
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Ala rini le upatudang mulujajareng rilaimmu
Tenna io mi anriq ponrato
Mulu jajareng risao den raman urunge
Sining anukku, anummu maneng anri
Mugiling pale pangiak rupa maboja
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan yang dalam dan rasa cinta yang tulus terhadap... tampilkan semua
Malam yang gelap
Dan dingin yang kau damba-dambakan
Dengan apa akan engkau habiskan?
Bersama mimpi yang kau rekayasa
Atau doa-doa yang kau pinta dalam takut
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana malam yang kelam dan hening, yang menciptakan p... tampilkan semua
Di tembok yang tinggi dan berlumut itulah
Segala peristiwa ikut melapuk
Kita menguap seperti kabut
Kita hanya sebentar
Sejenak adalah usia kita
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan hidup yang singkat dan sementara, seolah-ola... tampilkan semua
Datang dan menguap begitu saja
Hanya aromanya yang tertanam di kepala
Seberapa banyak kau hirup malam ini, kasih?
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan yang kompleks dalam menjalin hubungan, di mana... tampilkan semua
Suara hujan merdu di garasi yang basah
Petikan sitar lincah dalam rentak tabla
Kau sungguh kontras malam ini
Mengalun di sela rintik rindu yang sengit
Menarilah denganku
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana yang romantis dan penuh emosi, di mana suara hu... tampilkan semua
Hah!
Pesanku pada malam-malam yang tenang dan sunyi
Mintalah lewat doa yang kau ucap dengan mesra
Ialah Sang Maha
Pelukan-Nya menyentuh sukma
Makna lirik lagu ini menggambarkan kedamaian dan kekuatan yang dapat ditemukan dalam pengh... tampilkan semua
Lagu "Kita Hanya Sebentar" dari Payung Teduh menyuguhkan sebuah karya yang mendalam dan penuh refleksi tentang kehidupan dan waktu. Melalui liriknya yang puitis, lagu ini mengajak pend dengarnya untuk merenungkan hakikat eksistensi manusia, cinta, dan perasaan akan kebersamaan yang sementara. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa elemen kunci dari lirik lagu ini yang memberikan nuansa dan makna yang kaya.
Kontras Malam dan Perasaan
Diawali dengan gambaran malam yang gelap dan dingin, lirik ini menciptakan suasana yang mendalam. "Malam yang gelap dan dingin yang kau damba-dambakan" mencerminkan kerinduan akan sebuah ketenangan atau mungkin sebuah pelarian dari kesibukan sehari-hari. Malam seringkali diartikan sebagai waktu untuk introspeksi, dan lirik ini menunjukkan bagaimana kita berusaha mengisi keheningan dengan mimpi dan doa.
Refleksi tentang Waktu
Salah satu tema sentral dari lagu ini adalah kesadaran akan sifat temporer dari kehidupan. "Kita hanya sebentar, Sejenak adalah usia kita" menekankan bahwa keberadaan kita di dunia ini adalah sesuatu yang singkat. Pernyataan ini mengajak pendengar untuk menghargai setiap momen yang ada dan menyadari bahwa semua yang kita alami pada akhirnya akan berlalu.
Kesedihan dalam Kenangan
Kehadiran kenangan yang tidak bisa dipisahkan dari perasaan kehilangan juga terlihat dalam lirik tersebut. "Hanya aromanya yang tertanam di kepala" menggambarkan bagaimana ingatan akan seseorang atau sesuatu tetap melekat meski fisik atau saat itu telah berlalu. Ini dapat diartikan sebagai pengingat akan pentingnya mengenang momen-momen berharga meskipun hidup tidak selalu permanen.
Penggambaran Perasaan yang Dalam
Di bagian lain dari lagu ini, ada penggambaran indah tentang cinta dan kerinduan. "Suara hujan merdu di garasi yang basah, Petikan sitar lincah dalam rentak tabla" memperlihatkan nuansa estetika yang berfungsi menciptakan suasana romantis. Hubungan antara kedua insan digambarkan sebagai sebuah tarian seiring dengan melodinya, yang menunjukkan keterikatan emosional yang kuat di dalam cinta.
Doa dan Harapan
Kendati ada kesadaran akan ketidakabadian, lagu ini juga menampilkan harapan melalui "Mintalah lewat doa yang kau ucap dengan mesra, Ialah Sang Maha". Dalam konteks ini, pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan akan adanya kekuatan lebih besar yang mampu melindungi dan memberikan makna di balik setiap kejadian. Ini menyoroti bahwa dalam keterbatasan kita sebagai manusia, kita tetap dapat meminta dan berharap kepada yang Maha Kuasa.
Kesimpulan
Lagu "Kita Hanya Sebentar" oleh Payung Teduh bukan hanya sekadar lagu; ia adalah sebuah karya seni yang menyentuh timbulnya kesadaran akan waktu, perasaan, serta eksistensi manusia. Lewat liriknya yang puitis, kita diundang untuk merenungkan arti dari momen-momen yang kita miliki dan pentingnya menghargai perjalanan hidup ini. Melalui keindahan lirik dan melodi yang mendayu-dayu, lagu ini berhasil menyentuh hati banyak orang dan menjadi pengingat akan betapa berharganya waktu yang kita miliki bersama.













































