
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Kita adalah sepasukan burung garuda jantan
Yang hendak merebut kota
Dari cengkeraman kaum munafik
Hmm, loba dan tamak
Makna lirik lagu ini mencerminkan semangat perjuangan dan keberanian sekelompok individu y... tampilkan semua
Seharian kuku-kuku kita telah tajam diasah
Bakal merobek topeng-topeng manis
Kedok dari kebusukan dan kelicikan
Hmm, segera hentikan
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjuangan dan kesiapan untuk menghadapi kebenaran yang... tampilkan semua
Sejak kemarin di kota ini telah penuh dengan kekotoran
Bau bangkai tanpa terlihat mayat, bau wangi tanpa ada kembang
Buktikanlah bahwa kemerdekaan bukan hanya sebuah sandiwara
Bersaksilah bahwa kemerdekaan benar-benar telah jadi milik kita
Makna lirik lagu ini mencerminkan keprihatinan terhadap kondisi sosial dan politik di suat... tampilkan semua
Kita mencoba jadi seperangkat alat untuk membasmi
Tikus dan rayap, nyamuk dan lalat
Semua pengkhianat di tanah ini
Hmm, di negeri ini
Makna lirik lagu ini mencerminkan semangat perjuangan dan upaya kolektif untuk membersihka... tampilkan semua
Lagu 'Orator' yang diciptakan oleh Ebiet G. Ade merupakan sebuah karya yang penuh dengan makna dan simbolisme, mengangkat tema perjuangan dan kemerdekaan. Melalui lirik yang padat dan penuh emosi, Ebiet mengajak pendengar untuk merenungkan kondisi sosial dan politik yang tengah melanda bangsa.
Simbol Burung Garuda
Dalam pembukaan lagu, terdapat penggambaran sepasukan burung garuda jantan yang hendak merebut kota. Burung Garuda sebagai simbol negara Indonesia, melambangkan kekuatan dan keberanian. Pemilihan simbol ini menunjukkan aspirasi untuk mengusir 'kaum munafik' yang mencerminkan sifat loba dan tamak, yang tidak jarang kita temui dalam realitas masyarakat.
Kritik Sosial
Lirik yang menyebutkan tentang 'topeng-topeng manis' dan 'kedok dari kebusukan dan kelicikan' mengisyaratkan munculnya kritik terhadap individu yang berpura-pura baik, tetapi sebenarnya membawa keburukan. Ini menjadi refleksi bahwa, di balik wajah yang indah, sering kali tersembunyi niat dan tindakan yang merugikan masyarakat.
Bau Kekotoran dalam Kota
Meski tidak terlihat secara langsung, lirik menyebutkan 'bau bangkai tanpa terlihat mayat' dan 'bau wangi tanpa ada kembang' memberikan kesan bahwa masalah di kota ini sangat mendalam dan melekat. Ini menandakan bahwa kondisi negatif dalam masyarakat tidak selalu tampak, namun kehadirannya begitu nyata dan merusak. Situasi ini menuntut kita untuk lebih waspada dan kritis terhadap kondisi sekitar.
Makna Kemerdekaan
Pernyataan bahwa 'kemerdekaan bukan hanya sebuah sandiwara' adalah seruan untuk bangkit dari ketidakbenaran dan memperjuangkan hak yang seharusnya dimiliki. Ebiet G. Ade menekankan pentingnya membuktikan bahwa kemerdekaan yang diperjuangkan bukan hanya retorika belaka, melainkan sebuah realitas yang harus diperjuangkan dan dijaga oleh seluruh rakyat.
Melawan Pengkhianat
Dalam konteks lebih luas, penyebutan tentang 'tikus dan rayap, nyamuk dan lalat' merujuk kepada pengkhianat yang menggerogoti bangsa dari dalam. Ebiet mengajak kita untuk berperan aktif dalam 'membasmi' berbagai bentuk pengkhianatan yang menghancurkan semangat kemerdekaan dan persatuan.
Kesimpulan
Lagu 'Orator' adalah sebuah karya yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya perjuangan untuk negeri. Dengan lirik yang puitis dan penuh makna, Ebiet G. Ade menanamkan pesan moral yang mendalam tentang perjuangan, kemerdekaan, dan kewajiban kita sebagai warga negara untuk menjaga serta memperjuangkan keutuhan bangsa. Karya ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah buah dari perjuangan bersama, yang harus kita jaga dan rawat dengan sebaik-baiknya.














































