
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Jangan coba bicara, mari kita renungkan
Di dalam sepiku, kau diam
Terkubur di batas langit, tersapu debu jalanan
Semua duka kita tinggal
Makna lirik lagu ini mengungkapkan refleksi mendalam tentang perasaan kehilangan dan kesed... tampilkan semua
Nampaknya mendung segera lewat, matahari bersinar
Semuanya telah dirancang untuk menyambut kita
Tersenyumlah, mari tersenyum
Hari ini milik kita
Makna lirik lagu ini menggambarkan harapan dan kebangkitan yang terjadi setelah masa-masa ... tampilkan semua
Du-du-du-du-du, hm-hm-hm-hm, huu
Makna lirik lagu ini mencerminkan ekspresi kebebasan dan kelegaan yang datang dari pengala... tampilkan semua
Jangan paksa menangis, mari kita fikirkan
Sejarah usang kita buang
Senandungkan satu lagu agar semua kembang mekar
Harumkan jiwa cinta kita
Makna lirik lagu ini mengajak pendengar untuk meninggalkan kesedihan dan trauma masa lalu,... tampilkan semua
Dengar aku yang bernyanyi pasti bagi kamu
Ikrarkan kita lagi bertengkar
Pegang erat tanganku dan jangan lepaskan
Ikatkan benang kasih sayang
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kerinduan dan harapan untuk memperbaiki hubung... tampilkan semua
Du-du-du-du-du, hmm-mm, huu-huu
Makna lirik lagu ini mencerminkan ekspresi emosi yang sederhana namun mendalam melalui pen... tampilkan semua
Lagu "Nyanyian Cinta Satu Ketika" yang dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade adalah sebuah karya yang penuh dengan makna dan emosi. Dengan lirik yang puitis, lagu ini berhasil menyampaikan pesan tentang cinta, harapan, dan refleksi dalam hubungan. Mari kita menganalisis makna dan pesan yang terkandung dalam liriknya.
Refleksi Dalam Keheningan
Pada awal lirik, terdapat ajakan untuk merenungkan kondisi diri dan hubungan yang ada. Ungkapan "Jangan coba bicara, mari kita renungkan" menunjukkan bahwa terkadang keheningan lebih berarti dibandingkan kata-kata. Dalam hubungan, saat kondisi terasa kalut, merenung dan introspeksi menjadi langkah penting untuk menemukan jalan terbaik.
Melepaskan Duka
Selanjutnya, lirik berlanjut dengan tema melepaskan duka dan mengingat masa-masa baik dalam hubungan. Frasa "Terkubur di batas langit, tersapu debu jalanan" menggambarkan betapa pentingnya untuk melupakan kenangan pahit agar bisa melanjutkan hidup. "Semua duka kita tinggal" mengisyaratkan keinginan untuk bergerak ke depan tanpa beban masa lalu.
Janji dan Komitmen
Dalam penggalan "Dengar aku yang bernyanyi pasti bagi kamu, ikrarkan kita lagi bertengkar", terdapat keinginan untuk menghidupkan kembali komitmen dalam hubungan. Meskipun ada konflik, lagu ini mengajak pendengar untuk tetap yakin akan cinta yang mengikat. Penyanyi meminta agar pasangannya "Pegang erat tanganku dan jangan lepaskan", yang menunjukkan pentingnya dukungan dan kehadiran satu sama lain dalam menjalani kehidupan.
Harapan dan Kebahagiaan
Menariknya, ada nuansa optimisme yang kuat dalam lirik. Bahwa "Nampaknya mendung segera lewat, matahari bersinar" mencerminkan harapan bahwa setelah masa sulit, kebahagiaan akan datang. Lirik tersebut membawa semangat bahwa setiap hubungan pasti memiliki pasang surutnya, tetapi ada selalu harapan untuk hari-hari yang lebih baik.
Merayakan Cinta
Puncak dari lagu ini adalah ajakan untuk merayakan cinta. Dengan ungkapan "Tersenyumlah, mari tersenyum, hari ini milik kita", pesan yang disampaikan adalah untuk menikmati setiap momen yang dimiliki dalam hubungan. Senyuman menjadi simbol kebahagiaan dan penerimaan atas segala yang ada.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, lagu "Nyanyian Cinta Satu Ketika" membawa pendengar pada perjalanan emosional yang kaya akan makna. Dari refleksi, melepaskan duka, berkomitmen, hingga merayakan cinta, semuanya tersampaikan dalam lirik yang sederhana namun mendalam. Ebiet G. Ade berhasil menyentuh hati setiap pendengar dengan pesan tentang cinta yang sejati dan harapan yang tak pernah pudar.














































