
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana, di gedung DPR
Makna lirik lagu ini menggambarkan suatu ungkapan keperdulian dan kritikan terhadap para a... tampilkan semua
Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman-teman dekat
Apalagi sanak famili
Makna lirik lagu ini menggambarkan peran dan tanggung jawab wakil rakyat yang seharusnya d... tampilkan semua
Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu, jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang, jangan hanya diam
Makna lirik lagu ini mencerminkan harapan dan perjuangan untuk didengar serta diperhatikan... tampilkan semua
Di kantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan neg′ri ini
Dari Sabang sampai Merauke
Makna lirik lagu ini mencerminkan harapan dan amanah generasi muda terhadap para pemimpin ... tampilkan semua
Saudara dipilih, bukan dilotre
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara
Juara diam, juara "he'eh", juara "hahaha"
Makna lirik lagu ini menyoroti tema tentang pemilihan dan penerimaan tanpa adanya diskrimi... tampilkan semua
Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu, jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang, jangan hanya diam (laguku, wahai Sahabat)
Makna lirik lagu ini mengekspresikan harapan dan keberanian untuk bersuara dalam memperjua... tampilkan semua
Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu "Setuju"
Makna lirik lagu ini menyoroti peran dan tanggung jawab wakil rakyat dalam menjalankan ama... tampilkan semua
Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu "Setuju"
Hanya tahu-
Makna lirik lagu ini mengkritik sikap para wakil rakyat yang dianggap tidak peka terhadap ... tampilkan semua
Lagu 'Gali Gongli' yang ditulis dan dinyanyikan oleh Iwan Fals mengusung tema kritik sosial yang tajam, terutama terhadap perilaku wakil rakyat di Indonesia. Melalui liriknya, Iwan Fals menyampaikan harapan dan kekecewaan masyarakat terhadap para pemimpin yang seharusnya mewakili suara rakyat.
Pesan Utama Lagu
Pada bagian awal lagu, Iwan Fals menggugah kesadaran pendengar dengan menyebutkan siapa yang menjadi sasaran pesannya. "Untukmu yang duduk sambil diskusi, untukmu yang biasa bersafari di sana, di gedung DPR". Ini menandakan bahwa ia sedang berbicara kepada wakil rakyat, yang merupakan pengambil keputusan di negeri ini. Dalam konteks ini, Iwan Fals mengingatkan mereka bahwa mereka adalah representasi dari suara rakyat yang dipilih untuk mendengarkan dan menyampaikan aspirasi masyarakat.
Kritik terhadap Kinerja Wakil Rakyat
Salah satu pokok pikiran dalam lagu ini adalah harapan untuk mendengar suara rakyat yang tidak terwakili. Lirik "Di hati dan lidahmu kami berharap, suara kami tolong dengar lalu sampaikan" mencerminkan keinginan mendalam agar wakil rakyat tidak hanya duduk diam, tetapi aktif dalam menyuarakan kepentingan rakyat. Selanjutnya, ia menekankan perlunya keberanian dalam berbicara: "Jangan ragu, jangan takut karang menghadang, bicaralah yang lantang, jangan hanya diam". Ini menunjukkan pentingnya keberanian dalam menjalankan amanah yang telah diberikan.
Penekanan pada Merakyat
Iwan Fals juga secara berulang menegaskan bahwa wakil rakyat seharusnya merakyat. Melalui kalimat ini, ia mengajak mereka untuk melupakan sikap apatis dan mengutamakan kepentingan publik dibandingkan kepentingan pribadi atau kelompok: "Wakil rakyat seharusnya merakyat, jangan tidur waktu sidang soal rakyat". Ungkapan ini menggambarkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja para wakil yang lebih mementingkan kesenangan pribadi daripada menjalankan fungsi dan tanggung jawab mereka sebagai representatif masyarakat.
Melawan Ketidakadilan
Dalam lirik-lirik selanjutnya, Iwan Fals menciptakan kontras antara harapan masyarakat dan kenyataan. Ia mengkritik para wakil rakyat yang seolah hanya menjadi "paduan suara", yaitu mereka yang hanya tahu menyetujui tanpa memberikan kontribusi nyata untuk perubahan. Lirik yang berulang menekankan bahwa mereka tidak ingin memilih "juara diam" atau anggota yang hanya tahu berkata "setuju" tanpa inisiatif dan tanggung jawab. Hal ini menciptakan gambaran jelas tentang frustrasi masyarakat terhadap politikus yang tidak peka terhadap isu-isu yang terjadi.
Kemudian, Apa Harapan yang Tersimpan?
Lagu ini, pada intinya, adalah seruan kepada para wakil rakyat untuk menyadari bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Pesan moral dari lagu ini adalah agar setiap politikus mendengarkan suara rakyat dan memperjuangkan hak-hak mereka dengan tulus dan berani. Dalam konklusi, Iwan Fals tidak hanya menyampaikan kritik, tapi juga harapan agar setiap wakil rakyat mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan keputusan yang diambil di gedung DPR.
Dengan demikian, 'Gali Gongli' bukan hanya sekadar lagu, tetapi juga sebuah karya seni yang membawa pesan kuat tentang tanggung jawab sosial, partisipasi, dan harapan terhadap masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.











































