
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Perjalanan yang menakjubkan
Membuka mata pikiranku
Angin laut menyeret langkahku ke seberang
Aku ingin melihat di sana
Di balik bukit yang tandus
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan batin seorang individu yang terinspirasi ole... tampilkan semua
Perjalanan yang menggetarkan
Menggugah hati nuraniku
Seorang bocah merangkak timbunan sampah
Ia mengais sisa makanan
Keringat deras mengucur
Makna lirik lagu ini menggambarkan realitas kehidupan yang sering terabaikan, terutama men... tampilkan semua
Ketika aku tanya ia tersenyum jabat tanganku
Ia tak pernah tahu siapa gerangan ayah-ibunya
Yang masih diingat angin pesisir
Ketika ia dihempas ombak ke pantai
Makna lirik lagu ini menggambarkan suatu pertemuan yang penuh harapan dan kepolosan antara... tampilkan semua
Sejak saat itu yang dia tahu
Setiap hari harus di sini
Berebut sisa dengan cacing dan burung
Untuk menyambung nafas
Dialah anak sampah
Makna lirik lagu ini menggambarkan nasib seorang anak yang tumbuh dalam kondisi yang sanga... tampilkan semua
Semakin jauh ke lembah di bawah cemara aku merenung
Gemercik air pancuran tak memberiku isyarat apa pun
Bayangan anak sampah menghantuiku
Gejala apakah yang tengah terjadi?
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan introspeksi dan keresahan yang dialami seseoran... tampilkan semua
Mungkin Tuhan yang mengirimkan saksi
Bahkan kita tak ambil peduli
Terbuktilah kita semakin jumawa
Mari tanya bayangan di kaca
Ia tak pernah berdusta
Makna lirik lagu ini menggambarkan refleksi tentang kesombongan dan ketidakpedulian manusi... tampilkan semua
Lagu "Kesaksian Anak Sampah" yang ditulis dan dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade adalah sebuah karya yang mengajak pendengar untuk merenungkan kondisi sosial dan kemanusiaan. Melalui liriknya yang puitis, lagu ini menggambarkan perjalanan seorang pengamat yang menyaksikan kehidupan seorang anak yang terjebak dalam limbah dan kemiskinan.
Perjalanan Menyentuh Hati
Diawali dengan deskripsi perjalanan yang menakjubkan, lirik tersebut menciptakan imaji yang kuat tentang penemuan. Pengamat yang menjadi narator dalam lagu ini mengalami perjalanan yang membuka pikirannya. Saat angin laut menyeret langkahnya, keinginan untuk melihat "di balik bukit yang tandus" muncul, menunjukkan rasa ingin tahunya terhadap dunia yang lebih luas.
Kontras Kehidupan
Saat perjalanan itu berlanjut, pengamat menemukan kenyataan yang pahit yang dihadapi seorang bocah peramal yang dikenal sebagai "anak sampah". Lirik yang menggambarkan bocah tersebut merangkak di timbunan sampah memperlihatkan kehidupan yang penuh perjuangan dan keterbatasan. Dengan "mengais sisa makanan", bocah itu berjuang untuk bertahan hidup. Dalam konteks ini, Ebiet G. Ade menggambarkan ketidakadilan sosial yang ada di masyarakat, terutama yang dialami oleh mereka yang terpinggirkan.
Makna Kebersamaan dan Harapan
Kemesraan antara pengamat dan anak tersebut, yang terungkap saat mereka berjabat tangan, menunjukkan sebuah harapan dan solidaritas. Meskipun bocah itu tidak tahu siapa orang tuanya, ia tetap mampu tersenyum dan menunjukkan ketabahan. Hal ini memberikan pesan bahwa di tengah keputusasaan, harapan dan kebersamaan masih dapat ditemukan.
Refleksi Diri dan Panggilan untuk Bertindak
Serangkaian pertanyaan yang muncul dari pikiran pengamat mencerminkan refleksi yang mendalam tentang kehidupan dan tanggung jawab sosial. "Gejala apakah yang tengah terjadi? Mungkin Tuhan yang mengirimkan saksi" menggugah kesadaran kita akan realitas yang ada di sekitar kita. Pesan ini jelas: sebagai manusia, kita memiliki tanggung jawab untuk peduli terhadap sesama, terutama mereka yang kurang beruntung.
Pengesahan Realitas
Di akhir lirik, pernyataan "Ia tak pernah berdusta" menyiratkan pentingnya kejujuran dalam memahami kenyataan hidup. Lirik tersebut mengajak kita untuk melihat ke dalam diri kita sendiri dan bertanya tentang apa yang telah kita lakukan untuk membantu orang-orang di sekitar kita. Dalam konteks yang lebih luas, lagu ini menyerukan kepada kita semua untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan orang lain dan untuk berkontribusi kepada masyarakat dengan cara yang lebih positif.
Secara keseluruhan, "Kesaksian Anak Sampah" adalah sebuah karya yang sarat makna, menggugah nurani, dan menyadarkan kita akan pentingnya empati serta aksi nyata terhadap mereka yang berada dalam kesulitan. Melalui liriknya yang kuat dan emosional, Ebiet G. Ade berhasil menyampaikan pesan yang mendalam tentang kemanusiaan dan keadilan sosial.











































