
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Engkau pasti menuduhku
Telah bersekutu dengan setan
Menyangka apa yang kumiliki
Aku dapat dari dusta
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan seseorang yang merasa dituduh atau dipersepsika... tampilkan semua
Engkau mulai kasak-kusuk
Bergunjing ke sana-sini
Melilitkan isyu di leherku
Mengipaskan suasana panas
Makna lirik lagu ini mengisyaratkan tentang dampak negatif dari gosip dan rumor yang bered... tampilkan semua
Engkau pasti menduga-duga
Aku telan yang bukan milikku
Coba buka catatan di langit
Di sana kusimpan kebenaran
Makna lirik lagu ini mencerminkan dilema dan keraguan seseorang yang terjebak dalam situas... tampilkan semua
Entah apa yang harus kujelaskan
Aku enggan bicara
Yang penting suara dalam jiwaku
Adalah kebenaran
Biarpun hanya Tuhan yang mendengar
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang menghadapi kesulitan dalam meng... tampilkan semua
Isyu, isyu, isyu, semua hanya isyu
Isyu, isyu, isyu, semua hanya isyu
Makna lirik lagu ini menyoroti fenomena sosial di mana banyak hal dalam kehidupan sehari-h... tampilkan semua
Lagu "Isyu" yang ditulis dan dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade merupakan karya yang dalam liriknya menyiratkan perasaan yang mendalam terkait dengan gosip dan persepsi negatif. Melalui liriknya, penyanyi berusaha untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kebenaran di tengah masyarakat yang sering kali terjebak dalam praduga.
Pada bait pertama, Ebiet mengungkapkan bahwa ada tuduhan yang ditujukan kepadanya. Dia disangka telah bersekutu dengan setan dan bahwa segala yang dimilikinya dicapai melalui cara-cara yang tidak jujur. Ini mencerminkan konteks sosial di mana seseorang kerap kali dihakimi berdasarkan asumsi dan anggapan dari orang lain. Kasak-kusuk dan bergunjing menjadi hal yang biasa, menggambarkan perilaku masyarakat yang suka membicarakan orang lain tanpa dasar yang jelas.
Suara Dalam Jiwa
Dalam lirik, terdapat frasa yang menyiratkan bahwa Ebiet lebih memilih untuk tidak memberikan penjelasan lebih jauh tentang tuduhan-tuduhan tersebut. “Yang penting suara dalam jiwaku adalah kebenaran” merupakan penggalan yang sangat mengena. Hal ini menunjukkan bahwa kebenaran yang sejati sering kali tidak memerlukan pembelaan, karena kebenaran itu sendiri adalah suara terdalam yang ada di dalam diri seseorang.
Kebangkitan Melawan Isyu
Dari lirik yang diulang, istilah "isyu" dihadirkan berulang kali, seolah menekankan bahwa semua yang dibicarakan tentang dirinya hanyalah angin lalu—sesuatu yang tidak memiliki substansi atau arti. Dengan kata lain, Ebiet mengajak kita untuk menyadari bahwa banyak informasi yang diperoleh oleh masyarakat sering kali tidak benar dan bisa menjadi sumber konflik yang tidak perlu.
- Kehidupan penuh dengan rumor dan tuduhan yang kadang tidak beralasan.
- Kebenaran sejati tidak selalu memerlukan penjelasan, karena Allah-lah yang paling tahu.
- Kesadaran diri menjadi penting agar tetap pada jalur kebenaran, terlepas dari pandangan orang lain.
Di akhir lagu, Ebiet menggarisbawahi bahwa apa pun yang terjadi, semua yang ada hanyalah isyu. Ini memberikan kesan yang kuat bahwa kita seharusnya tidak terbawa arus dan terpengaruh oleh kata-kata orang lain, melainkan tetap berpegang pada prinsip kebenaran dalam hidup.
Secara keseluruhan, lagu "Isyu" oleh Ebiet G. Ade tidak hanya sekadar melodi yang mengalun indah, tetapi juga sarat dengan makna dan filosofi yang dalam. Pesan moral yang terkandung di dalamnya mengingatkan kita untuk selalu mencari dan memegang teguh kebenaran, serta tidak membiarkan diri kita terjebak dalam gossip yang tidak beralasan.
- 1Seberkas Cinta Yang Sirna3:47
- 2Elegi Esok Pagi3:52
- 3Untukmu Kekasih6:09
- 4Episode Cinta Yang Hilang3:37
- 5Senandung Pucuk - Pucuk Pinus4:59
- 6Kontradiksi Didalam3:59
- 7Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV)6:19
- 8Jakarta II3:29
- 9Senandung Jatuh Cinta4:13
- 10Kalian Dengarkah Keluhanku ?4:44
- 11Isyu3:44
- 12Yang Telah Selesai4:42













































