
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Terpanah, kecewa
Ia lalu terus mabuk tepat di beranda
Lagi pula itu kan adanya
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan terperangkap dalam cinta yang tak berbalas, di... tampilkan semua
Harum makanan terlintas
Saat kita berkendara
Mesin fotokopian
Jelas terdengar suara
Makna lirik lagu ini menggambarkan sensasi nostalgia yang muncul ketika mengingat momen-mo... tampilkan semua
Begitu indahnya kesedihan
Mengapa baru bilang sekarang?
Rasanya malang melintang
Di pagar rumah, ia bersandar
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kompleks yang dihadapi seseorang ketika mengala... tampilkan semua
Terpanah, kecewa
Ia lalu terus mabuk tepat di beranda
Lagi pula itu kan adanya
Terpanah, kecewa
Ia lalu terus mabuk hingga pagi menjelang
Biarkanlah mereka bertanya
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan sedih dan kebingungan seseorang yang terluka a... tampilkan semua
Hujannya terlewat deras
Saat kita berbicara
Rasanya ia terpinggirkan
Siapa suruh 'tuk percaya?
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan mendalam tentang ketidakpastian dalam sebuah h... tampilkan semua
Begitu indahnya kesedihan
Mengapa baru bilang sekarang?
Rasanya malang melintang
Hal yang wajar di umur sekarang
Makna lirik lagu ini menggambarkan refleksi mendalam tentang pengalaman emosional yang rum... tampilkan semua
Terpanah, kecewa
Ia lalu terus mabuk tepat di beranda
Lagi pula itu kan adanya
Terpanah, kecewa
Ia lalu terus mabuk hingga pagi menjelang
Biarkanlah mereka bertanya
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan terjebak dalam kekecewaan dan kehilangan, di ma... tampilkan semua
Lagu "Hal Yang Wajar Di Umuran Kita Sekarang" yang dibawakan oleh The Jansen menggambarkan perjalanan emosional yang dialami oleh individu di tengah gejolak kehidupan remaja dan dewasa muda. Melalui lirik yang mendalam, kita dapat melihat bagaimana penulis lagu menangkap kondisi psikis yang sering kali dihadapi oleh generasi muda saat ini.
Sebuah tema yang cukup menonjol dalam lagu ini adalah perasaan kecewa yang disampaikan melalui kata-kata seperti "terpanah, kecewa". Ungkapan ini menunjukkan bahwa tokoh dalam lagu merasa terjebak dalam situasi yang menyakitkan, di mana harapan dan kenyataan sering kali berseberangan. Dalam konteks ini, mabuk menjadi katarsis, sebuah cara untuk melupakan atau setidaknya mengalihkan pikiran dari rasa sakit yang dialami.
Pentingnya Ruang untuk Berbicara
Lirik "biarkanlah mereka bertanya" mencerminkan sikap ketidakpedulian terhadap pandangan orang lain. Ini menunjukkan bahwa, dalam proses menghadapi kegundahan hati, seseorang sering kali merasa terpinggirkan dan justru lebih memilih untuk tidak berbagi perasaannya kepada publik. Kepedihan yang dirasakan menjadi pengalaman pribadi yang mungkin sulit untuk dibagikan.
Kesedihan yang Indah
Pernyataan "begitu indahnya kesedihan" dalam lirik mencerminkan paradoks dalam perjalanan emosional. Di satu sisi, kesedihan adalah sesuatu yang menyakitkan, tetapi di sisi lain, ada keindahan yang bisa ditemukan dalam proses merasakannya—sebuah refleksi tentang pengalaman hidup. Lagu ini seolah mengajak pendengar untuk menerima kesedihan sebagai bagian yang wajar dari kehidupan.
Realitas Kehidupan Modern
Frasa "hal yang wajar di umur sekarang" menekankan bahwa segala kecemasan dan rasa sakit ini adalah bagian dari perjalanan hidup yang normal bagi banyak orang di usia muda. Setiap individu yang beranjak dewasa pasti menghadapi tekanan sosial, ekspektasi, dan mungkin juga kehilangan. Dalam konteks ini, lagu ini menjadi suara bagi mereka yang merasa terisolasi dalam kesedihan dan kebingungan di tengah lingkungan yang terus berubah.
Secara keseluruhan, "Hal Yang Wajar Di Umuran Kita Sekarang" adalah refleksi mendalam tentang kehidupan, eksistensi, dan perjalanan emosional yang dihadapi oleh generasi muda. Dengan lirik yang sederhana namun kuat, The Jansen berhasil menciptakan karya yang bukan hanya merupakan hiburan, tetapi juga sebuah cermin bagi kehidupan banyak orang.










































