
Album '1910' merupakan salah satu karya monumental dari artis legendaris Indonesia, Iwan Fals, yang dirilis pada 3 Oktober 1993 di bawah label Musica Studios. Dengan genre classic Indonesian rock, album ini tidak hanya menawarkan alunan musik yang menggugah, tetapi juga lirik-lirik yang penuh makna, mencerminkan kondisi sosial dan emosional masyarakat.
Tracklist dan Maknanya
- Buku Ini Aku Pinjam: Lagu ini menggambarkan keresahan dan harapan penulis terhadap kehidupan serta pendidikan. Menggunakan metafora buku, perjalanan pencarian ilmu dan pengalaman menjadi inti dari lagu ini. Pesan moralnya adalah pentingnya berbagi pengetahuan.
- Ada Lagi Yang Mati: Dalam lagu ini, Iwan Fals menyoroti realitas keras kehidupan yang dipenuhi kekerasan dan dendam. Ia menggambarkan rasa kehilangan mendalam akibat kematian yang disebabkan konflik, sambil menggugah kesadaran untuk menghentikan siklus kekerasan.
- Ibu: Lagu ini merupakan ungkapan kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu. Dengan lirik penuh emosi, dapat dirasakan betapa dalamnya rasa syukur serta kerinduan penulis untuk kembali merasakan kebersamaan dengan sang ibu.
- Mimpi Yang Terbeli: Lagu ini mencerminkan dampak negatif dari konsumerisme. Iwan Fals mengkritisi masyarakat yang terjebak dalam hasrat material, yang mengakibatkan hilangnya harga diri dan identitas.
- Balada Orang - Orang Pedalaman: Melalui lagu ini, Iwan Fals menyoroti kesedihan masyarakat pedalaman yang terpapar eksploitasi dan modernisasi, serta kekhawatiran akan kehilangan sumber daya alam.
- Semoga Saja Kau Benar: Lagu ini menggambarkan perpisahan yang menyakitkan ketika meninggalkan kampung halaman, namun masih dipenuhi harapan dan kerinduan akan tempat asal.
- Engkau Tetap Sahabatku: Lagu ini menunjukkan kekuatan persahabatan, di mana satu individu menjadi tempat berlindung bagi yang lain. Penekanan pada solidaritas dan pengorbanan memberikan nuansa hangat dalam kisah ini.
- Pesawat Tempurku: Dalam konteks cinta, lagu ini menggambarkan perjuangan seseorang untuk mendapatkan perhatian orang yang dicintainya, dengan nuansa humoris meski diwarnai keresahan akan ketidakpastian.
- 1910: Lagu penutup ini berbicara tentang tragisnya kecelakaan kereta pada Senin pagi, mencerminkan empati dan harapan untuk penyembuhan di tengah duka yang mendalam.
Kesimpulan
Albu m '1910' tidak hanya membuktikan kemampuan Iwan Fals dalam menulis lirik yang puitis dan bermakna, tetapi juga menyoroti berbagai isu sosial yang relevan. Dengan kombinasi melodi khas dan lirik yang mendalam, album ini tetap menjadi karya yang abadi dan relevan bagi pendengar dari berbagai kalangan. Dalam setiap lagu, tersimpan pelajaran berharga dan refleksi yang menggugah jiwa, menjadikan '1910' sebagai salah satu album terbaik dalam perjalanan karir Iwan Fals.








































