalah sebuah sindiran pedas terhadap stigma yang sering dihadapi individu yang berjuang di tengah kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan tidak selalu datang dari lingkungan sekitar, malah sering kali masyarakat memberikan penilaian negatif.
Pencarian Makna Kehidupan
Salah satu tema yang muncul dalam lirik adalah pencarian makna hidup. Setiap baris lirik membawa kita pada pertanyaan mengenai tujuan hidup. Frasa "Apakah buku diri ini harus selalu hitam pekat?" adalah refleksi dari rasa putus asa dan ketidakpastian tentang masa depan.
Keberadaan Tuhan dalam Amid Kesulitan
Lirik ini juga menyoroti harapan akan bimbingan Tuhan. "Tuhan, bimbinglah batin ini agar tak gelap mata" menunjukkan kerinduan akan pertolongan divine dalam situasi yang sulit. Ada pengharapan bahwa dalam setiap langkah, ada kemungkinan untuk menemukan cahaya meskipun gelap melanda.
Keterasingan dan Kerinduan untuk Bersatu
Akhir lirik mencerminkan perjuangan untuk kembali ke keadaan yang lebih baik. "Tak ada tempat lagi untuk kembali" mengekspresikan kerinduan untuk pulang, namun juga kesadaran bahwa perjalanan untuk kembali akan penuh dengan kesakitan. Hal ini mewakili pengalaman banyak orang yang merasa terasing dari masyarakatnya.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, lagu "Kalian Dengarkah Keluhanku?" oleh Ebiet G. Ade mengajak pendengarnya untuk merenungkan berbagai aspek kehidupan, mulai dari tanggung jawab orang tua, stigma sosial, hingga pencarian makna dan kekuatan spiritual. Liriknya bukan hanya sebuah ungkapan keluh kesah, tetapi juga menjadi panggilan untuk saling memahami dan memberikan dukungan satu sama lain dalam perjalanan hidup yang penuh tantangan.
- 1Seberkas Cinta Yang Sirna3:47
- 2Elegi Esok Pagi3:52
- 3Untukmu Kekasih6:09
- 4Episode Cinta Yang Hilang3:37
- 5Senandung Pucuk - Pucuk Pinus4:59
- 6Kontradiksi Didalam3:59
- 7Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV)6:19
- 8Jakarta II3:29
- 9Senandung Jatuh Cinta4:13
- 10Kalian Dengarkah Keluhanku ?4:44
- 11Isyu3:44
- 12Yang Telah Selesai4:42












































