
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Jam dua belas siang ku berjalan ke belakang
Waktu yang terbuang percuma karena berbincang
Plastik bola terbelah dan masih berseragam
Suasana yang berubah seketika terdiam
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kerinduan dan refleksi atas waktu yang terbuang... tampilkan semua
Masa muda takkan pernah terulang
Lambat laun memori terkikiskan
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan nostalgia dan kesadaran akan berlalunya waktu,... tampilkan semua
Masa muda takkan pernah terulang
Lambat laun memori terkikiskan
Walau serpihan mimpi yang terlupakan
Dengan sebotol kola yang menyegarkan
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan kesadaran akan keindahan masa muda yang t... tampilkan semua
Jam dua belas malam ku berjalan ke depan
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan seseorang yang berani melangkah maju di teng... tampilkan semua
Musik sering kali menjadi medium yang kuat untuk mengekspresikan perasaan dan kenangan. Salah satu lagu yang berhasil menangkap esensi nostalgia dan perjalanan waktu adalah "Jam Dua Belas" dari The Jansen. Dengan lirik yang sederhana namun mendalam, lagu ini menggambarkan pengalaman masa muda yang penuh kenangan, perubahan, dan refleksi tentang waktu yang tak terulang.
Makna dan Arti Lirik
Lagu "Jam Dua Belas" diawali dengan lirik yang menciptakan suasana seolah pendengar diajak melangkah ke dalam kenangan masa lalu. Dengan menyebutkan waktu "jam dua belas siang," penulis lirik memperlihatkan momen tertentu yang mungkin dianggap penting, menandakan fase dalam hidup yang penuh harapan dan kebebasan.
- Waktu yang Terbuang: Banyak dari kita mungkin pernah mengalami saat-saat di mana waktu terasa terbuang karena berinteraksi dengan orang-orang terdekat. Dalam kasus ini, percakapan santai menjadi simbol dari kebersamaan yang tak ternilai.
- Plastik Bola Terbelah: Simbol dari 'plastik bola' memberikan gambaran tentang keceriaan dan permainan di masa muda. Namun, kenyataan dari benda yang terbelah itu bisa diartikan sebagai kehilangannya dari masa yang lebih sederhana dan bebas.
Di bagian refrain, penulis lirik menyampaikan pesan yang sangat mendalam: "Masa muda takkan pernah terulang." Kalimat ini mencerminkan realitas pahit dari kehidupan, di mana kita harus menerima bahwa setiap fase memiliki keindahannya sendiri dan lambat laun memori akan memudar. Pengulangan frasa ini menekankan betapa pentingnya menghargai setiap momen dan bagaimana kenangan masa lalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari diri kita.
Nostalgia dan Kenangan
Melodi yang melengkapi lirik di atas seakan mengundang pendengar untuk merenung. "Walau serpihan mimpi yang terlupakan, dengan sebotol kola yang menyegarkan" memberikan gambaran tentang bagaimana kita sering kali mencari pelipur lara di masa lalu. Sebuah botol kola, yang biasanya diasosiasikan dengan kesenangan sederhana, menjadi simbol dari nostalgia—suatu pengalaman yang membawa ke akarnya.
Dalam bait terakhir, pergeseran waktu dicerminkan dengan lirik "Jam dua belas malam ku berjalan ke depan." Ini menunjukkan bahwa meskipun masa lalu penuh dengan kenangan berharga, hidup harus terus berjalan. Ada pentingnya untuk maju meski dengan berat hati meninggalkan kenangan. Keseimbangan antara menghargai masa lalu dan menghadapi masa depan menjadi inti dari pesan lagu ini.
Kesimpulan
Lagu "Jam Dua Belas" oleh The Jansen berhasil menyampaikan kenangan masa muda dan keindahan serta kesedihan yang menyertainya. Melalui lirik yang kaya akan makna, pendengar diajak untuk merenungkan perjalanan waktu—dari kenangan indah hingga kesadaran akan kehilangan. Lagu ini menjadi pengingat akan pentingnya menghargai setiap momen dalam hidup, apalagi saat kita berada di puncak masa muda yang tidak akan terulang kembali. "Jam Dua Belas" bukan hanya sekadar lagu; ia adalah sebuah perjalanan emosional yang membangkitkan rasa nostalgia dan refleksi atas perjalanan yang telah dilalui.
- 1Hey, Dasar Kau Rubah!3:40
- 2Kitalah Penjelajahnya!4:18
- 3Sudah, Jangan Lagi Kau Jual Rasa Sedihmu!2:16
- 4Katanya Sudah Tak Lagi Membenci, Lantas Mengapa Masih Memaki?2:41
- 5Ah, Untung Saja Aku Terpesona Olehnya3:50
- 6Apakah Benar, Dendam Harus Terbayarkan?2:49
- 7Saat Berdamai Dengan Realita4:05
- 8Keberuntungan Memang Tak Semua Kita Punya2:32
- 9Serangan yang Kau Lancarkan Itu Percuma3:11
- 10Hanya Ada Kegelapan yang Menunggumu Di Sana4:21
- 11Jam Dua Belas2:18
- 12Dan Aku Pun Mengharapkan Masa Depanku, Menjadi Apa yang Ku Mau!2:17














































