Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 1 tahun lalu
Album Artwork
Yang Telah Selesai
Dangdut, Pop Rock
1988 • 4:42 • Track 12/12
Ebiet G. Ade
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Makna lagu ini mencerminkan perasaan duka dan kehilangan yang mendalam, menggambarkan seseorang yang terjebak dalam kesepian dan kepedihan akibat masa lalu yang kelam. Ketidakpedulian terhadap lingkungan sekitarnya menandakan hilangnya harapan dan kemanusiaan, sementara itu ia hanya dapat dikenang, bukannya dimiliki.
Makna Lirik
Jangankan untuk berpikir
Sedang mendengar pun enggan
Jeritan pilu lewat bagai angin
Jantungnya telah membeku
Jantungnya telah membeku

Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan ketidakpedulian dan kebekuan emosi seseorang y... tampilkan semua

Lupa segala-galanya
Tak merah, tak juga jingga
Rintihan kelu tak ubah nyanyian
Ibanya telah membatu
Ibanya telah membatu

Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kehilangan dan kerinduan yang mendalam, di man... tampilkan semua

Semakin hari makin tak peduli
Semua harapan telah pupus
Matanya kosong, sinarnya binasa
Bibirnya rapat terkunci

Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kehilangan dan ketidakpedulian yang semakin me... tampilkan semua

Dia bukan milik kita lagi
Terselubung dalam sepi
Masa lalunya begitu gelap
Benturan demi benturan
Begitu berat menekan

Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kehilangan dan kesedihan atas seseorang yang ti... tampilkan semua

Jangankan untuk menyapa
Sedang menoleh pun enggan
Lampu jalanan perlahan padam
Dia hanya pantas dikenang
Dia hanya pantas dikenang

Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kehilangan dan nostalgia terhadap seseorang ya... tampilkan semua

Sekali waktu terbangun
Nafasnya tersendat-sendat
Sumpah serapah yang ia gumamkan
Dia hanya pantas dikenang
Dia hanya pantas dikenang

Makna lirik lagu ini menggambarkan momen refleksi dan kehilangan, di mana seorang individu... tampilkan semua

Review Lagu

Lagu "Yang Telah Selesai" karya Ebiet G. Ade merupakan sebuah karya yang sangat emosional dan menyentuh, yang menggambarkan kegelapan dan kesedihan dalam pengalaman hidup seseorang. Melalui liriknya, Ebiet berhasil mengeksplorasi tema kehilangan dan keputusasaan dengan keahlian yang sangat mendalam.

Dalam lirik pembuka, "Jangankan untuk berpikir, Sedang mendengar pun enggan", menunjukkan betapa beratnya beban yang ditanggung oleh karakter dalam lagu ini. Dia mengalami kebekuan emosi, di mana segala bentuk komunikasi menjadi sangat sulit, bahkan untuk sekadar mendengar. Perasaan ini mencerminkan kondisi mental yang terpuruk, di mana pikiran dan perasaan terhalang oleh keterpurukan yang mendalam.

Selanjutnya, frasa "Jeritan pilu lewat bagai angin" memberikan gambaran tentang kesedihan yang tidak terungkapkan, seolah suara hatinya hanya bisa melayang tanpa didengar. Dalam keadaan demikian, "Jantungnya telah membeku" melambangkan hilangnya harapan dan gairah hidup.

Kesedihan yang Mendalam

Dengan lirik yang berbicara tentang "Lupa segala-galanya" dan karakter yang tidak peduli tentang dunia di sekitar, kita diperlihatkan bagaimana kehilangan besar membuat seseorang teralienasi. Rintihan kesedihan menjadi lagu yang nyaring, tetapi tidak ada yang mau atau dapat mendengarnya. Pentingnya empati dan perhatian terhadap orang-orang terdekat kita terlihat jelas dalam konteks ini.

Konsekuensi dari Kehilangan

Salah satu poin penting yang disampaikan dalam lagu ini adalah perubahan yang dialami individu setelah mengalami trauma atau kehilangan. "Dia bukan milik kita lagi, Terselubung dalam sepi" menunjukkan transformasi tragis di mana individu itu kini terperangkap dalam kesunyian dan ketidakberdayaan. Masa lalu yang gelap, "Masa lalunya begitu gelap", menjadi bayang-bayang yang terus menghantuinya, dan benturan-benturan hidup menambah beban emosional yang harus ditanggung.

  • Kesepian yang menyakitkan — kondisi di mana seseorang merasa terasing meskipun ada orang di sekitarnya.
  • Hilangnya harapan — tiadanya suasana optimisme, yang ditunjukkan dengan "Semua harapan telah pupus".
  • Memori yang menyakitkan — perasaan bahwa walau ada kenangan, itu hanya membawa rasa sakit.

Pentingnya Kenangan

Setelah melewati berbagai rintangan emosional, finally "Dia hanya pantas dikenang" mengajak kita untuk merenungkan tentang pentingnya memori. Meski individu tersebut telah mengalami banyak penderitaan dan mungkin secara fisik tidak lagi dekat dengan kita, kenangan akan mereka tetap hidup. Lagu ini dengan halus mengingatkan kita agar selalu menghargai kenangan yang ada, meski itu adalah kenangan pahit.

Secara keseluruhan, "Yang Telah Selesai" adalah sebuah karya yang kuat dari Ebiet G. Ade, yang tidak hanya menggambarkan kesedihan tetapi juga mengajak pendengarnya untuk merenungkan emosi dan pengalaman manusia. Kekuatan dari lirik tersebut terletak pada kemampuannya untuk menggugah rasa empati dan membuat kita lebih memahami bahwa di balik setiap wajah yang tampak normal, mungkin ada cerita dalaman yang tersimpan dalam sunyi.

Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto