
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Ke manakah akan kucari lagi
Butir-butir cintaku yang lama kubuang?
Apakah pada gelombang lautan
Atau hiruk-pikuk jalanan?
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan emosional seseorang yang sedang mencari kemb... tampilkan semua
Semua sungai ingin kususuri
Semua bukit akan kudaki
Semua padang belantara akan kutembus
Makna lirik lagu ini mencerminkan semangat petualangan dan keinginan untuk mengeksplorasi ... tampilkan semua
Harus kutemukan lagi
Sebutir cintaku yang hilang
Ditelan dusta
Kemarau panjang
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan emosional seseorang yang merindukan cinta ya... tampilkan semua
Kapankah akan kudengar lagi
Nyanyian angin dan denting gitarmu?
Apakah pada pancaran rembulan
Atau tubuh-tubuh panas jalanan?
Makna lirik lagu ini mencerminkan kerinduan yang mendalam terhadap momen-momen indah yang ... tampilkan semua
Semua bumi ingin kujejaki
Semua langit akan kudaki
Semua bintang-bintang akan kutembus
Lagu 'Episode Cinta Yang Hilang' karya Ebiet G. Ade merupakan sebuah karya yang penuh dengan nuansa emosional dan refleksi yang dalam mengenai kehilangan cinta. Melalui liriknya yang puitis, Ebiet menggambarkan perjalanan pencarian cinta yang telah sirna dengan hampir semua elemen alam dan kehidupan sebagai metafora dari usaha dan harapan.
Mencari Cinta yang Hilang
Di awal lagu, lirik bertanya, 'Ke manakah akan kucari lagi butir-butir cintaku yang lama kubuang?' Pertanyaan ini mencerminkan kebingungan dan kerinduan yang mendalam akan cinta yang pernah ada. Rasa kehilangan ini menuntut penyanyi untuk menggali kembali kenangan dan berharap untuk menemukan cinta tersebut, meskipun sudah lama sirna.
Simbolisme Alam dalam Pencarian
Ebiet G. Ade menggunakan berbagai elemen alam sebagai simbol dalam pencarian cintanya. Dari 'gelombang lautan' hingga 'hiruk-pikuk jalanan', semua ini melambangkan perjalanan kehidupan yang penuh lika-liku. Penyanyi menggambarkan tekad untuk menelusuri
- Semua sungai; mencerminkan aliran waktu dan perasaan yang terus mengalir.
- Semua bukit; menggambarkan usaha fisik dan mental untuk mendaki tantangan demi mencapai kembali cinta.
- Semua padang belantara; menjadi simbol dari labirin kehidupan yang sulit.
Mencari Suara Cinta
Seiring dengan pencarian fisik, ada juga pencarian emosional yang dalam. Lirik 'Kapankah akan kudengar lagi nyanyian angin dan denting gitarmu?' menunjukkan keinginan untuk merasakan kembali momen-momen indah yang terhubung dengan cinta tersebut. Dia mencarikan kembali suara yang dahulu begitu akrab, yang kini terasa hilang.
Pesan Tentang Kehilangan dan Harapan
Judul lagu berulang kali mengulangi frase 'sebutir cintaku yang hilang, ditelan dusta, kemarau panjang'. Frasa ini adalah puncak dari perasaan kehilangan yang mendalam. Dusta dan kemarau panjang menggambarkan betapa sulitnya kehidupan setelah kehilangan cinta, serta beragam tantangan yang harus dihadapi untuk menemukan kembali, atau merelakan cinta yang hilang.
Lagu ini bukan hanya sekadar untaian lirik, tetapi juga merupakan sebuah perjalanan emosional yang dialami oleh banyak orang di sepanjang hidup mereka. Ebiet G. Ade berhasil meramu seluruh elemen ini menjadi sebuah karya seni yang berbicara kepada hati setiap pendengarnya.
Secara keseluruhan, 'Episode Cinta Yang Hilang' menggambarkan betapa besar makna sebuah cinta, serta tantangan yang dihadapi ketika harus menghadapinya. Dengan liriknya yang mendalam dan penuh rasa, lagu ini menjadi salah satu karya Abiet G. Ade yang tak terlupakan bagi para pencinta musik Indonesia.
- 1Seberkas Cinta Yang Sirna3:47
- 2Elegi Esok Pagi3:52
- 3Untukmu Kekasih6:09
- 4Episode Cinta Yang Hilang3:37
- 5Senandung Pucuk - Pucuk Pinus4:59
- 6Kontradiksi Didalam3:59
- 7Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV)6:19
- 8Jakarta II3:29
- 9Senandung Jatuh Cinta4:13
- 10Kalian Dengarkah Keluhanku ?4:44
- 11Isyu3:44
- 12Yang Telah Selesai4:42












































