Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 1 tahun lalu
Album Artwork
Menuju Senja
Folk, Indie, Pop, Singer-songwriter
2014 • 5:06 • Track 2/8
Payung Teduh
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Lagu ini menggambarkan perasaan rindu dan kehilangan yang mendalam, diwakili oleh keindahan mawar di taman. Kisah cinta yang terluka terjalin dalam kenangan, di mana sore dan senja menjadi simbol waktu yang penuh harapan sekaligus kepedihan. Dalam keindahan yang menyayat hati, ada perjuangan merelakan sesuatu yang tak terobati.
Makna Lirik
Harum mawar di taman
Menusuk hingga ke dalam sukma
Dan menjadi tumpuan rindu cinta bersama
Di sore itu menuju senja

Makna lirik lagu ini mengungkapkan keindahan dan kedalaman perasaan cinta yang mengalir an... tampilkan semua

Bersama hati yang terluka
Tertusuk pilu, menganga luka itu
Di antara senyum
Dan menapaki jejak kenangan

Makna lirik lagu ini menggambarkan kedalaman perasaan seseorang yang sedang mengatasi luka... tampilkan semua

Di sore yang gelap ditutupi awan
Bersama setangkup bunga cerita yang
Kian merambat di dinding penantian
Ada yang mati saat itu dalam kerinduan (dalam kerinduan)
Yang tak terobati

Makna lirik lagu ini mencerminkan nuansa melankolis yang menyelipkan perasaan kerinduan da... tampilkan semua

Baru saja ku beranjak
Beberapa saat sebelum itu
Ada yang mati menunggu sore
Menuju senja bersama

Makna lirik lagu ini menggambarkan momen transisi dalam hidup, di mana seseorang mulai ber... tampilkan semua

Harum mawar di taman (hu-hu-uh-uh)
Menusuk hingga ke dalam sukma
Dan menjadi tumpuan rindu cinta bersama
Di sore itu menuju senja

Makna lirik lagu ini menggambarkan keindahan dan kedalaman perasaan cinta yang terjalin an... tampilkan semua

Review Lagu

“Menuju Senja” adalah sebuah karya yang indah dari grup musik Payung Teduh. Lagu ini menawarkan pendengar pengalaman emosional yang mendalam melalui lirik-liriknya yang puitis. Dengan mengisahkan tentang cinta dan kerinduan, lagu ini mengundang kita untuk merenungkan perasaan yang sering kali tumpang tindih dalam hidup kita.

Analisis Makna Lirik

Diawali dengan bait yang mengungkapkan harum mawar di taman, penulis memulai dengan gambaran yang indah dan menarik. Mawar, yang sering kali diasosiasikan dengan cinta dan keindahan, menciptakan suasana nostalgia. Frasa menusuk hingga ke dalam sukma menunjukkan bahwa keindahan tersebut tidak sekadar terlihat, tetapi juga menyentuh jiwa, membawa kita kepada perasaan yang mendalam, rindu, serta kenangan akan cinta yang pernah ada.

Selanjutnya, lirik menggambarkan senja, waktu yang kerap kali melambangkan peralihan—dari terang menuju gelap. Ini mencerminkan perjalanan cinta yang manis namun juga pahit. Penantian dalam cinta disampaikan melalui tumpuan rindu cinta bersama, menunjukkan harapan yang terpaut meski dalam kesedihan dan kehilangan.

Perasaan Terluka dan Kenangan yang Tak Terlupakan

Bait selanjutnya menyinggung tentang hati yang terluka, menyoroti perasaan pilu yang muncul dari kehilangan. Keberadaan senyum di tengah kesedihan menciptakan kontradiksi yang indah—menunjukkan bahwa meskipun ada luka, ada juga kebahagiaan yang pernah dialami.

Ketika melangkah menapaki jejak kenangan, kita diajak mengingat kembali momen-momen yang penuh makna. Namun, senja yang gelap ditutupi awan menandakan bahwa tidak semua kenangan itu cerah; ada kesedihan yang mengintai di balik setiap senyuman.

Ikonografi Bunga dan Penantian

Bunga sebagai simbol kehidupan dan harapan dihadirkan kembali melalui setangkup bunga cerita, memperlihatkan bahwa walaupun ada yang mati dalam kerinduan, harapan akan cinta tetap bersemi. Dalam konteks ini, lagu ini tidak hanya menceritakan tentang kehilangan, tetapi juga menggarisbawahi kekuatan cinta yang menghadapi ujian waktu.

Pujian Terakhir pada Kenangan

Di bagian akhir, lirik menyiratkan suatu kepergian—baru saja ku beranjak—yang membawa kita kepada refleksi terhadap waktu dan momen yang berharga. Ada suatu kesedihan yang mendalam ketika kita menyadari bahwa ada hal-hal yang harus ditinggalkan. Menuju senja bukan hanya sekadar perpindahan waktu, tetapi juga simbol dari siklus kehidupan, di mana setiap akhir memiliki keindahan tersendiri.

Kesimpulan

Lag u “Menuju Senja” dari Payung Teduh memberikan gambaran mendalam mengenai cinta, kerinduan, dan kehilangan. Melalui lirik yang kaya makna, pendengar diajak untuk merasakan perasaan yang kompleks—dari keindahan dan harapan, hingga luka dan kesedihan. Dalam setiap nadanya, lagu ini menegaskan bahwa meskipun kita mengalami perpisahan dan kerinduan, cinta yang pernah ada akan selalu menjadi bagian dari kita. Dengan balutan melodi yang menenangkan, “Menuju Senja” mengajak kita untuk merenungkan keindahan malam dan perasaan yang mendalam dalam jiwa.

Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto