Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 1 tahun lalu
Album Artwork
Di Atas Meja
Folk, Indie, Pop, Singer-songwriter
2017 • 5:29 • Track 2/9
Payung Teduh
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Lagu ini menggambarkan perasaan rindu dan kesedihan yang menghilang seiring berjalannya waktu. Dalam kebisingan dan kebisuan hubungan, ada ketakutan untuk menghadapi luka, meski setiap rasa dapat diciptakan. Akhirnya, ketenangan akan datang di antara rasa gelisah yang menunggu untuk reda.
Makna Lirik
Di atas meja, rindu itu hilang
Dalam kata-kata
Sebentar lagi kita saling lupa

Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kerinduan yang mulai memudar seiring waktu, se... tampilkan semua

Kita menjelma pagi dingin
Yang dipayungi kabut
Tak bisa lagi bercerita apa adanya

Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana yang berkaitan dengan pergeseran waktu dan pera... tampilkan semua

Mengapa takut pada lara
Sementara semua rasa bisa kita cipta?
Akan selalu ada tenang di sela-sela gelisah
Yang menunggu reda

Makna lirik lagu ini mengajak pendengar untuk tidak takut menghadapi rasa sakit atau kesed... tampilkan semua

Di dalam kamar, rindu itu menguap
Dalam kebisuan
Sebentar lagi, kita semakin lupa

Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan mendalam akan kehilangan dan kerinduan yang ter... tampilkan semua

Kita menjelma kebisuan
Yang tak bisa diungkap
Tak bisa lagi bercerita apa adanya

Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan dalam diri yang terjebak dalam kesunyian dan ke... tampilkan semua

Di tiap langkah, rindu kita menghilang
Penuh keraguan
Lalu, kita pun sungguh semakin lupa
Oh-oh-oh

Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kehilangan dan kerinduan yang mendalam dalam s... tampilkan semua

Kita menjelma kebisuan
Yang tak kunjung terungkap
Tak bisa lagi bercerita apa adanya

Makna lirik lagu ini mencerminkan ketidakmampuan seseorang untuk mengungkapkan perasaan da... tampilkan semua

Oh-oh-wo-oh-oh-oh
Oh-oh-wo-oh-oh-oh

Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kegembiraan dan kelegaan yang mendalam, seolah ... tampilkan semua

Review Lagu

Lagu "Di Atas Meja" yang dipopulerkan oleh Payung Teduh memberikan nuansa melankolis yang mendalam, melalui lirik-liriknya yang puitis. Melalui karya ini, band yang dikenal dengan musik akustik dan lirik menggugah hati ini berhasil menyampaikan tema rindu dan kehilangan yang dialami oleh seseorang dalam konteks hubungan yang penuh kerentanan.

Tema Rindu dan Kehilangan

Di bagian awal lirik, kita menyaksikan gambaran rindu yang disampaikan dengan indah:

  • “Di atas meja, rindu itu hilang”
  • “Dalam kata-kata, sebentar lagi kita saling lupa”

Dalam kalimat-kalimat ini, rindu diilustrasikan sebagai sesuatu yang seolah-olah bisa terbang dan menghilang, seiring dengan berjalannya waktu. Frasa “saling lupa” menunjukkan betapa hubungan ini sedang berada dalam kondisi yang rapuh, dimana seiring dengan bertambahnya jarak dan waktu, perasaan antara kedua individu bisa memudar.

Menjelma dalam Kedinginan dan Kebisuan

Pindah ke bait selanjutnya, lirik menggambarkan perasaan kehilangan dan keheningan:

  • “Kita menjelma pagi dingin yang dipayungi kabut”
  • “Kita menjelma kebisuan yang tak bisa diungkap”

Pagi yang dingin dan kabut menciptakan suasana hampa yang menunjukkan kebuntuan dalam komunikasi. Kebisuan menjadi lambang dari ketidakmampuan untuk mengekspresikan perasaan yang sebenarnya, menggambarkan bahwa kadang-kadang keheningan bisa lebih berisik daripada kata-kata. Hubungan yang pernah akrab kini berubah menjadi hampa.

Rasa Takut dan Ciptaan Perasaan

Pertanyaan retoris yang muncul dalam lirik:

  • “Mengapa takut pada lara?”
  • “Sementara semua rasa bisa kita cipta?”

Hal ini menunjukkan sebuah pertentangan internal yang dialami. Rasa sakit (lara) seringkali dihindari, padahal dalam banyak kesempatan justru dari rasa sakit tersebut, kita bisa menciptakan makna baru dalam hidup dan rasa yang lebih dalam. Ini menyiratkan pentingnya keberanian untuk menghadapi perasaan meskipun terasa menyakitkan.

Kesimpulan

La gu "Di Atas Meja" oleh Payung Teduh bukan hanya sekadar melodi yang menyentuh, tetapi juga merupakan eksplorasi mendalam tentang rindu, kehilangan, dan ketakutan. Melalui lirik-lirik yang puitis dan penuh makna, pendengar diajak untuk merenungkan perjalanan emosional yang mungkin kita alami dalam hubungan personal. Kebisuan dan kedinginan yang tergambar dalam lirik menciptakan gambaran yang kuat, bahwa terkadang perasaan yang paling dalam pun bisa terabaikan dalam kesunyian. Dengan sentuhan artistik yang khas, Payung Teduh menunjukkan bahwa meskipun ada jarak, selalu ada harapan untuk menemukan ketenangan di antara gelisah yang kita rasakan.

Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto