
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Aku lihat orang yang mati
Di antara tumpukan sampah
Lehernya berdarah membeku
Bekas pisau lawannya tadi malam
Makna lirik lagu ini menggambarkan realitas kelam yang terjadi di tengah masyarakat, di ma... tampilkan semua
Depan pasar dekat terminal
Pagi itu orang berkerumun
Melihat mayat yang membusuk
Tutup hidung sesekali meludah
Makna lirik lagu ini menggambarkan situasi tragedi dan ketidakberdayaan di tengah kehidupa... tampilkan semua
Aku lihat orang menangis
Di sela gaduhnya suasana
Segera aku menghampiri
Dengan bimbang kubertanya padanya
Makna lirik lagu ini menggambarkan kepedulian dan kepekaan seseorang terhadap perasaan ora... tampilkan semua
Rupanya yang mati sang teman
Teman hitam hidup sepaham
Hanya kisah yang dilewati
Ia berdua ikat tali saudara
Makna lirik lagu ini mencerminkan tema persahabatan yang dalam, di mana kematian salah sat... tampilkan semua
Sementara surya mulai tinggi
Panas terasa bakar kepala
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana di mana kehidupan dimulai dengan aktivitas yang... tampilkan semua
Sisa darah orang yang mati
Disimpannya di dalam hati
Lalu diam seperti batu
Sampai malam, sampai semuanya pergi
Makna lirik lagu ini menggambarkan kesedihan mendalam dan keterasingan yang dialami seseor... tampilkan semua
Depan pasar dekat terminal
Ada lagi orang yang mati
Lehernya berdarah membeku
Bekas pisau lawannya tadi malam
Makna lirik lagu ini menggambarkan situasi tragis yang terjadi di lingkungan masyarakat, d... tampilkan semua
Sementara surya mulai tinggi
Panas terasa bakar kepala
Sementara surya mulai tinggi
Panas terasa bakar kepala
Makna lirik lagu ini menggambarkan kondisi ketidaknyamanan yang dialami seseorang akibat p... tampilkan semua
Dendam ada di mana-mana
Di jantungku, di jantungmu
Di jantung hari-hari
Dendam ada di mana-mana
Dendam!
Dendam!
Dendam ada di mana-mana
Dendam!
Dendam!
Dendam!
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan mendalam terhadap emosi negatif yang melanda k... tampilkan semua
Lagu "Ada Lagi Yang Mati" karya Iwan Fals adalah sebuah karya yang mendalam, menggambarkan realitas kehidupan yang keras dan penuh dengan rasa sakit. Melalui liriknya, Iwan Fals menyampaikan kisah tragis yang mencerminkan kondisi sosial masyarakat Indonesia, terutama dampak dari konflik dan dendam yang terus berputar dalam kehidupan sehari-hari.
Visualisasi Tragedi
Diawali dengan deskripsi yang gamblang, liriknya membuka adegan dengan penggambaran mayat yang tergeletak di tumpukan sampah. Gambarannya yang menyentuh dan mengerikan menunjukkan betapa rendahnya penghargaan terhadap nyawa manusia di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban. "Lehernya berdarah membeku, bekas pisau lawannya tadi malam" mengisyaratkan bahwa kematian tersebut bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari sebuah konflik yang brutal. Melalui gambaran ini, Iwan Fals membawa pendengar seolah turut hadir dalam peristiwa yang menyedihkan ini.
Reaksi Sosial terhadap Kematian
Selanjutnya, lirik menyoroti bagaimana masyarakat bereaksi terhadap kematian tersebut. "Pagi itu orang berkerumun, melihat mayat yang membusuk" menunjukkan bahwa kematian telah menjadi bagian dari rutinitas yang tampaknya biasa bagi orang-orang di sekitar. Mereka menutup hidung dan meludah, menciptakan suasana ketidakpedulian yang mencolok di tengah kesedihan. Hal ini mencerminkan normalisasi kekerasan dan kematian dalam kehidupan masyarakat yang telah kehilangan empati.
Persahabatan dan Duka
Ketika narator mendekati seorang yang sedang menangis, terungkap bahwa yang mati adalah seorang teman. "Rupanya yang mati sang teman, teman hitam hidup sepaham" menggambarkan kedalaman hubungan yang terjalin dan rasa kehilangan yang dialami. Lagu ini menekankan bahwa persahabatan bisa menjadi sumber kekuatan, tetapi juga sangat rentan terhadap situasi sosial yang kejam.
Pesan tentang Dendam
Salah satu elemen yang paling mencolok dari lagu ini adalah tema dendam. Lirik "Dendam ada di mana-mana" diulang berkali-kali, menciptakan efek yang mendesak dan menekankan bahwa dendam merasuki setiap aspek kehidupan. Dendam ini tidak hanya milik individu, tetapi juga merupakan bagian dari jantung masyarakat. Hal ini mencerminkan siklus kekerasan yang tidak berujung dan bagaimana sikap balas dendam bisa menghancurkan lebih banyak kehidupan.
Refleksi Sosial dan Kemanusiaan
Karya Iwan Fals ini lebih dari sekadar sebuah lagu; ia adalah sebuah peringatan tentang akibat dari konflik yang tidak pernah reda. Melalui "Ada Lagi Yang Mati", pendengar diundang untuk merenungkan kepada siapa tanggung jawab ini berada dan bagaimana kita, sebagai masyarakat, dapat memutus siklus kekerasan yang berkepanjangan. Maka dari itu, lagu ini menjadi sangat relevan dengan kondisi sosial yang sedang terjadi saat ini.
Secara keseluruhan, "Ada Lagi Yang Mati" tidak hanya menawarkan pendengar sebuah cerita, tetapi juga tantangan untuk berpikir lebih dalam tentang bagaimana tindakan kita berdampak terhadap orang lain dan bagaimana belas kasihan harus lebih diutamakan daripada dendam.








































