Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 1 tahun lalu
Album Artwork
Jakarta II
Dangdut, Pop Rock
1988 • 3:29 • Track 8/12
Ebiet G. Ade
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Makna lagu ini menggambarkan perjuangan seorang lelaki yang merantau ke Jakarta, menghadapi realitas yang jauh dari harapan. Meskipun terpisah dari keluarga dan menjalani hidup yang sulit, ia tetap berusaha bertahan dengan menyimpan harapan dan kenangan akan rumah, istri, dan masa depan yang lebih baik.
Makna Lirik
Ada yang difikirkan sebelum tertidur
Anaknya yang mungil dan bermata jernih
Ada yang disesali kenapa berangkat
Tinggalkan kampung halaman yang ramah tamah

Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan penyesalan seseorang yang terpisah dari k... tampilkan semua

Dikenang kembali wajah bulat telur istrinya
Dengan lengan yang legam dan rambut kemerahan terbakar matahari
Seperti didengar lagi gerit daun pintu bambu
Lenguh sapi perahan, dan anak-anak angsa bermain di halaman

Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan nostalgia terhadap kehidupan yang sederha... tampilkan semua

Apa yang dibayangkan tentang Jakarta
Ternyata sangatlah jauh berbeda
Apa yang diimpikan, terpaksa ditanggalkan
Semangatnya yang membara, perlahan padam

Makna lirik lagu ini menggambarkan kekecewaan dan realitas pahit yang dihadapi seseorang k... tampilkan semua

Kini ia tidur terlentang di pinggiran jalan
Berselimut sarung tua, bekal dari kerabatnya yang masih tersisa
Ingin ditulis sepucuk surat buat istrinya
Bahwa di Jakarta ini bukanlah tempat yang ramah
Dan dia ingin kembali

Makna lirik lagu ini menggambarkan situasi seorang individu yang terasing dan menderita di... tampilkan semua

Tapi sebagai lelaki, ia pantang menyerah
Meski badai melanda, ia terus melangkah
Ada sepotong doa, tersimpan di saku
Kenangan merah jingga memaksanya bertahan

Makna lirik lagu ini menggambarkan keteguhan dan semangat seorang lelaki yang tidak menyer... tampilkan semua

Review Lagu

Lagu "Jakarta II" karya Ebiet G. Ade merupakan sebuah karya yang mengisahkan perjalanan hidup dan harapan seorang lelaki yang merantau ke Jakarta. Melalui liriknya, Ebiet menyampaikan pesan yang mendalam tentang kesedihan, harapan, dan realitas pahit yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari di kota besar.

Menggambarkan Kehidupan dan Kerinduan

Diawali dengan refleksi sebelum tidur, lirik ini menggambarkan seorang ayah yang memikirkan anaknya yang mungil dan bermata jernih. Ini mencerminkan kasih sayang seorang ayah yang terpisah dari keluarganya, seolah menjadi gambaran bagi banyak perantau yang harus menjauh dari rumah demi mencari nafkah. Rasa penyesalan pun hadir ketika ia mempertanyakan keputusannya untuk meninggalkan kampung halaman yang dikenal ramah tamah, hal ini menciptakan nuansa kerinduan yang mendalam.

Wajah Masa Lalu yang Tak Terlupakan

Lirik juga menggambarkan wajah istrinya, menggambarkan karakteristik fisik yang sederhana, mencerminkan kehidupan sehari-hari yang penuh makna. Gambarannya yang sederhana, dengan lengan legam dan rambut kemerahan terbakar matahari, menyoroti kerja keras dan pengorbanan istri yang ditinggalkan. Hal ini memperkuat tema kerinduan dan nostalgia terhadap rumah serta orang-orang tercinta.

Kontras antara Harapan dan Realita

Bagian penting dari lagu ini adalah perbandingan antara apa yang dibayangkan tentang Jakarta dengan kenyataannya yang pahit. Harapan dan impian yang melambung tinggi seringkali harus ditanggalkan seiring dengan datangnya realita hidup. Proses yang dialami oleh tokoh ini diibaratkan seperti semangat yang membara namun perlahan padam. Momen ini menciptakan pertanyaan retoris mengenai impian dan kenyataan hidup yang dapat dialami banyak orang dalam perjalanan mencari keberhasilan di kota besar.

Krisis Identitas dan Ketahanan

Di tengah kesulitan, tokoh dalam lirik ini menghadapi kenyataan pahit di mana ia akhirnya tidur terlentang di pinggiran jalan, terpaksa terlindung dengan sarung tua, menggambarkan betapa besarnya penderitaan yang dialaminya. Namun, meskipun dalam keadaan demikian, ada semangat pantang menyerah yang muncul. Ini mencerminkan nilai ketahanan dan harapan yang tetap ada meski badai kehidupan melanda.

Doa dan Kenangan sebagai Penopang

Di akhir lirik, terdapat sepotong doa yang tersimpan di saku. Ini menunjukkan bahwa meskipun hidup dalam kesulitan, harapan dan iman tetap menjadi penopang. Kenangan yang indah, seperti 'kenangan merah jingga', menjadi sumber motivasi bagi tokoh untuk terus bertahan dan berjuang meski dalam kondisi yang sangat sulit.

Secara keseluruhan, "Jakarta II" bukan hanya sekadar lagu, tetapi sebuah karya yang menyentuh hati dan menggugah kesadaran pendengar akan realita hidup perantau, harapan yang terkadang terputus, dan pentingnya ketahanan dalam menghadapi hidup. Melalui lirik yang penuh makna, Ebiet G. Ade berhasil menciptakan sebuah narasi emosional yang dapat dirasakan oleh siapa saja yang pernah merasakan kehilangan dan kerinduan pada orang-orang tercinta.

Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto