
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Berjalan di situ
Di pusat pertokoan
Melihat barang-barang
Yang jenisnya beraneka ragam
Makna lirik lagu ini menggambarkan pengalaman sehari-hari seseorang yang sedang berkelilin... tampilkan semua
Cari apa di sana
Pasti tersedia
Asal uang di kantong cukup
Tentu tak ada soal
Makna lirik lagu ini menggambarkan tema pencarian dan pemenuhan kebutuhan yang bergantung ... tampilkan semua
Aku ingin membeli
Kamu ingin membeli
Kita ingin membeli
Semua orang ingin membeli
Makna lirik lagu ini mencerminkan hasrat universa terhadap kepemilikan dan kebutuhan manus... tampilkan semua
Apa yang dibeli
Mimpi yang terbeli
Sebab harga barang tinggi
Tiada pilihan selain mencuri
Makna lirik lagu ini menggambarkan keputusasaan dan tekanan sosial yang dihadapi oleh indi... tampilkan semua
Sampai kapan mimpi-mimpi itu kita beli
Sampai nanti sampai habis terjual harga diri
Sampai kapan harga-harga itu melambung tinggi
Sampai nanti sampai kita tak bisa bermimpi
Makna lirik lagu ini mencerminkan keprihatinan tentang kondisi kehidupan yang semakin suli... tampilkan semua
Segala produksi ada di sini
Menggoda kita untuk memiliki
Hari-hari kita berisi hasutan
Hingga kita tak tahu diri sendiri
Makna lirik lagu ini mencerminkan kritik terhadap budaya konsumerisme yang kian mendominas... tampilkan semua
Melihat anak kecil
Mencuri mainan
Yang harganya tak terjangkau
Oleh bapaknya yang maling
Makna lirik lagu ini menggambarkan realitas sosial yang sering terjadi, di mana anak-anak ... tampilkan semua
Lagu 'Mimpi Yang Terbeli' karya Iwan Fals merupakan sebuah karya seni yang menggugah kesadaran sosial melalui lirik-liriknya yang tajam dan menyentuh. Dalam lagu ini, Iwan Fals menyampaikan berbagai pesan mendalam terkait isu-isu sosial, ekonomi, dan psikologis yang dialami masyarakat, terutama dalam konteks pembelian dan keinginan yang tak terjangkau.
Deskripsi Teks
Dari pengantar lagu, Iwan Fals memulai dengan menggambarkan suasana di pusat pertokoan dengan beragam barang yang menggoda konsumen untuk membelinya. Lirik seperti "Berjalan di situ di pusat pertokoan" dan "Melihat barang-barang yang jenisnya beraneka ragam" menggambarkan realita kehidupan modern yang dipenuhi oleh berbagai produk, namun di balik itu terdapat dilema, yaitu akses yang terbatas akibat harga yang tinggi.
Pembelian sebagai Representasi Mimpi
Ketika Iwan menyanyikan, "Aku ingin membeli, kamu ingin membeli, kita ingin membeli, semua orang ingin membeli," ia menciptakan suatu pernyataan universal mengenai sifat manusia yang terus mencari pemenuhan melalui materi. Namun, kekecewaan mulai muncul ketika menyadari bahwa "mimpi yang terbeli" tidak selalu dapat diakses, terutama oleh mereka yang tidak memiliki cukup uang. Ini menggambarkan tantangan ekonomi yang dihadapi oleh banyak individu, di mana mimpi dan harapan seringkali diatur oleh kekuatan finansial.
Dilema Harga dan Moralitas
Salah satu bagian paling mencolok dalam lirik adalah pertanyaan retoris mengenai seberapa lama mimpi-mimpi itu bisa dibeli. Frasa seperti "Sebab harga barang tinggi, tiada pilihan selain mencuri" dan "Sampai nanti sampai habis terjual harga diri" mengungkapkan keputusasaan yang dialami oleh banyak orang ketika mereka dipaksa untuk mempertimbangkan tindakan moral mereka demi kelangsungan hidup. Hal ini membangkitkan pertanyaan etis tentang sistem ekonomi yang ada dan efektivitasnya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Hasutan Konsumerisme
Melalui lirik "Segala produksi ada di sini, menggoda kita untuk memiliki," Iwan Fals menyiratkan bahwa lingkungan sekitar seringkali dipenuhi dengan godaan untuk memiliki lebih banyak barang. Ini menciptakan krisis identitas, di mana masyarakat dipengaruhi oleh hasutan untuk memperlihatkan status melalui kepemilikan barang, hingga akhirnya, mereka "tak tahu diri sendiri". Ada keprihatinan tentang bagaimana konsumerisme mengubah cara pandang individu terhadap diri dan dunia di sekitar mereka.
Kesimpulan
Lagu 'Mimpi Yang Terbeli' oleh Iwan Fals adalah sebuah kritik sosial yang kuat terhadap fenomena konsumerisme dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Melalui lirik yang sederhana namun kaya makna, Iwan Fals berhasil memperlihatkan konflik antara harapan dan kenyataan, serta tantangan yang harus dihadapi oleh banyak orang. Karya ini tidak hanya menggugah pikiran, tetapi juga mengajak pendengar untuk merenungkan apa arti sebenarnya dari mimpi, keinginan, dan harga diri dalam konteks dunia yang semakin mengutamakan materi.








































