
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Bila kita tak segan mendaki
Lebih jauh lagi
Kita akan segera rasakan
Betapa bersahabatnya alam
Makna lirik lagu ini menggambarkan semangat petualangan dan eksplorasi alam yang penuh kei... tampilkan semua
Setiap sudut seperti menyapa
Bahkan teramat akrab
Seperti kita turut membangun
Seperti kita yang merencanakan
Makna lirik lagu ini menggambarkan kedekatan dan keterikatan emosional antara seseorang de... tampilkan semua
Pucuk-pucuk pinus seperti berebut
Bergesek, berdesak, berjalin tangan
Ranting kering luruh adalah nyanyian
Selaksa puisi bergayut di dahan
Leburlah di sini
Kini tinggal menunggu
Datang hembusan angin
Sempurnalah segalanya
Makna lirik lagu ini mencerminkan keindahan dan kehalusan alam serta hubungan harmonis ant... tampilkan semua
Bila kita tak segan menyatu
Lebih erat lagi
Kita akan segera percaya
Betapa bersahajanya alam
Makna lirik lagu ini mencerminkan semangat persatuan dan kekompakan dalam hubungan antar m... tampilkan semua
Lumpur kering adalah pedoman
Untuk temukan jalan
Dan butir embun adalah lentera
Dalam segenap kegelapan
Makna lirik lagu ini mencerminkan perjalanan hidup yang penuh liku dan tantangan, di mana ... tampilkan semua
Lagu "Senandung Pucuk - Pucuk Pinus" karya Ebiet G. Ade merupakan penggambaran syair yang cukup dalam mengenai hubungan antara manusia dan alam. Melalui lirik yang puitis dan metaforis, Ebiet mengajak pendengarnya untuk merenungkan keindahan serta kedamaian yang dapat ditemukan di tengah alam. Artikel ini akan mengupas makna dan pesan yang terkandung dalam lirik-liriknya.
Pentingnya Mendaki dan Menghargai Alam
Lirik pertama mencerminkan semangat untuk tidak segan mendaki lebih jauh lagi. Hal ini bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi melambangkan keinginan untuk mengeksplorasi dan memahami alam dengan lebih dalam. “Kita akan segera rasakan betapa bersahabatnya alam”, ungkapan ini menunjukkan keyakinan bahwa alam memiliki daya tarik dan keindahan yang akan dirasakan jika kita berani menjalin hubungan dengan lingkungan sekitar.
Persahabatan dengan Alam
Selanjutnya, lirik menggambarkan bagaimana setiap sudut alam “seperti menyapa” dan mengajak kita untuk merasa akrab. “Seperti kita turut membangun” menggambarkan bahwa manusia juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat alam, seiring dengan pengalaman membangun hubungan yang lebih dalam. Di sini, terdapat pesan untuk menghargai keberadaan alam sebagai teman yang setia.
Simfoni Alam
Bagian selanjutnya menyinggung tentang “pucuk-pucuk pinus yang seperti berebut” dan “ranting kering luruh adalah nyanyian”. Representasi ini menciptakan gambaran simfoni alam yang harmonis, di mana setiap elemen saling berinteraksi dan berkontribusi. Ranting dan pucuk-pucuk pinus berkolaborasi dalam sebuah tarian alam yang indah, menunjukkan dinamika kehidupan di hutan. “Selaksa puisi bergayut di dahan” menegaskan bahwa keindahan alam memiliki kisah dan puisi tersendiri yang layak untuk disimak.
Menunggu Hembusan Angin
Ketika di akhir lirik muncul ungkapan “Kini tinggal menunggu datang hembusan angin”, ini menggambarkan momen refleksi, di mana segala sesuatu telah disiapkan dan kini hanya menunggu kehendak alam. “Sempurnalah segalanya” menunjukkan harapan bahwa setelah kita berusaha untuk terhubung dengan alam dan menjalani proses tersebut, akan ada pencapaian yang bisa dirasakan.
Pentingnya Menyatu
Dalam lirik yang berulang, ada penekanan pada pentingnya menyatu dengan alam lebih erat lagi. “Betapa bersahajanya alam” menyiratkan bahwa kehidupan ini sesungguhnya sederhana. Hal ini mengajak kita untuk tidak complicated, melainkan bersyukur dan menikmati setiap momen yang ada.
Secara keseluruhan, lagu "Senandung Pucuk - Pucuk Pinus" menawarkan refleksi mendalam tentang hubungan manusia dengan alam, ajakan untuk menghargai lingkungan, dan menemukan keindahan dalam kesederhanaan. Dengan lirik yang penuh makna, Ebiet G. Ade berhasil menciptakan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan yang menyentuh hati.














































