
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Dengar suara angin berdesau semilir
Menyentuh legam lenganku telanjang
Tengah duduk menunggu fajar
Semburat sinar merah matahari
Makna lirik lagu ini menggambarkan momen kedamaian dan harapan saat menunggu fajar, yang d... tampilkan semua
Lihat pucuk-pucuk daunan melambai
Berbagai kenangan silih berganti
Mengisi jiwa, menguak dada
Kepak kelelawar pecahkan bintang
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan hidup yang dipenuhi oleh kenangan-kenangan y... tampilkan semua
Ingin aku sapa sekejap Kau sirna
Seperti ditelan bianglala
Getar batang pinus gelombang samudra
Teguhkan bibirku sebut nama-Mu
Makna lirik lagu ini mencerminkan kerinduan dan pencarian spiritual yang mendalam. Ungkapa... tampilkan semua
Dengar derap langkah serentak terhenti
Menyimak lirih bisikan kalbuku
Ada yang tertinggal, ada yang hilang
Begitu kelam dan sangat dalam
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kehilangan dan kerinduan yang mendalam, di mana... tampilkan semua
Tinggal sepotong ranting erat kugenggam
Tolong, sambutlah persembahan ini
Heningnya malam bekukan embun
Biduk telah sarat dan kutambatkan
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kerinduan dan kesepian yang dalam, di mana pen... tampilkan semua
Lagu "Biduk Telah Sarat Dan Kutambatkan" karya Ebiet G. Ade merupakan sebuah karya yang sarat makna dan emosional, menggambarkan perjalanan jiwa yang mendalam. Melalui lirik-liriknya yang puitis, Ebiet G. Ade berhasil menghadirkan nuansa yang reflektif dan menyentuh hati pendengar. Dalam artikel ini, kita akan mengulas makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut.
Kesunyian dan Keindahan Alam
Diawali dengan deskripsi alam yang indah, lirik "Dengar suara angin berdesau semilir" menciptakan suasana tenang dan damai. Gambarannya yang sederhana namun kuat, menggambarkan bagaimana alam mampu memberikan ketenangan bagi jiwa yang sedang resah. Elemen alam seperti angin, fajar, dan daunan melambai menjadi simbol dari harapan dan kerinduan.
Kenangan dan Kerinduan
Pergantian "berbagai kenangan silih berganti" menunjukkan proses refleksi diri. Kenangan-kenangan ini seolah mengisi kekosongan jiwa, menandakan perjalanan emosional yang kompleks. Lirik ini menggambarkan bagaimana kenangan dapat mempengaruhi keadaan mental seseorang; terkadang membawa kebahagiaan, tetapi di lain waktu bisa menyakiti. Aspirasi untuk "sapa sekejap Kau sirna" menciptakan rasa kerinduan terhadap sosok yang telah pergi, seolah menginginkan momen-momen indah kembali hadir dalam hidupnya.
Keterhubungan dengan Tuhan dan Harapan
Setelah menggambarkan kesedihan dan kerinduan, lirik menyiratkan keinginan untuk kembali terhubung dengan Sang Pencipta, terutama dengan "Teguhkan bibirku sebut nama-Mu". Ungkapan ini menekankan pentingnya spiritualitas dalam menghadapi kesedihan dan kehilangan. Dalam segenap keraguan dan ketidakpastian, pengharapan akan Tuhan menjadi sumber kekuatan untuk melanjutkan hidup.
Kesadaran akan Kehilangan
Puncak emosi lagu ini tertuang dalam lirik "Ada yang tertinggal, ada yang hilang", yang mencerminkan pengalaman mendalam akan kehilangan. Lirik ini bukan hanya berbicara tentang kehilangan fisik tetapi juga kehilangan makna dalam hidup. Keterpurukan dalam "Begitu kelam dan sangat dalam" menunjukkan betapa merasuknya perasaan kehilangan, dan betapa sulitnya untuk melanjutkan hidup setelahnya.
Simbol Perjuangan dan Persembahan
Lirik "Tinggal sepotong ranting erat kugenggam" mencerminkan semangat perjuangan meskipun dalam keadaan yang sulit. Ranting sebagai simbol kekuatan bertahan hidup, meskipun tampak rapuh dan kecil. "Tolong, sambutlah persembahan ini", merupakan permohonan hati yang tulus untuk diterima dan dipahami, menunjukkan kerentanan sekaligus harapan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, "Biduk Telah Sarat Dan Kutambatkan" adalah refleksi mendalam tentang kehidupan, kasih sayang, kehilangan, dan harapan. Melalui simbolisme yang kuat dan lirik puitisnya, Ebiet G. Ade berhasil menyampaikan pesan yang universal dan dapat dirasakan oleh siapa saja. Lagu ini mengijinkan pendengar untuk merenungkan perjalanan batin mereka sendiri, menjadikan setiap nada dan liriknya lebih dari sekadar sebuah lagu, melainkan sebuah karya seni yang dapat membawa penyembuhan.














































