
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Lihat kerinduan itu
Menjelma sungai yang airnya
Sering kau teguk
Tepian tempatmu menangis
Dalam gelap
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kerinduan yang mendalam dan menyakitkan, diiba... tampilkan semua
Lambaian tangan kasih
Meluruhkan segala mimpi
Yang didambakan
Sirna hasrat untuk bercinta
Jejak langkahmu hilang
Pudar
Sinar bulan
Sembunyikan segala cerita
Yang mungkin telah kau simpan
Sirna dalam kelam
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kehilangan dan kerinduan yang mendalam akibat h... tampilkan semua
Singgahlah sejenak
Menepilah, wahai tuan
Berpeluh lukamu nan muram
Hiduplah asa
Makna lirik lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan kondisi kehidupan yang penuh den... tampilkan semua
Langkah kaki kasih pergi
Meluruhkan segala mimpi
Yang didambakan
Sirna hasrat untuk bercinta
Jejak langkahmu hilang
Pudar
Sinar bulan
Sembunyikan segala cerita
Yang mungkin telah kau kecap
Punah dalam kelam
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan duka dan kehilangan akibat perpisahan. Dengan ... tampilkan semua
Singgahlah sejenak
Menepilah, wahai tuan
Berpeluh lukamu nan muram
Hiduplah asa
Purnalah rasa
Makna lirik lagu ini mengekspresikan harapan dan dorongan untuk sebentar berhenti dari kes... tampilkan semua
(Musik)
Makna lirik lagu ini terletak pada perjalanan emosional yang menggambarkan rasa cinta, ker... tampilkan semua
Lagu "Muram" yang dibawakan oleh Payung Teduh adalah sebuah karya yang menghadirkan nuansa melankolis dengan lirik yang puitis. Melalui kata-kata yang indah, lagu ini menyampaikan kegalauan dan kerinduan hati yang mendalam. Dalam artikel ini, kita akan membahas makna serta aspek-aspek lain dari lirik lagu tersebut secara mendalam.
Kerinduan yang Mengalir Seperti Sungai
Diawali dengan penggambaran kerinduan yang terlihat seperti sungai, lirik pertama menciptakan sebuah visualisasi yang kuat. "Lihat kerinduan itu, menjelma sungai yang airnya sering kau teguk" menggambarkan bagaimana kerinduan bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sungai pun menjadi simbol aliran emosi yang tak terputus, mencerminkan kesedihan yang kerap menghampiri ketika mengenang masa-masa indah.
Kesedihan yang Terluka
Selanjutnya, lirik dalam bait kedua menyentuh aspek kesedihan dan tangisan. "Tepian tempatmu menangis dalam gelap" memberikan kesan bahwa ada memori yang terpendam di masa lalu, yang mungkin mengantarkan seseorang pada perasaan duka yang dalam. Gelap di sini bisa dimaknai sebagai masa-masa sulit yang tak ingin dikenang tetapi sulit untuk dilupakan.
Harapan dan Keberanian untuk Berdiri Kembali
Perpindahan dari kesedihan kemudian dihadirkan dengan "Singgahlah sejenak, menepilah, wahai tuan", yang mengajak seseorang untuk berhenti sejenak dan merenungkan perasaannya. Dalam konteks ini, ada nuansa harapan untuk memperbaharui diri. Ketika lirik berbicara tentang "Berpeluh lukamu nan muram, hiduplah asa", gambaran ini menunjukkan pentingnya berjuang meski dalam keadaan yang sulit, memupuk kembali rasa percaya diri dan harapan di tengah kepedihan.
Pergi dan Hilangnya Cinta
Konflik emosi yang kuat terlihat pada bait yang menceritakan tentang kepergian. "Langkah kaki kasih pergi, meluruhkan segala mimpi" menunjukkan kehilangan yang dialami akibat perpisahan. Cerita cinta yang tadinya indah kini sirna dan digantikan dengan rasa kerinduan yang menyakitkan. Kepergian ini berimplikasi pada hancurnya harapan dan impian yang pernah ada.
Sinar Bulan sebagai Simbol Penutup
Di bagian akhir lagu, simbol "sinar bulan" memberikan nuansa misteri terhadap cerita yang mungkin telah berlalu. "Sembunyikan segala cerita yang mungkin telah kau simpan" mengindikasikan bahwa ada banyak kenangan yang terpendam dalam ingatan, yang takkan pernah sepenuhnya bisa ditangkap atau diceritakan. Hal ini merefleksikan bagaimana kadang, beberapa pengalaman hanya bisa dipendam dalam hati tanpa bisa diungkapkan.
Kesimpulan
La gu "Muram" dari Payung Teduh adalah sebuah karya yang tidak hanya menyentuh sisi emosional pendengarnya, tetapi juga menghadirkan keindahan dalam lirik puitisnya. Melalui transformasi kerinduan, kehilangan, dan harapan, lagu ini berhasil menggambarkan perjalanan emosi manusia yang kompleks. Dengan lirik yang mendalam, "Muram" tetap menjadi salah satu karya yang layak diapresiasi bagi mereka yang merasakan keindahan sekaligus pahitnya cinta.













































