
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Berhentilah sebelum terlambat
Kau terjerumus semakin jauh
Berdiri di pinggir kegelapan
Makna lirik lagu ini mengisyaratkan peringatan untuk berhati-hati dalam menjalani kehidupa... tampilkan semua
Di sini, di pancuran yang bening
Coba basuh wajah dan jiwamu
Endapkan hasrat dalam dada
Makna lirik lagu ini menggambarkan upaya untuk menemukan ketenangan dan pembersihan diri d... tampilkan semua
Biarkan asmara tumbuh wajar
Bersemi dan kembang selaras langkah
Tak perlu berebut tulang tanpa isi
Sama dengan berebut kebodohan
Makna lirik lagu ini mengekspresikan pentingnya membiarkan cinta berkembang secara alami t... tampilkan semua
Hemat cintamu
Simpanlah putik jauh di dalam
Taburkan senyuman
Bangkitkan hidup dan gairah
Makna lirik lagu ini menggambarkan pentingnya menjaga cinta dan harapan yang ada dalam dir... tampilkan semua
Berhentilah sebelum terjebak
Dalam lingkaran yang memabukkan
Menyingkirlah dari pusaranya
Makna lirik lagu ini menggambarkan peringatan untuk tidak terjebak dalam kebiasaan atau ko... tampilkan semua
Percayalah pada kebenaran
Ia akan datang menuntunmu
Mengangkatmu dari kegelapan
Mengajakmu dalam ketegaran
Makna lirik lagu ini mengajak pendengar untuk mempercayai kekuatan kebenaran yang pada akh... tampilkan semua
Hemat cintamu
Jangan kau tabur di jalanan
Belibis pun terbang
Kaki berlumpur bertebaran
Makna lirik lagu ini menggambarkan pesan tentang pentingnya menjaga dan menghargai cinta y... tampilkan semua
Lagu "Hemat Cintamu" yang dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade menyajikan sebuah renungan yang mendalam tentang cinta dan kehidupan. Dalam liriknya, terdapat pesan moral yang kuat mengenai pentingnya menjaga dan menghargai cinta yang dimiliki. Lirik-lirik ini mengajak pendengar untuk merenungkan makna cinta yang sejati dan konsekuensi dari tindakan yang dilakukan dalam hubungan.
Peringatan Awal
Diawali dengan kalimat peringatan, "Berhentilah sebelum terlambat," lagu ini menggugah kesadaran untuk mengenali tanda-tanda bahaya dalam cinta. Kau terjerumus semakin jauh menggambarkan kondisi seseorang yang mungkin sudah terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Lirik ini menekankan pentingnya berhenti sejenak untuk merenungi tujuan dan arah dari hubungan yang dijalani.
Refleksi dan Pemandangan Spiritual
Selanjutnya, lirik mengajak pendengar untuk berdiri di "pinggir kegelapan", sebuah simbol dari situasi sulit yang dihadapi. Dalam keadaan ini, penting untuk basuh wajah dan jiwamu—sebuah undangan untuk menyegarkan pikiran dan emosi sebelum melanjutkan langkah. Lirik ini mengisyaratkan bahwa dalam setiap hubungan perlu ada ruang untuk merenung dan membersihkan diri dari berbagai emosi negatif yang mengganggu.
Cinta yang Tumbuh Secara Alami
Pentingnya biarkan asmara tumbuh wajar menjadi inti dari pengharapan yang dinyatakan dalam lagu ini. Cinta sejati tidak boleh dipaksakan, melainkan harus berkembang dengan cara yang alami. Konsep ini sejalan dengan ungkapan bahwa cinta harus bersemi dan kembang selaras langkah, di mana keduanya harus berjalan beriringan.
Melawan Kebodohan dan Kesia-siaan
Lirik selanjutnya mengkritik perilaku berebut cinta dengan cara yang tidak sehat: Tak perlu berebut tulang tanpa isi, sama dengan berebut kebodohan. Dalam konteks ini, "tulang tanpa isi" menggambarkan hubungan yang tidak memiliki kedalaman dan makna. Dengan tegas, penulis lagu menekankan bahwa cinta yang tidak memiliki substansi akan membawa kepada kebodohan dan kesia-siaan.
Pentingnya Menyimpan Cinta
Ajakan untuk hemat cintamu menjadi pengingat bahwa cinta adalah sesuatu yang berharga dan perlu dijaga. Dengan menyimpan putik jauh di dalam, lirik ini menunjukkan bahwa cinta harus diperlakukan dengan penuh perhatian dan kehati-hatian. Ini sejalan dengan gagasan bahwa ketika kita membagikan cinta, seharusnya dalam konteks yang benar dan tidak sembarangan.
Kesadaran dan Penuntun Kebenaran
Pengingat untuk percayalah pada kebenaran menunjukkan betapa pentingnya mengikuti prinsip-prinsip yang benar dalam kehidupan dan cinta. Lirik ini meyakinkan bahwa kebenaran akan menuntun kita keluar dari kegelapan dan memberikan kita kekuatan dalam menghadapi tantangan.
Kesimpulan
Akhi r dari lirik ini menegaskan nuansa kecermatan dalam mengungkapkan cinta: Jangan kau tabur di jalanan. Penggambaran tentang belibis pun terbang dan kaki berlumpur bertebaran menciptakan citra tentang kesia-siaan jika cinta tidak dijaga dengan baik. Dengan demikian, lagu ini bukan hanya menjadi sebuah lagu cinta, tetapi juga sebuah filosofi hidup yang mengajarkan kita untuk lebih menghargai dan memperlakukan cinta dengan bijak.











































