
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Air yang mengalir deras
Semoga tak berkurang
Angin berkecamuk keras
Di kota yang tenang
Makna lirik lagu ini menggambarkan kontras antara kekuatan alam dengan ketenangan yang bia... tampilkan semua
Serangan yang kau lancarkan
Tertepis dan tertahan
Kau berusaha cari kawan
Tertinggal, tersisihkan
Makna lirik lagu ini menggambarkan situasi sulit yang dihadapi seseorang, di mana mereka m... tampilkan semua
Suara yang terbelakang
Tak lagi mengekang
Nada sumbang yang riuh
Semakin menjauh
Berita yang tersiarkan
Teknologi mesin terbaru
Benalu yang tersingkirkan
Mencari inang baru
Makna lirik lagu ini mencerminkan proses perubahan dan pembaruan dalam kehidupan, di mana ... tampilkan semua
Suara yang terbelakang
Tak lagi mengekang
Nada sumbang yang riuh
Semakin menjauh
Berita yang tersiarkan
Teknologi mesin terbaru
Benalu yang tersingkirkan
Mencari inang baru
Benalu yang tersingkirkan
Mencari inang baru
Benalu yang tersingkirkan
Mencari inang baru
Benalu yang tersingkirkan
Mencari inang baru
Benalu yang tersingkirkan
Mencari inang baru
Makna lirik lagu ini menggambarkan proses perubahan dan pembaruan dalam hidup, di mana sua... tampilkan semua
Lagu "Serangan yang Kau Lancarkan Itu Percuma" yang ditampilkan oleh The Jansen mengisahkan tentang konflik dan ketegangan yang dihadapi dalam kehidupan modern. Melalui lirik yang puitis, lagu ini mengungkapkan berbagai isu sosial dan emosional yang berputar di sekitar manusia dalam dunia yang semakin kompleks.
Analisis Lirik
Diawali dengan penggambaran alam yang indah, “Air yang mengalir deras”, lagu ini menciptakan imaji yang menenangkan, namun segera dilanjutkan dengan gambaran “Angin berkecamuk keras”, yang memberikan kesan ketegangan akan suatu ancaman. Ini mencerminkan dualitas kehidupan, di mana harmoni sering kali diinterupsi oleh kekacauan.
- Ketidakpastian dan Ketegangan: Frasa “Serangan yang kau lancarkan” mengisyaratkan adanya konflik atau tekanan yang datang dari luar, dan “Tertepis dan tertahan” menunjukkan usaha untuk bertahan meskipun ada ancaman yang secara terus-menerus mengintai.
- Perjuangan untuk Bertahan: Dalam lirik, terdapat penekanan pada upaya mencari dukungan “Kau berusaha cari kawan”, yang menggambarkan kesepian dan ketidakberdayaan di tengah gejolak sosial.
- Pergeseran Sosial: Istilah “Suara yang terbelakang” dan “Nada sumbang yang riuh” mampu menggambarkan bagaimana suara-suara yang tidak diinginkan semakin menjauh. Ini mencerminkan bagaimana orang-orang yang terpinggirkan berjuang untuk didengar dan diakui di tengah kesibukan kehidupan modern.
Konsekuensi dari Ketidakpedulian
Ketika membahas tema teknologi, lirik menyiratkan bahwa "Berita yang tersiarkan" dan "Teknologi mesin terbaru" menjadi benalu di masyarakat, menyisakan individu-individu yang “tersingkirkan”. Ini menunjukkan bahwa kemajuan yang tampaknya positif dapat berpotensi merugikan jika tidak diimbangi dengan perhatian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Berkali-kali diulang, “Mencari inang baru” mewakili kebutuhan untuk menemukan kembali tempat yang aman dan mendukung, di mana individu bisa tumbuh dan berkembang. Hal ini mencerminkan perjuangan kolektif mereka yang terpinggirkan untuk kembali menemukan jati diri dan komunitas.
Pembacaan Akhir
Melalui lirik yang dalam dan penuh tafsiran, "Serangan yang Kau Lancarkan Itu Percuma" menjadi cerminan dari kondisi sosial yang ada saat ini. The Jansen berhasil mengemas pesan yang kuat tentang perlawanan terhadap kekacauan dan ketidakadilan. Dengan kombinasi elemen alam dan teknologi, lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan tentang bagaimana kita dapat merespons Ketidakpastian dan berusaha untuk menciptakan harmoni dalam hidup yang sering kali tidak adil.
Sebagai penutup, lagu ini tidak hanya menyuarakan sebuah perlawanan, tetapi juga mengajak kita untuk bertindak bijaksana dalam menghadapi serangan-serangan yang datang, agar setiap perjuangan yang kita lakukan tidak sia-sia.
- 1Hey, Dasar Kau Rubah!3:40
- 2Kitalah Penjelajahnya!4:18
- 3Sudah, Jangan Lagi Kau Jual Rasa Sedihmu!2:16
- 4Katanya Sudah Tak Lagi Membenci, Lantas Mengapa Masih Memaki?2:41
- 5Ah, Untung Saja Aku Terpesona Olehnya3:50
- 6Apakah Benar, Dendam Harus Terbayarkan?2:49
- 7Saat Berdamai Dengan Realita4:05
- 8Keberuntungan Memang Tak Semua Kita Punya2:32
- 9Serangan yang Kau Lancarkan Itu Percuma3:11
- 10Hanya Ada Kegelapan yang Menunggumu Di Sana4:21
- 11Jam Dua Belas2:18
- 12Dan Aku Pun Mengharapkan Masa Depanku, Menjadi Apa yang Ku Mau!2:17














































