
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Udah gak jaman pake kekerasan lagi
Udah gak musim main kasar-kasaran lagi
Jangan paksa-paksa
Jangan marah-marah
Dikit-dikit hajar
Dikit-dikit kejar, yeah
Makna lirik lagu ini menggambarkan perubahan dalam pendekatan terhadap konflik atau permas... tampilkan semua
Belajar berdemokrasi
Pancasila, pancasila ialah
Masa ia dong
Sama si omlah
Masa si omdong
Makna lirik lagu ini menunjukkan semangat pembelajaran tentang demokrasi dan nilai-nilai P... tampilkan semua
Udah gak jaman pake fitnah-fitnahan lagi
Udah gak musim main ancam-ancaman lagi
Jangan galak-galak
Jangan mencak-mencak
Dikit-dikit ribut
Dikit-dikit kalut, yeah
Makna lirik lagu ini menggambarkan kesiapan untuk meninggalkan sikap negatif seperti fitna... tampilkan semua
Sepakat berdemokrasi
Pancasila, pancasila ialah
Masa ia dong
Sama si omlah
Masa si omdong, oo-yeah
Makna lirik lagu ini adalah mengajak masyarakat untuk sepakat dan bersatu dalam menerapkan... tampilkan semua
Ketinggalan jaman yang masih sok jagoan lagi
Kampungan yang masih doyan adu fisik lagi
Maen lempar-lemparan (maen lempar-lemparan)
Main pukul-pukulan (main pukul-pukulan)
Doyan ancur-ancuran (doyan ancur-ancuran)
Doyan berantakan
Makna lirik lagu ini menggambarkan kritik terhadap individu atau kelompok yang masih terpa... tampilkan semua
Secara berdemokrasi
Pancasila, pancasila ialah
Masa ia dong
Sama si omlah
Masa si omdong, ya-ya-ya-yalah
Makna lirik lagu ini menggambarkan semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap nilai-n... tampilkan semua
Masa ia dong
Sama si omlah
Masa si omdong, ow
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana santai dan guyonan antara dua orang yang sedang... tampilkan semua
Lagubalah yang berjudul "Omdong" dari band legendaris Indonesia, Slank, menghadirkan pesan yang kuat tentang perubahan perilaku dan pentingnya demokrasi yang berlandaskan Pancasila. Melalui liriknya, lagu ini menyampaikan kritik sosial terhadap budaya kekerasan dan kejumudan yang masih menyelimuti masyarakat, serta mengajak untuk bertransformasi menuju pola pikir yang lebih dewasa dan damai.
Makna dan Pesan Tersirat dalam Lirik "Omdong"
Dalam liriknya, lagu ini secara terang-terangan menyampaikan bahwa zaman kekerasan dan permusuhan sudah bukan lagi zaman yang relevan. Frasa "Udah gak jaman pake kekerasan lagi" dan "Udah gak musim main kasar-kasaran lagi" menunjukkan adanya ajakan untuk meninggalkan praktik kekerasan sebagai solusi. Pesan ini menjadi fondasi untuk menegaskan pentingnya menerapkan nilai-nilai demokrasi yang dibangun atas dasar Pancasila.
Ada pula penekanan terhadap perlunya pendidikan politik yang matang, terlihat dari kalimat "Belajar berdemokrasi, Pancasila, pancasila ialah". Di sini, sang musisi mengingatkan bahwa demokrasi harus didasarkan pada prinsip-prinsip Pancasila, yang mengandung nilai keadilan, persatuan, dan keberagaman.
Kritikan terhadap Kebiasaan Buruk dan Mentalitas Kampungan
Sebagai bentuk kritik sosial, lagu ini juga menyoroti kebiasaan buruk yang masih melekat di masyarakat, seperti adu fisik dan sifat sok jagoan. Frasa "Ketinggalan jaman yang masih sok jagoan lagi" dan "Kampungan yang masih doyan adu fisik lagi" menunjukkan keprihatinan atas mentalitas yang masih primitif dan kekerasan sebagai jalan keluar, padahal seharusnya sudah beranjak ke pola pikir yang lebih dewasa.
Selain itu, penggambaran terhadap perilaku ancur-ancuran dan berantakan, seperti "Maen lempar-lemparan", "Main pukul-pukulan", dan "Doyan ancur-ancuran" menegaskan bahwa kekerasan hanya akan membawa kehancuran dan ketidakteraturan dalam masyarakat. Lagu ini mengajak untuk meninggalkan budaya tersebut dan beralih ke komunikasi yang damai dan terstruktur.
Ajakan untuk Bersikap Dewasa dan Bijaksana
Secara keseluruhan, lagu "Omdong" menyuarakan pesan bahwa sudah saatnya meninggalkan pola kekerasan dan memilih jalan yang lebih manusiawi. Frasa "Sepakat berdemokrasi" sekaligus melambangkan keinginan untuk menyatukan visi dan misi dalam membangun masyarakat yang harmonis, berdaulat, dan berbudaya.
Dengan penggunaan bahasa yang santai namun penuh makna, lagu ini efektif sebagai kritik sekaligus motivasi. Simbolisasi kata "omlah" dan "omdong" dalam chorus memberi nuansa humor dan kedekatan, namun tetap menyiratkan pesan moral penting untuk perubahan sosial yang positif.
Kesimpulan
Secara umum, lagu "Omdong" oleh Slank adalah seruan agar masyarakat Indonesia beranjak dari budaya kekerasan dan saling menyakiti, menuju masyarakat yang berlandaskan prinsip demokrasi dan Pancasila. Melalui liriknya yang lugas dan penuh sindiran, Slank mengajak semua pihak untuk lebih dewasa, menghargai perbedaan, dan membangun harmoni sosial yang kokoh. Lagu ini tidak hanya sebagai karya seni, tetapi juga sebagai bentuk kritik sosial yang relevan dan mendidik untuk masa kini.
- 1Biar Happy2:48
- 2Balik Telapak Tangan3:46
- 3Kukejar Dan Kutangkap Kau4:13
- 4Lagi4:26
- 5Kau Yang Mulai3:34
- 64some Fun2:59
- 7Menyakitimu3:05
- 8May Day3:25
- 9My Brother Is Dead4:06
- 10Omdong3:51
- 11Bobrokisasi Borokisme3:13
- 12Merdeka4:16
- 13Krisis Air3:28
- 14Resolusi Tahun Baru0:31
- 15Jurustandur1:51
- 16Bola2:19
- 17Cemburu.Com2:56













































