
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Mm-mm
Mm-mm, yeah-yeah
Makna lirik lagu ini menggambarkan ekspresi perasaan yang penuh ketidakpastian dan ketidak... tampilkan semua
Sejak kita lewati bulan purnama itu
Masih terasa jejak tanganmu gerayangi tubuhku
Saat kita lalui gelap malam di pantai
Bercumbu berdua di pasir putih
Mm-mm, yeah
Makna lirik lagu ini adalah tentang kenangan romantis yang mendalam antara dua orang saat ... tampilkan semua
Kita telanjang di bawah sinar bulan
Peluhku bercampur dengan air lautan
Pasrah kau berikan milikmu pertama kali
Bergumul berdua di pasir putih
Makna lirik lagu ini menggambarkan keintiman dan momen romantis yang penuh gairah antara d... tampilkan semua
Kapan itu terulang lagi?
Aku ingin sekali lagi
Mungkinkah kan terulang lagi?
Hanya untuk semalam lagi, yeah-yeah
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan mendalam terhadap momen-momen indah yang pern... tampilkan semua
Kita telanjang di bawah sinar bulan
Peluhku bercampur dengan air lautan
Pasrah kau berikan milikmu pertama kali
Berjumbu berdua di pasir putih, oh
Bergumul berdua di pasir putih
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana romantis yang penuh keintiman dan kebebasan di ... tampilkan semua
Kita terbawa suasana sepi
Buang sedih di dalam hati
Kamu gak perlu sendiri
Fullmoon besok ′kan datang lagi, yeah-yeah
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan sedih dan kesepian yang sedang dialami, namun ... tampilkan semua
Ooh
Uh, yeah-yeah
Fullmoon blue, ooh
Makna lirik lagu ini menunjukkan suasana atau perasaan yang penuh kehangatan dan keindahan... tampilkan semua
Dalam dunia musik Indonesia, Slank dikenal sebagai salah satu band legendaris yang mampu menyampaikan emosi dan cerita melalui lirik-liriknya yang penuh makna. Salah satu lagu yang memancarkan nuansa romantis dan penuh nostalgia adalah "Fullmoon Blues." Melalui analisis lirik yang mendalam, artikel ini akan membahas makna dan pesan utama yang terkandung dalam lagu tersebut.
Makna dan Nuansa Romantis dalam Lirik
Lagu ini bermula dengan penggambaran pengalaman yang sangat personal dan intim. Frasa "Sejak kita lewati bulan purnama itu" menunjukkan sebuah titik awal dari kisah asmara, yang bertepatan dengan momen bulan purnama, simbol keindahan, dan keabadian cinta. Melalui gambaran tersebut, lagu ini mengajak pendengar untuk membayangkan suasana yang penuh dengan kehangatan dan keakraban.
Penggunaan kata-kata seperti "masih terasa jejak tanganmu gerayangi tubuhku" dan "kita lalui gelap malam di pantai" mengesankan hubungan yang penuh keintiman dan keberanian untuk menampilkan sisi paling pribadi dari pasangan kekasih. Gadis dan laki-laki dalam lagu ini digambarkan berbagi momen berdua di pantai pasir putih, yang melambangkan kebersamaan, kebebasan, serta keindahan alam yang memperkuat suasana romantis.
Pesan tentang Kenangan dan Harapan
Dalam lirik, terdapat keinginan yang kuat untuk mengulang kembali momen-momen tersebut. Ungkapan "Kapan itu terulang lagi? Aku ingin sekali lagi" dan "Mungkinkah kan terulang lagi? Hanya untuk semalam lagi" menunjukkan kerinduan mendalam terhadap saat-saat indah bersama, sekaligus harapan agar momen tersebut bisa terulang kembali meskipun hanya sebentar.
Selain itu, lagu ini juga mengekspresikan kesedihan dan ketidakpastian yang menyertai kepergian momen tersebut. Frasa "Kita terbawa suasana sepi, buang sedih di dalam hati" mengandung makna bahwa walaupun suasana hati sekarang mungkin sedih dan sepi, ada harapan bahwa suatu saat nanti, hal yang indah itu akan kembali, diwakili oleh kekuatan bulan purnama yang akan datang lagi.
Simbolisme Bulan dan Laut
Bulan dalam lagu ini berperan sebagai simbol keindahan, ketenangan, dan sebagai pengingat akan momen-momen spesial yang pernah terjadi. Kata "Fullmoon blues" memperkuat nuansa melankolis dan rasa rindu yang mendalam terhadap kenangan tersebut. Laut dan pasir putih menjadi latar tempat yang selaras dengan suasana hati—sebuah tempat yang penuh keasyikan dan kehangatan tetapi sekaligus menyimpan kenangan yang merindukan kembali.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, lagu "Fullmoon Blues" oleh Slank menyampaikan pesan tentang cinta yang penuh kenangan, kerinduan terhadap momen indah bersama pasangan di bawah sinar bulan, dan harapan akan kehadiran kembali saat-saat tersebut. Melalui liriknya yang puitis dan penuh emosi, lagu ini mampu mengajak pendengar untuk merenung tentang pentingnya menghargai setiap momen berharga dalam hubungan personal. Lagu ini tidak hanya sekadar kisah romantis, tetapi juga pengingat bahwa setiap bulan purnama yang datang kembali membawa harapan dan kekuatan untuk melangkah maju, meskipun doa dan rindu tetap menyala di hati.














































