
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Aku sering merasa kesal serta bosan
Menunggu matahari bangkit dari tidur
Malam terasa panjang dan tak berarti
Sementara mimpi membawa pikiran makin kusut
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan frustrasi dan kehilangan waktu yang dialami ses... tampilkan semua
Maka wajar saja bila aku
Berteriak di tengah malam
Itu hanya sekedar untuk mengurangi
Beban yang memberat di kedua pundakku
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan beban emosional yang berat yang dialami oleh s... tampilkan semua
Aku ingin segera bertemu
Dengan wajahmu, pagi
Untuk kucanda dan kucumbu
Di situ
Kudapat
Cintaku
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan keinginan yang mendalam untuk bertemu den... tampilkan semua
Aku sering merasa muak serta sedih
Bila setiap kali harus kusaksikan
Wajah-wajah dusta masih tega tertawa
Sementara korban merintih di kedua kakinya
Makna lirik lagu ini menggambarkan kekecewaan dan keprihatinan seseorang terhadap ketidaka... tampilkan semua
Lagu "Kontradiksi Di Dalam" karya Ebiet G. Ade merupakan sebuah karya yang menggambarkan perasaan yang kompleks dan bertentangan yang dialami oleh penyanyi. Melalui liriknya, Ebiet dengan cerdas menyampaikan berbagai emosi, mulai dari kekesalan, kebosanan, hingga kerinduan. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut.
Perasaan Kekesalan dan Kebosanan
Pada bagian awal lirik, penyanyi mengungkapkan perasaan kesal dan bosan. Frasa "Aku sering merasa kesal serta bosan" mencerminkan kondisi jiwa yang tertekan dan merasa terjebak dalam rutinitas yang monoton. Keterangan tentang menunggu "matahari bangkit dari tidur" menunjukkan harapan untuk perubahan, namun disatu sisi juga menggambarkan rasa frustasi atas waktu yang berjalan lambat. Ini memberikan gambaran bahwa penantian tersebut ternyata tidak membuahkan hasil, dan malam yang terasa panjang hanya menambah beban pikiran penyanyi.
Kepedihan atas Realita Hidup
Selanjutnya, lirik memperlihatkan sisi kelam dari kehidupan melalui ungkapan rasa "muak serta sedih". Penyanyi merasa jengah menyaksikan "wajah-wajah dusta" yang masih bisa tertawa, sementara di sisi lain banyak orang yang sedang menderita. Hal ini menggambarkan kontras yang mencolok antara kebahagiaan semu dan kesakitan yang nyata. Terdapat kritik sosial yang sangat mendalam pada bagian ini, di mana penyanyi menyoroti ketidakadilan dan kepalsuan dalam masyarakat.
Kerinduan yang Mendalam
Di tengah ketidakpastian dan kesedihan, terdapat harapan yang bersinar, yaitu kerinduan untuk bertemu dengan "wajahmu, pagi". Frasa ini melambangkan keinginan untuk menemukan kebahagiaan dan cinta di tengah kesulitan. Penyanyi ingin merasakan kembali cinta yang tulus dan murni, di mana ia bisa "kucanda dan kucumbu". Ini menunjukkan bahwa meskipun hidup dipenuhi dengan kontradiksi, ada saat-saat indah yang patut untuk diperjuangkan.
Kesimpulan
Lagu "Kontradiksi Di Dalam" adalah refleksi mendalam tentang hidup dan perasaan manusia yang penuh dengan kompleksitas. Melalui lirik yang puitis, Ebiet G. Ade berhasil menyampaikan ketidakpuasan, keresahan, dan kerinduan dengan indah. Pesan utama yang dapat kita ambil adalah pentingnya menemukan keindahan dalam hidup, meskipun dikelilingi oleh kesedihan dan kepalsuan. Dengan begitu, kita diingatkan untuk selalu mengharapkan cinta dan kebahagiaan di setiap fase kehidupan.
- 1Seberkas Cinta Yang Sirna3:47
- 2Elegi Esok Pagi3:52
- 3Untukmu Kekasih6:09
- 4Episode Cinta Yang Hilang3:37
- 5Senandung Pucuk - Pucuk Pinus4:59
- 6Kontradiksi Didalam3:59
- 7Tentang Seorang Sahabat (Tokoh IV)6:19
- 8Jakarta II3:29
- 9Senandung Jatuh Cinta4:13
- 10Kalian Dengarkah Keluhanku ?4:44
- 11Isyu3:44
- 12Yang Telah Selesai4:42













































