
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Sepersekian detik aku memikirkan
Keseharian yang penuh dengan kesialan
Keberadaan hal yang tak memungkinkan
Namun sepertinya sudah direncanakan
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan reflektif seseorang yang sedang merenungkan keh... tampilkan semua
Aaaaa, hal yang tak wajar
Aaaaa, sudah tak lagi wajar
Makna lirik lagu ini mengungkapkan perasaan ketidaknormalan atau keanehan dalam situasi ya... tampilkan semua
Di umuran kita semakin berkisar
Di umuran kita semakin berkisar
Makna lirik lagu ini mencerminkan perjalanan waktu dan perubahan yang dihadapi oleh indivi... tampilkan semua
Jauh dari sebelum itu sempat tertunda
Kita berbagi pandangan yang berbeda
Terlalu cepat terlelap di dalam kereta
Menunjukan sudah semakin menua
Makna lirik lagu ini menggambarkan pengalaman seseorang yang merasakan perbedaan pandangan... tampilkan semua
Aaaaa, kita
Aaaaa, kita
Makna lirik lagu ini mengungkapkan perasaan kebersamaan dan kedekatan yang kuat di antara ... tampilkan semua
Di umuran kita semakin berkisar
Di umuran kita semakin berkisar
Di umuran kita semakin berkisar
Di umuran kita semakin berkisar
Makna lirik lagu ini menggambarkan refleksi tentang perjalanan waktu dan bagaimana usia me... tampilkan semua
Semakin berkisar
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan emosional yang penuh dengan kerinduan dan ha... tampilkan semua
Lagu "Sudah Tak Lagi Wajar Di Umuran Kita Berkisar" yang dinyanyikan oleh The Jansen menyuguhkan suatu pandangan yang dalam terhadap kehidupan sehari-hari dan pengalaman yang dialami banyak orang di usia matang mereka. Melalui liriknya, lagu ini menggambarkan perasaan ketidakberdayaan dan refleksi tentang perjalanan hidup yang semakin kompleks seiring bertambahnya usia.
Refleksi Keseharian yang Penuh Kesialan
Diawali dengan lirik, "Sepersekian detik aku memikirkan, Keseharian yang penuh dengan kesialan," seolah mengisyaratkan bahwa dalam sekejap, seseorang dapat merenungkan berbagai kesulitan yang dihadapi dalam rutinitas harian. Hal ini menciptakan rasa empati bagi pendengar, mengingatkan kita bahwa kehidupan tidak selalu berjalan mulus.
Keterbatasan dan Ketidakmungkinan
Menyusulny a, lirik "Keberadaan hal yang tak memungkinkan, Namun sepertinya sudah direncanakan" menawarkan sebuah paradoks. Di satu sisi, ada pengakuan tentang batasan dan kesulitan yang tidak dapat dihindari, tetapi di sisi lain, ada perasaan seolah semua itu adalah bagian dari rencana yang lebih besar. Ini memberikan kesan bahwa kita sering kali terjebak dalam situasi yang tampak sulit, namun mungkin ada tujuan yang lebih dalam di baliknya.
Proses Menua yang Tak Terhindarkan
Selanjutnya, dalam lirik "Terlalu cepat terlelap di dalam kereta, Menunjukan sudah semakin menua," terdapat gambaran tentang proses penuaan yang tidak bisa dicegah. Kereta dapat dilihat sebagai simbol perjalanan hidup, dan terlelapnya seseorang menunjukkan kehilangan kesadaran akan waktu yang berlalu begitu cepat. Ini mengisyaratkan bahwa dalam kebisingan kehidupan, kita kerap kali tidak menyadari bagaimana waktu mempengaruhi diri kita.
Keterasingan di Tengah Tanda Tanya
Pengulangan frasa "Di umuran kita semakin berkisar" menekankan rasa keterasingan dan kebingungan yang mungkin dirasakan di usia ini. Ada kepastian bahwa sesuatu telah berubah, dan banyak dari kita mungkin merasa terjebak dalam siklus yang tidak berujung. Frasa ini menjadi refleksi juga bagi banyak orang yang merasakan krisis identitas di usia tertentu.
Kesimpulan
Lagu ini merangkum pengalaman dan perasaan penuh renungan tentang kehidupan serta tantangan yang datang seiring bertambahnya usia. Melalui lirik yang padat dan dalam, The Jansen berhasil menyampaikan pesan bahwa perjalanan hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan, dan mungkin itu juga yang membuat hidup menjadi lebih manusiawi. Melalui pengulangan dan melodi yang pasti, pendengar diajak untuk merenungkan diri sendiri dan pengalaman mereka.
Dengan demikian, "Sudah Tak Lagi Wajar Di Umuran Kita Berkisar" bukan hanya sebuah lagu; ia adalah sebuah karya yang menggugah pikiran, mengajak pendengar untuk berhenti sejenak dan merenungkan arti dari perjalanan hidup yang telah dilalui.








































