
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Gedung dan pencakarnya
Terpisah hanya dengan jaraknya
Mawar dengan durinya yang melindungi tak melukai
Percuma kau sembunyi
Percuma kau merasa
Percuma oh percuma
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan keterasingan dan ketidakberdayaan dalam mengha... tampilkan semua
Lihat di balik pintu
Tiada yang tahu, dimana sepatu?
Surya menyambut malam tinggalkan petang
Bergegas pulang
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana peralihan dari siang ke malam yang melambangkan... tampilkan semua
Percuma kau sembunyi
Percuma kau merasa
Percuma oh percuma
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan putus asa dan kekecewaan seseorang yang menyad... tampilkan semua
Hujan turun lebih awal
Tenggelam dalam sebuah lamunan
Sudah, sudahilah saja rasa sedih mu
Yang sudah kau tunggu
Makna lirik lagu ini mengisyaratkan tentang perasaan melankolis yang muncul saat menghadap... tampilkan semua
Percuma kau sembunyi
Percuma kau merasa
Percuma saja merasa
Percuma oh percuma
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan ketidakberdayaan dan kekecewaan terhadap usaha ... tampilkan semua
Lagu "Sudah, Jangan Lagi Kau Jual Rasa Sedihmu!" dari The Jansen menyuguhkan sebuah narasi emosional yang menggambarkan ketidakberdayaan dalam menghadapi rasa kesedihan. Dengan lirik yang terdengar sederhana namun bermakna dalam, lagu ini berhasil juga mengajak pendengar untuk merenung dan memahami emosi yang dialami.
Analisis Lirik
Lagu ini dibuka dengan pernyataan tentang jarak yang ada di antara "gedung dan pencakar", yang bisa diartikan sebagai simbol dari harapan dan kenyataan. Melalui lirik ini, pendengar diajak untuk memahami bahwa meskipun sesuatu tampak dekat, ada halangan yang membuatnya sulit untuk dijangkau. Hal ini seolah menggambarkan perjuangan batin seseorang yang ingin mendekatkan diri dengan kebahagiaan, tetapi terhalang oleh rasa sedih dan luka yang mendalam.
Mawar yang dilambangkan dengan "durinya yang melindungi tak melukai" menunjukkan adanya dualitas dalam emosi manusia; meskipun ada keindahan, selalu ada risiko yang menyertainya. Ini mengimplikasikan bahwa kadang kita terjebak dalam rasa takut untuk merasakan kebahagiaan karena telah terluka sebelumnya.
Kesia-Siaan dalam Menyembunyikan Diri
Frasa "percuma kau sembunyi, percuma kau merasa" muncul berulang kali dalam lirik ini, memberi penekanan pada perjuangan batin yang harus dihadapi. Merasa kesedihan dan berusaha untuk menghindar dari perasaan itu menjadi sesuatu yang sia-sia. Dalam konteks ini, ada undangan untuk tidak hanya menerima emosi, tapi juga mengakui bahwa menyimpan rasa sakit tidak akan mengubah kenyataan.
Kontras Siang dan Malam
Pergantian waktu "Surya menyambut malam tinggalkan petang" memberikan gambaran transisi yang tegas dari kebahagiaan menuju kesedihan. Ini juga bisa diinterpretasikan sebagai pengingat bahwa kehidupan selalu berubah, dan setiap momen sedih pun akan berlalu dengan sendirinya. Namun, usaha untuk "bergegas pulang" menggambarkan keinginan yang mendalam untuk kembali ke keadaan nyaman, sebelum semuanya terasa begitu berat.
Rasa Sedih yang Tak Perlu Diperpanjang
Di bagian akhir lirik, ada penekanan pada pentingnya melepaskan rasa sedih yang terus-menerus dibawa. "Hujan turun lebih awal" memberikan citra bahwa sesuatu yang tidak terduga bisa terjadi, bisa jadi membawa kabar buruk atau kesedihan mendalam. Namun, lagu ini menegaskan bahwa sudah saatnya untuk "sudah, sudahilah saja rasa sedih mu". Ini adalah panggilan untuk bangkit dan move on dari masa lalu yang terus-menerus menghantui.
Kesimpulan
Sec ara keseluruhan, "Sudah, Jangan Lagi Kau Jual Rasa Sedihmu!" dari The Jansen adalah sebuah karya yang sangat menyentuh, memberikan suara bagi mereka yang merasa terjebak dalam kesedihan. Lirik lagu ini menekankan pentingnya mengakui perasaan, tetapi juga mengajak pendengar untuk tidak berlama-lama dalam rasa sakit. Melalui narasi yang kuat dan relatable, lagu ini meninggalkan pesan bahwa melepaskan dan melanjutkan hidup adalah bagian yang penting dari perjalanan emosional setiap individu.
- 1Hey, Dasar Kau Rubah!3:40
- 2Kitalah Penjelajahnya!4:18
- 3Sudah, Jangan Lagi Kau Jual Rasa Sedihmu!2:16
- 4Katanya Sudah Tak Lagi Membenci, Lantas Mengapa Masih Memaki?2:41
- 5Ah, Untung Saja Aku Terpesona Olehnya3:50
- 6Apakah Benar, Dendam Harus Terbayarkan?2:49
- 7Saat Berdamai Dengan Realita4:05
- 8Keberuntungan Memang Tak Semua Kita Punya2:32
- 9Serangan yang Kau Lancarkan Itu Percuma3:11
- 10Hanya Ada Kegelapan yang Menunggumu Di Sana4:21
- 11Jam Dua Belas2:18
- 12Dan Aku Pun Mengharapkan Masa Depanku, Menjadi Apa yang Ku Mau!2:17












































