Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 11 bulan lalu
Album Artwork
Naik Naik Ke Puncak Gunung
Indorock, Pop
1998 • 1:51 • Track 5/16
Slank
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Makna lagu ini Kritik sosial terhadap ketimpangan dan korupsi, menggambarkan penguasa yang selalu naik ke puncak kekuasaan dan keuntungan tanpa peduli penderitaan rakyat, serta beban utang dan harga yang semakin tinggi, sehingga menciptakan ketidakadilan dan penderitaan masyarakat.
Makna Lirik
Naik-naik ke puncak gunung!
Sembako naik setinggi gunung
Lihat kiri lihat kanan
Rakyat kecekik harga-harga

Makna lirik lagu ini menggambarkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kenaikan harga bahan ... tampilkan semua

Naik-naik ke puncak gunung!
BBM naik gak tanggung-tanggung
Lihat kiri lihat ke kanan
Rakyat panik dimana-mana

Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana kegelisahan dan ketidakpastian di tengah mening... tampilkan semua

Naik terus gak pernah turun!
Naik melulu gak mau turun
Naik terus gak pernah turun!
Naik melulu gak mau turun

Makna lirik lagu ini menunjukkan semangat atau motivasi untuk terus berkembang dan mencapa... tampilkan semua

Naik-naik ke puncak gunung!
Penguasa tertinggi di puncak gunung
Lihat ke kiri lihat ke kanan!
Tutup mulut mata rakyat sengsara

Makna lirik lagu ini menggambarkan gambaran tentang seseorang yang berusaha mencapai punca... tampilkan semua

Naik-naik ke puncak gunung!
Duduk diatas gak mau turun
Lihat kiri lihat ke kanan
Rakyat susah lo cuek aja!

Makna lirik lagu ini menggambarkan sikap apatis dan ketidakpedulian terhadap masalah rakya... tampilkan semua

Udah paling tinggi pengen naik lagi
Harusnya pensiun gak mau diganti
Udah paling tinggi pengen naik lagi
Harusnya pensiun gak mau diganti

Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan seseorang yang merasa telah mencapai puncak keb... tampilkan semua

Naik-naik ke puncak gunung!
Besar pasak daripada tiang
Lihat kiri lihat kanan!
Minjemnya getol bayarnya ogah

Makna lirik lagu ini menggambarkan tentang semangat dan tekad untuk mencapai cita-cita tin... tampilkan semua

Naik-naik ke puncak gunung!
Besar pasak daripada tiang
Lihat ke kiri lihat ke kanan!
Kakek yang ngutang yang bayar siapa

Makna lirik lagu ini menggambarkan semangat berlomba dan berusaha keras untuk mencapai keb... tampilkan semua

Naik terus gak pernah turun!
Ngutang melulu gak bisa bayar
Naik terus gak pernah turun!
Ngutang melulu gak bisa bayar

Makna lirik lagu ini menggambarkan kondisi kehidupan yang terus mengalami peningkatan atau... tampilkan semua

Review Lagu

Lagu 'Naik Naik Ke Puncak Gunung' yang dinyanyikan oleh Slank menyajikan sebuah sindiran tajam terhadap situasi sosial dan politik yang terjadi di masyarakat Indonesia. Melalui lirik-liriknya yang penuh kritik, lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan berbagai persoalan yang sering kali tersembunyi di balik kekuasaan dan ketamakan.

Makna dan Pesan yang Terkandung dalam Lirik

Lirik lagu ini secara eksplisit mengangkat isu harga kebutuhan pokok yang terus naik, seperti sembako dan bahan bakar minyak (BBM). Frasa 'Naik-naik ke puncak gunung!' menjadi metafora yang menggambarkan peningkatan yang tidak berkesudahan, baik dari segi harga maupun kekuasaan. Kesan bahwa rakyat semakin terdangkal di bawah beban kehidupan digambarkan melalui baris 'Rakyat kecekik harga-harga' dan 'Rakyat panik dimana-mana.'

Di bagian lain, lagu ini menyoroti ketidakpedulian penguasa dan pihak-pihak berkepentingan terhadap rakyat yang semakin menderita. Ungkapan 'Penguas tertinggi di puncak gunung' dan 'Tutup mulut mata rakyat sengsara' mengandung kritik terhadap elite yang duduk di posisi tertinggi namun acuh terhadap penderitaan rakyatnya. Kontras ini memberi gambaran tentang jaraknya yang semakin jauh antara penguasa dan rakyat.

Pesan Sosial dan Kritik terhadap Ketimpangan

Selain menyentil soal harga dan kekuasaan, lagu ini juga menyentuh persoalan ekonomi yang tidak sehat, seperti 'Besar pasak daripada tiang', sebuah idiom yang menggambarkan pengeluaran yang lebih besar dari pendapatan, yang mengindikasikan ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi. Baris 'Minjemnya getol bayarnya ogah' serta 'Ngutang melulu gak bisa bayar' memperkuat pesan tentang beban utang rakyat yang semakin menumpuk dan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan. Anak cucu pun disebutkan, seperti 'Kakek yang ngutang yang bayar siapa', menunjukkan bahwa masalah ini bersifat berkelanjutan dan tidak mengenal generasi.

Simbolisme dan Gaya Penyampaian

Penggunaan metafora seperti 'puncak gunung' secara berulang menjadi simbol kekuasaan dan ketertinggian yang tidak bisa dicapai oleh rakyat biasa. Lagu ini menggambarkan keinginan untuk terus naik dan menggapai puncak tanpa peduli akan konsekuansi atau kondisi di bawahnya. Kritik ini disampaikan dengan gaya satire yang tajam, mencerminkan ketidakpuasan terhadap pemerintahan dan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat.

Kesimpulan

Sec ara keseluruhan, lagu 'Naik Naik Ke Puncak Gunung' oleh Slank adalah sebuah karya yang penuh makna kritis dan sindiran sosial. Melalui lirik yang lugas dan metaforis, lagu ini mengingatkan masyarakat dan penguasa untuk menyadari kenyataan pahit yang berlangsung di sekitar mereka. Pesan yang disampaikan mampu menggugah kesadaran akan pentingnya keadilan, transparansi, dan perhatian terhadap rakyat yang selama ini sering terlupakan di tengah kerakusan dan ketamakan kekuasaan.

Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto