
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Membeli sekotak cat berwarna
Namun ku tak pintar menggambar
Menceritakan hutan belantara
Harimau menerkam rusa
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan keinginan untuk mengungkapkan kreativitas... tampilkan semua
Akulah mutiara di dasar lautan
Sekilau permata di akhir pekan
Makna lirik lagu ini menggambarkan keindahan dan nilai yang tersembunyi di dalam diri sese... tampilkan semua
Mereka tertidur bersembunyi
Terbangun pun terasa sunyi
Mencampur-baurkan segalanya
Dibiar tumbuh semaunya
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana ketidakpastian dan ketidakberdayaan yang dialam... tampilkan semua
Apakah benar, dendam harus terbayarkan?
Ataukah hanya tersesat di antara malam
Dan tolonglah jangan semangat ku, kau hancurkan
Sekali ini saja, ku ingin tersampaikan
Makna lirik lagu ini menggambarkan pergulatan emosional seseorang yang sedang berusaha men... tampilkan semua
Apakah benar, dendam harus terbayarkan?
Ataukah hanya tersesat di antara malam
Dan tolonglah jangan semangat ku, kau hancurkan
Sekali ini saja, ku ingin tersampaikan
Sekali ini saja, ku ingin tersampaikan
Sekali ini saja
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang terjebak dalam dilema antara me... tampilkan semua
Lagu "Apakah Benar, Dendam Harus Terbayarkan?" yang dinyanyikan oleh The Jansen menyuguhkan lirik yang kaya akan makna dan banyak yang dapat dianalisis. Melalui lirik yang puitis dan reflektif, lagu ini mengeksplorasi tema mendalam tentang perasaan dan konflik batin manusia. Mari kita telaah lebih lanjut makna dan arti dari lirik-lirik yang dihadirkan dalam lagu ini.
Membaca Lirik: Sebuah Penceritaan Visual
Diawali dengan gambaran yang unik, lirik pertama menceritakan tentang seseorang yang membeli "sekotak cat berwarna," tetapi tidak memiliki kemampuan untuk menggambar. Ini bisa diartikan sebagai simbol ketidakmampuan untuk mengekspresikan diri secara kreatif, meskipun memiliki keinginan untuk melakukannya. Konteks ini memberikan gambaran bahwa ada kerinduan untuk menciptakan sesuatu yang indah, namun terhalang oleh keterbatasan diri.
- Kehidupan dan Alam: Dalam kalimat "Menceritakan hutan belantara, harimau menerkam rusa," terdapat kontras antara keindahan alam dan realitas yang keras. Ini menunjukkan bahwa kehidupan tidak selalu indah; terdapat sisi kelam yang harus dihadapi.
Pencarian Jati Diri
Selanjutnya, ada pengulangan frasa "Akulah mutiara di dasar lautan, sekilau permata di akhir pekan." Ini menggambarkan pencarian identitas dan nilai diri. Mutiara dan permata diibaratkan sebagai sesuatu yang berharga, namun tersembunyi atau tidak terlihat oleh orang lain. Dalam konteks ini, penyanyi merasakan bahwa dirinya memiliki potensi yang berharga, meskipun mungkin tidak diakui atau dihargai oleh orang lain.
Perasaan Sunyi dan Kehampaan
Lirik yang menyatakan "Mereka tertidur bersembunyi, terbangun pun terasa sunyi" memberikan nuansa kesepian dan ketidakpastian. Kesunyian ini menciptakan atmosfer yang mendorong pendengar untuk merenungkan kondisi emosional mereka sendiri. Dengan mengekspresikan rasa sepi dan ketidakberdayaan, lagu ini berhasil menyentuh sisi emosi pendengar.
Dendam dan Kesadaran
Bagian paling menarik dalam lagu ini terletak pada pertanyaan reflektif yang diulang: "Apakah benar, dendam harus terbayarkan?" Pertanyaan ini menunjukkan keraguan dan perenungan tentang keinginan untuk membalas dendam. Dalam konteks ini, dendam bisa diartikan sebagai benih kebencian yang tumbuh seiring waktu, namun kita juga dihadapkan pada pilihan untuk melupakan atau melepaskannya.
Pesan Akhir: Mempertahankan Semangat
Momen penutup yang menyentuh datang ketika penyanyi meminta agar semangatnya tidak dihancurkan. Ini dapat diartikan sebagai harapan untuk tetap kuat dalam menghadapi kesulitan dan konflik. Frasa "Sekali ini saja, ku ingin tersampaikan" menunjukkan keinginan mendalam untuk mengekspresikan diri dan menciptakan makna dalam hidup, meskipun dihadapkan pada tantangan.
Kesimpulan
Lagu "Apakah Benar, Dendam Harus Terbayarkan?" oleh The Jansen menawarkan pemikiran mendalam tentang ekspresi diri, pencarian jati diri, dan konsekuensi dari emosi yang tidak terungkap. Melalui lirik yang puitis dan resonansi emosional, lagu ini tidak hanya menghibur tetapi juga mengajak pendengar untuk merenungkan perjalanan pribadi mereka. Dengan keseimbangan antara harapan dan kepedihan, lagu ini menjadi refleksi yang kuat tentang apa artinya menjadi manusia.
- 1Hey, Dasar Kau Rubah!3:40
- 2Kitalah Penjelajahnya!4:18
- 3Sudah, Jangan Lagi Kau Jual Rasa Sedihmu!2:16
- 4Katanya Sudah Tak Lagi Membenci, Lantas Mengapa Masih Memaki?2:41
- 5Ah, Untung Saja Aku Terpesona Olehnya3:50
- 6Apakah Benar, Dendam Harus Terbayarkan?2:49
- 7Saat Berdamai Dengan Realita4:05
- 8Keberuntungan Memang Tak Semua Kita Punya2:32
- 9Serangan yang Kau Lancarkan Itu Percuma3:11
- 10Hanya Ada Kegelapan yang Menunggumu Di Sana4:21
- 11Jam Dua Belas2:18
- 12Dan Aku Pun Mengharapkan Masa Depanku, Menjadi Apa yang Ku Mau!2:17












































