
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Berbondong-bondong orang cumbui angan
Di bibir pelabuhan
Tinggalkan tanah lahir desa tercinta
Menuju pulau surga
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan serta harapan masyarakat yang bermigrasi dar... tampilkan semua
Selamat tinggal semua
Bukan aku tak cinta
Tiada lagi tersisa
Bahkan mimpi kubawa
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan perpisahan yang penuh haru dan kesedihan, di ma... tampilkan semua
Isak tangis sang bayi dalam gendongan
Tak buyarkan lamunan
Raung sirine kapal jangkar diangkat
Segeralah berlayar
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan haru dan rasa kehilangan yang mendalam, di man... tampilkan semua
A-aa-aaa-aaaa-a-a-a
A-aa-aaa-aaaa-a-a-a
A-aa-aaa-aaaa-a-a-a
A-aa-aaa-aaaa-a-a-a
Makna lirik lagu ini tampaknya dapat diartikan sebagai ungkapan perasaan yang mendalam dan... tampilkan semua
Perlahan-lahan kapal jauhi tepi
Malas mengangkut mimpi
Mercusuar dermaga dan burung camar
Mengusap air mata
Makna lirik lagu ini menggambarkan perpisahan yang menyakitkan dan rasa kehilangan yang me... tampilkan semua
Selamat jalan kawan
Bukan aku tak cinta
Mungkin saja kau benar
Semoga saja kau benar
Makna lirik lagu ini menggambarkan perpisahan yang penuh emosi antara dua sahabat atau pas... tampilkan semua
Lagu "Semoga Saja Kau Benar" yang dinyanyikan oleh Iwan Fals merupakan sebuah karya yang sarat dengan emosi dan makna mendalam. Dalam liriknya, Iwan Fals menggambarkan perjalanan hidup yang penuh harapan, perpisahan, dan kerinduan. Mari kita ulas lebih dalam makna dan pesan yang terkandung dalam lagu ini.
Perpisahan dan Harapan
Sejak bait pertama, lirik lagu ini mengisyaratkan sebuah perpisahan yang tak terhindarkan. "Berbondong-bondong orang cumbui angan, di bibir pelabuhan" menunjukkan kerinduan dan harapan yang dimiliki oleh orang-orang yang meninggalkan tanah kelahiran mereka. Mereka berangkat menuju "pulau surga", sebuah simbol dari harapan untuk kehidupan yang lebih baik, meskipun ditinggalkan adalah hal yang menyakitkan.
Kerinduan yang Mendalam
Dalam penggalan selanjutnya, terdapat ungkapan "Selamat tinggal semua, bukan aku tak cinta" yang menunjukkan bahwa perpisahan ini bukan karena kurangnya cinta, melainkan sebuah keputusan yang penuh pertimbangan. Di sini, Iwan menekankan bahwa cinta kepada tanah kelahiran dan kepada orang-orang terkasih tetap ada, meskipun kondisi memaksa untuk berpisah. Slogan ini menambah nuansa emosional yang mendalam pada lirik lagu.
Perasaan Seorang Ibu dan Bayinya
Lirik yang menggambarkan "isak tangis sang bayi dalam gendongan" menunjukkan bahwa perpisahan ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada keluarga dan generasi mendatang. Tangisan bayi ini bisa diartikan sebagai simbol harapan dan kerinduan yang murni, memberikan visualisasi mengenai kedalaman perpisahan yang dirasakan.
Perjuangan dan Ketidakpastian
Saat "kapal jauhi tepi", kita merasakan betapa beratnya setiap langkah meninggalkan tempat yang sudah jadi rumah. Lirik "malas mengangkut mimpi" menggambarkan ketidakpastian dari banyak orang yang berharap menuju sesuatu yang lebih baik, tetapi tidak yakin akan tercapainya semua mimpi yang dibawa.
Kesedihan yang Menghantui
Di balik semua harapan dan mimpi itu, tersimpan kesedihan yang tak terelakkan. "Mercusuar dermaga dan burung camar mengusap air mata" menggambarkan momen melankolis yang mengiringi perpisahan. Burung camar yang terbang menjauh menjadi simbol dari kenangan yang tertinggal dan kesedihan yang menyelimuti hati.
Pernyataan Terakhir yang Penuh Makna
Bagian penutup lagu menekankan harapan dalam perpisahan dengan lirik "Semoga saja kau benar". Ini menunjukkan keraguan, harapan, dan sekaligus penyerahan kepada keadaan. Dengan kata-kata tersebut, Iwan Fals meminta agar harapan yang ada di tengah perpisahan dapat menjadi kenyataan, meskipun jalan yang ditempuh penuh liku dan ketidakpastian.
Secara keseluruhan, "Semoga Saja Kau Benar" adalah sebuah refleksi mendalam tentang perjalanan hidup yang penuh perjuangan, kerinduan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Lagu ini tidak hanya berbicara tentang perpisahan fisik, tetapi juga tentang perpisahan emosional yang mengubah cara pandang seseorang terhadap kehidupan dan cinta.








































