
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Kota adalah rimba belantara buas
Dari yang terbuas
Setiap jengkal lorong terpercik darah
Darah dari iri, darah dari benci
Bahkan darah dari sesuatu yang tak pasti
Makna lirik lagu ini mencerminkan kompleksitas dan kekacauan kehidupan urban yang penuh de... tampilkan semua
Kota adalah rimba belantara liar
Dari yang terliar
Setiap detik taring-taring tajam mengancam
Setiap menit lidah-lidah liar rakus menjulur lapar
Makna lirik lagu ini mencerminkan gambaran kehidupan kota yang keras dan penuh tantangan, ... tampilkan semua
Tangis bayi adalah lolong serigala
Di bawah bulan
Lengking tinggi merobek batu-batu tebing
Keras dan kejam
Makna lirik lagu ini mencerminkan kontras antara kehadiran kehidupan yang baru, simbolized... tampilkan semua
Bernapas di antara sikut licik dan garang
Bergerak di antara ganasnya selaksa karat
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjuangan dan ketegangan yang dialami seseorang dalam ... tampilkan semua
Kota adalah hutan belantara akal
Kuat dan berakar
Menjurai di depan mata
Siap menjerat leher kita
Makna lirik lagu ini menggambarkan kota sebagai sebuah entitas yang kompleks dan penuh tan... tampilkan semua
Lagu 'Kota' yang ditulis dan dinyanyikan oleh Iwan Fals merupakan sebuah karya yang kaya akan makna dan simbolisme. Liriknya menggambarkan realitas kehidupan di perkotaan yang penuh dengan tantangan dan kontradiksi, memunculkan gambaran kota sebagai sebuah 'rimba belantara'.
Kota Sebagai Rimba Belantara
Diawali dengan ungkapan "Kota adalah rimba belantara buas", Iwan Fals mengajak pendengar untuk menyentuh esensi kota yang sesungguhnya. Dalam konteks ini, kota diibaratkan tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai lingkungan yang keras dan penuh dengan konflik. Setiap jengkal lorong yang "terpercik darah" memberikan gambaran betapa tajamnya persaingan dan rasa iri serta benci yang sering kali terjadi.
Simbolisme Darah dan Ancaman
Penyebutan "darah dari iri, darah dari benci" menunjukkan bahwa emosi negatif dapat memicu reaksi yang merusak. Bahkan darah dari "sesuatu yang tak pasti" mengisyaratkan bahwa ketidakpastian dalam hidup di kota bisa berpotensi menjadi ancaman. Ini menggambarkan bagaimana individu bisa terjebak dalam kerumitan kehidupan urban yang kerap kali tidak terduga.
Keberadaan Taring dan Lidah Liar
Dalam liriknya, Iwan Fals juga menyoroti betapa setiap detik dan menit di kota dipenuhi dengan ancaman yang selalu siap menyerang, "taring-taring tajam" dan "lidah-lidah liar" menggambarkan sifat predatoris yang ada di dalam masyarakat kota. Hal ini bisa diartikan sebagai kritik terhadap perilaku manusia yang sering kali tidak segan untuk menyakiti demi mencapai tujuan mereka.
Kontras Tangis Bayi dan Lolong Serigala
Ucapan "Tangis bayi adalah lolong serigala" menghadirkan kontras yang mencolok antara kelemahan dan kekejaman. Di satu sisi, ada simbol ketidakberdayaan, yakni bayi yang merintih dan membutuhkan perlindungan, tetapi di sisi lain terdapat lolong serigala yang menggambarkan keganasan lingkungan kota. Slogan ini menggambarkan bahwa di tengah-tengah kehidupan yang keras, terdapat harapan yang rapuh.
Kota Sebagai Hutan Belantara Akal
Sebagai penutup, lirik yang menyebutkan "Kota adalah hutan belantara akal" menunjukkan bahwa di antara kekacauan dan ketidakpastian, selalu ada ruang untuk pemikiran dan rasionalitas. Namun, akal dan pemikiran pun harus berhati-hati, karena dapat juga "menjerat leher kita" jika tidak digunakan dengan bijak.
Secara keseluruhan, lagu 'Kota' berhasil menangkap kompleksitas kehidupan perkotaan yang melibatkan banyak aspek—dari ketegangan interpersonal hingga pencarian makna dan perlindungan. Iwan Fals, melalui liriknya, mengajak kita untuk merenungkan sisi kelam dari kehidupan di kota serta pentingnya kesadaran akan situasi sosial yang ada di sekitar kita.











































