
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
(Hey-ya-ya-ya, hey-ya-ho)
Balada orang-orang pedalaman (hey-ya-ya-ya, ho-ya-hey)
(Hey-ya-ya-ya, hey-ya-ho)
Di hutan, di gunung, dan di pesisir (hey-ya-ya-ya, hey-ya-ho)
Makna lirik lagu ini mengisyaratkan tentang kehidupan dan keindahan alam yang dijumpai di ... tampilkan semua
Manusia yang datang dari kota (hey)
Tega bodohi mereka (ya-ho)
Lihatlah tatapannya yang kosong (hey)
Tak mengerti apa yang terjadi
Makna lirik lagu ini menggambarkan perbandingan antara kehidupan di kota dan desa, di mana... tampilkan semua
(Hey-ya-ya-ya, hey-ya-ho)
Tak tajam lagi tombak, panah, dan parang (hey-ya-ya-ya, ho-ya-hey)
(Hey-ya-ya-ya, hey-ya-ho)
Tak ampuh lagi mantra dari sang pawang (hey-ya-ya-ya, hey-ya-ho)
Makna lirik lagu ini menggambarkan sebuah perasaan kehilangan kekuatan atau keampuhan yang... tampilkan semua
Di mana cari hewan buruan (hey)
Yang pergi karena senapan (ya-ho)
Di mana mencari ranting pohon (hey)
Kalau sang pohon tak ada lagi, ya
Makna lirik lagu ini mencerminkan keresahan dan ketidakpastian akibat perubahan lingkungan... tampilkan semua
Pada siapa m′reka tanyakan hewannya?
Ya, pada siapa tanyakan pohonnya?
Saudaraku di pedalaman menanti
Sebuah jawaban yang tersimpan di langit
Tak mampu kendali
Makna lirik lagu ini mencerminkan pencarian akan jawaban atas pertanyaan yang mendasar ten... tampilkan semua
(Hey-ya-ya-ya, hey-ya-ho)
Balada orang-orang pedalaman (hey-ya-ya-ya, ho-ya-hey)
(Hey-ya-ya-ya, hey-ya-ho)
Di hutan, di gunung, dan di pesisir (hey-ya-ya-ya, ho-ya-hey)
Makna lirik lagu ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman, ... tampilkan semua
Balada orang-orang pedalaman
Yang menari dan bernyanyi
Dihalau bising ribuan deru gergaji
Oh, oh, oh, oh, oh
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjuangan dan kerinduan komunitas pedalaman yang teran... tampilkan semua
(Hey-ya-ya-ya, hey-ya-ho)
(Hey-ya-ya-ya, ho-ya-hey)
(Hey-ya-ya-ya, hey-ya-ho)
(Hey-ya-ya-ya, ho-ya-hey)
Makna lirik lagu ini berkaitan dengan ekspresi keceriaan dan kebersamaan, yang ditunjukkan... tampilkan semua
Lagu "Balada Orang-Orang Pedalaman" yang dinyanyikan oleh Iwan Fals memberikan sebuah gambaran yang mendalam mengenai kehidupan masyarakat pedalaman di Indonesia. Melalui liriknya yang sederhana namun penuh makna, Iwan Fals tidak hanya menyuarakan suara mereka, tetapi juga mengajak pendengar untuk merenungkan realitas yang dihadapi oleh orang-orang yang tinggal jauh dari gemerlap kota.
Deskripsi Umum Lagu
Lagu ini dibuka dengan sentuhan vokal yang catchy dan irama yang mudah diingat. Dengan pengulangan frasa "hey-ya-ya-ya" dan "ho-ya-hey", Iwan Fals menciptakan atmosfer yang seolah mengajak pendengar untuk berpartisipasi dalam balada ini. Melodi dan ritmenya membuat lagu ini terasa hidup, meskipun liriknya menyampaikan pesan yang cukup berat.
Penggambaran Kehidupan Pedalaman
Liriknya memuat deskripsi geografis yang kaya, menyebutkan "di hutan, di gunung, dan di pesisir". Hal ini menggambarkan keragaman ekosistem di mana orang-orang pedalaman tinggal. Namun, di balik keindahan alam tersebut, terdapat kekecewaan mendalam ketika Iwan Fals menyebutkan bahwa "manusia yang datang dari kota" tega untuk membodohi mereka.
- Tatapan Kosong: Lirik yang menyebutkan "Lihatlah tatapannya yang kosong" menunjukkan kepasrahan dan kebingungan dari masyarakat pedalaman yang tidak mengerti apa yang terjadi di sekitar mereka. Hal ini mengisyaratkan kurangnya pemahaman dan informasi yang diterima oleh mereka.
- Kehilangan Identitas dan Cara Hidup: "Tak tajam lagi tombak, panah, dan parang" mengindikasikan hilangnya alat-alat tradisional yang biasa digunakan masyarakat pedalaman dalam berburu dan bertahan hidup. Ini menjadi simbol dari erosi budaya dan cara hidup mereka akibat intervensi modern.
- Kerugian Alam: Lirik yang menanyakan "Di mana cari hewan buruan?" dan "Kalau sang pohon tak ada lagi" mencerminkan kepedihan yang dirasakan akibat kerusakan lingkungan. Penebangan pohon dan eksploitasi sumber daya alam mengakibatkan hilangnya habitat dan sumber penghidupan mereka.
Harapan dan Pencarian Jati Diri
Di dalam balada ini, terdapat kelemahan namun juga harapan yang tersirat. "Saudaraku di pedalaman menanti / Sebuah jawaban yang tersimpan di langit" menekankan kerinduan mereka untuk mendapatkan penjelasan dan solusi terhadap masalah yang mereka hadapi. Ini menandakan bahwa meskipun mereka terpinggirkan, harapan untuk perubahan dan perhatian dari dunia luar masih ada.
Penutup
Melalui "Balada Orang-Orang Pedalaman", Iwan Fals berhasil menggugah kesadaran dan empati dari pendengar mengenai isu-isu yang dihadapi oleh masyarakat pedalaman. Lagu ini tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga menjadi medium kritik sosial yang kuat, menyerukan perhatian terhadap kehidupan mereka yang seringkali terlupakan. Melalui liriknya, kita diundang untuk merenungkan dan mencari jalan untuk memberikan dukungan bagi mereka yang hidup di pinggiran.








































