
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Ia melangkah terhuyung
Menyeret tubuh yang kurus
Makna lirik lagu ini menggambarkan keadaan seseorang yang sedang mengalami kesulitan atau ... tampilkan semua
Mencari sudut terlindung teduh
Dari terik mentari
Menatap jalan lengang di depan
Yang terhadang harapan
Makna lirik lagu ini menggambarkan pencarian tempat yang tenang dan sejuk di tengah kerasn... tampilkan semua
Kakinya mengayuh angin
Lalu di kebiasaan
Makna lirik lagu ini menggambarkan sebuah perjalanan atau usaha yang dilakukan dengan sema... tampilkan semua
Terlalu bodoh untuk mengerti
S′gala macam aturan
Yang dia tahu dan dirasakan
Hilang pencaharian
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan keterasingan dan kebingungan seseorang yang mer... tampilkan semua
Tertidurlah dan bermimpi
Mengayuh becak ke teluk Jakarta
Berhentilah sampai di sana
Peluit berdesing di telinga
Wo-wo-wo-wo
Makna lirik lagu ini mengisyaratkan tentang perjalanan menuju ketenangan dan rasa kebebasa... tampilkan semua
La-la-la-la, la-la-la, ia pun melompat
La-la-la-la, la-la-la, ia pun menyingkir
La-la-la-la, la-la-la, ia bersembunyi
Makna lirik lagu ini menggambarkan dinamika emosi dan perilaku seseorang yang berusaha unt... tampilkan semua
Ia teringat sesuatu
Sepetak sawah di kampung
Makna lirik lagu ini menggambarkan kenangan akan masa lalu yang penuh dengan keindahan dan... tampilkan semua
Memberi nafas dan ketentraman
Kenapa ditinggalkan?
Ia tersadar dan ingin pulang
Malu pun ditepiskan
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang merindukan keberadaan dan kasih... tampilkan semua
Sanak famili menyambut
Tangan terbuka, si anak hilang
Berkubang bersama di sawah
Terasa maknanya dilahirkan
Wo-wo-wo-wo
Makna lirik lagu ini mengisyaratkan tentang pentingnya hubungan keluarga dan rasa keterika... tampilkan semua
La-la-la-la, la-la-la, ia pun tersenyum
La-la-la-la, la-la-la, ia pun bernyanyi
La-la-la-la, la-la-la, digenggam hari ini
La-la-la-la, la-la-la, ho-ho-ho-ho-ho
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan bahagia dan kebebasan yang muncul dalam momen-m... tampilkan semua
La-la-la-la, la-la...
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kegembiraan dan kebebasan yang sering kali diu... tampilkan semua
'Opera Tukang Becak' adalah salah satu lagu yang diciptakan oleh Ebiet G. Ade, seorang musisi legendaris Indonesia. Dalam lagu ini, Ebiet mengisahkan perjalanan hidup seorang tukang becak yang terpinggirkan, mencerminkan realitas keras yang dihadapi oleh banyak orang dalam masyarakat. Melalui liriknya, terdapat banyak makna dan pesan mendalam yang layak untuk kita telaah.
Melangkah Terhuyung dan Mencari Perlindungan
Diawali dengan penggambaran sosok yang 'melangkah terhuyung', lirik ini menciptakan gambaran seorang tukang becak yang lelah dan menghadapi kesulitan. Ia 'menyeret tubuh yang kurus' mencari sudut terlindung dari 'terik mentari', menggambarkan perjuangan dan rasa sakit yang dialaminya. Dengan latar belakang jalan lengang di depan, kita dapat merasakan harapan yang terhalang, sebuah simbol dari keputusasaan hidup seseorang yang berjuang dalam kesendirian.
Pertarungan antara Harapan dan Realita
Dalam lirik tersebut, ada penekanan pada kakinya yang 'mengayuh angin'. Ini menunjukkan usaha tanpa hasil, sebuah cerminan dari kebutaan terhadap hukum dan aturan kehidupan yang seringkali tidak berpihak kepada mereka yang kurang beruntung. Ketidakmengertiannya terhadap 'segala macam aturan' menjadi simbol dari ketidakadilan sosial, di mana banyak orang terjebak dalam sistem yang tidak mendukung mereka.
Kehilangan dan Kerinduan untuk Pulang
Di bagian selanjutnya, lagu ini menyentuh tema kehilangan. 'Hilang pencaharian' menjadi pangkal dari semua rasa sakit, membawa tukang becak ini pada mimpinya mengayuh ke teluk Jakarta. Dalam mimpinya, ada rasa nostalgia yang tersisa, mengingatkan kita pada tempat asalnya - 'sepetak sawah di kampung' yang pernah memberinya kedamaian. Pertanyaan 'Kenapa ditinggalkan?' menjadi refleksi atas pilihan hidup yang membawa seseorang menjauh dari akar budaya dan identitas mereka.
Kesadaran dan Kembalinya ke Akar
Akhir dari perjalanan ini menunjukkan adanya kesadaran. Dengan 'tersadar dan ingin pulang', tukang becak mulai menepis rasa malunya dan menyadari pentingnya kembali kepada keluarga dan komunitas. Dalam lirik, saat sanak famili menyambut dengan 'tangan terbuka', kita merasakan kehangatan dan penerimaan, menyiratkan bahwa tidak ada yang lebih berharga daripada kembali ke rumah dan berhubungan kembali dengan mereka yang kita cintai.
Makna Hidup dan Kebahagiaan Sederhana
Puncak dari lirik ini adalah perasaan bahagia dan damai saat 'berkubang bersama di sawah'. Hal ini memberikan gambaran bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dengan materi, melainkan dengan hubungan dan pengalaman yang sederhana. Tersenyum, bernyanyi, dan menggenggam hari ini menandakan penerimaan atas hidup yang dijalani, serta pentingnya menikmati momen-momen kecil.
Secara keseluruhan, 'Opera Tukang Becak' bukan hanya tentang seorang tukang becak, tetapi sebuah cerita universal tentang harapan, kehilangan, perjuangan, dan akhirnya, penerimaan. Melalui lirik yang puitis ini, Ebiet G. Ade mengajak kita untuk merenungkan tentang perjalanan hidup dan pentingnya kembali kepada nilai-nilai kemanusiaan dan keluarga.











































