
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Seandainya bisa terbang dari jendela
Menjemputmu
Lalu kuajak kau berkeliling
Dengan terbang yang laju
Makna lirik lagu ini menggambarkan sebuah keinginan yang mendalam untuk merasakan kebersam... tampilkan semua
Tapi ku yakin
Kau pasti sering merasakannya
Atau kita bisa berakhir di pantai
Di siang yang terik
Makna lirik lagu ini menggambarkan harapan dan keyakinan seseorang akan adanya perasaan ya... tampilkan semua
Kau rasakan pasirnya panas di pijakkan
Saat sesekali air laut menjilati kakimu
Yang indah, ha-ah
Makna lirik lagu ini menggambarkan keindahan momen sederhana saat merasakan kehangatan pas... tampilkan semua
Kau sibuk menikmati semuanya
Sementara aku gelisah
Kar′na kegirangan, bisa berdua denganmu
Di ujung-ujung waktu ini
Di sisa-sisa kebahagiaan yang hampir habis
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan seorang yang merasa terabaikan dalam sebuah hu... tampilkan semua
Kau sibuk menikmati semuanya
Sementara aku gelisah
Kar'na kegirangan, bisa berdua denganmu
Di ujung-ujung waktu ini
Di sisa-sisa kebahagiaan yang hampir habis
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kegelisahan dan kerinduan yang dialami seseora... tampilkan semua
Lagu "Sisa Kebahagiaan" yang dinyanyikan oleh Payung Teduh dan Ichamalia menyuguhkan sebuah narasi emosional yang menggugah perasaan. Lewat lirik yang puitis, lagu ini menangkap esensi dari kebersamaan dan keindahan moment yang dituai dalam hidup, serta kesadaran akan keterbatasan waktu. Dalam ulasan ini, kita akan membahas makna dan arti dari lirik-lirik yang ada, serta bagaimana lagu ini mampu menghadirkan emosi yang dalam kepada pendengarnya.
Pesan Utama di Balik Lirik
Lirik lagu ini dimulai dengan keinginan untuk terbang dan menjelajahi dunia bersama orang tercinta. "Seandainya bisa terbang dari jendela menjemputmu." Kalimat ini mencerminkan harapan dan aspirasi untuk melampaui batasan-batasan fisik. Ikon terbang melambangkan kebebasan dan kemungkinan tak terbatas, sementara "jendela" menunjukkan sebuah titik pandang yang terbuka terhadap pengalaman baru.
Selanjutnya, keinginan untuk "berkeliling dengan terbang yang laju" merujuk pada hasrat untuk menikmati waktu bersama, menggambarkan kebahagiaan yang diperoleh dari kebersamaan tersebut. Namun, di balik suasana indah ini, terdapat kesadaran bahwa kebahagiaan itu tidak akan selamanya ada. "Di sisa-sisa kebahagiaan yang hampir habis" menunjukkan bahwa setiap momen berharga akan memiliki batasnya. Ini membuat kita lebih menghargai saat-saat yang ada.
Konflik Emosional
Salah satu elemen menarik dalam lirik ini adalah pertentangan antara kebahagiaan dan kegelisahan. Di satu sisi, ada rasa "kegirangan" saat berada bersama orang tercinta, namun di sisi lain, terdapat perasaan gelisah yang mengganggu. "Kau sibuk menikmati semuanya sementara aku gelisah" menggambarkan bagaimana satu individu mungkin lebih fokus pada keindahan momen, sementara yang lain merasa khawatir tentang waktu yang berlalu.
Konsep ini semakin diperjelas ketika menggambarkan momen di pantai. "Kau rasakan pasirnya panas di pijakkan saat sesekali air laut menjilati kakimu yang indah" menambahkan elemen fisik dan sensorik yang mendalam, mengajak pendengar untuk merasakan keindahan tersebut. Pasir dan air laut menjadi simbol dari indahnya pengalaman bersama, tetapi tetap dalam sadar akan kesunguhan waktu.
Kesadaran Terhadap Waktu
Lirik ". . . Di ujung-ujung waktu ini, di sisa-sisa kebahagiaan yang hampir habis" menggambarkan ide bahwa kebahagiaan dan keindahan tidak abadi. Penggunaan kata "sisa-sisa" menunjukkan bahwa kita harus menghargai setiap momen, karena tidak ada yang tahu kapan kebahagiaan itu akan berakhir. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk menyadari bahwa setiap pengalaman, setiap tawa, dan setiap air mata menjadi bagian dari perjalanan hidup.
Kesimpulan
Lagu "Sisa Kebahagiaan" oleh Payung Teduh dan Ichamalia sukses menyampaikan pesan yang kuat tentang menghargai setiap momen yang kita miliki. Dari liriknya yang puitis dan penuh perasaan, pendengar dibawa merasakan berbagai emosi, dari kebahagiaan yang murni hingga kesedihan yang mendalam akan akhir dari kebahagiaan tersebut. Dalam dunia yang seringkali sibuk dan penuh tekanan, lagu ini menjadi pengingat untuk menikmati perjalanan dan menghargai orang-orang tercinta di sekitar kita.













































