
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Berdiri di atas gamang
Menanti waktu memihak
Sunyi yang tak mau pergi
Hati berlari memelukmu
Lirik ini menggambarkan suasana batin yang ragu dan saling menunggu. Penantian ini diwarna... tampilkan semua
Tanganku kosong, genggamlah
Pundakku kuat, rebahlah
Sampai kapan kau membeku?
Sembunyi di rasa sakitmu
Penggalan lirik ini menunjukkan dukungan emosional dan fisik kepada seseorang yang tengah ... tampilkan semua
Coba kau cari siapa yang mampu menunggumu
Akulah orang itu, akulah orang itu
Dan bila ada yang ingin tua bersamamu
Akulah orang itu, akulah orang yang kau cari
Lirik ini mengungkapkan sebuah kesediaan untuk menjadi individu yang setia dalam hubungan.... tampilkan semua
Di sisi gelap merindu
Terbata untuk memulai
Biar kubasuh perihmu
Meski tak berbalas apa pun
Pada bagian ini, lirik mengekspresikan kerinduan dan dorongan untuk mengatasi ketidakpasti... tampilkan semua
Terhempas membias dan tak tentu arah, kau terus pergi
Memberi harapan, menafikan lagi dan lagi
Lirik ini menggambarkan perasaan yang tersesat dalam ketidakpastian dan kekecewaan akibat ... tampilkan semua
Lagu "Kala" karya Fiersa Besari menyajikan sebuah narasi emosional yang meresapi perasaan rindu dan harapan dalam cinta yang terpendam. Dengan lirik yang puitis dan mendalam, Fiersa berhasil menggugah perasaan pendengarnya melalui penjelajahan emosi yang kompleks. Berikut adalah analisis lebih dalam mengenai tema dan makna yang terkandung dalam lagu ini.
Pengantar Emosi
Pembukaan lagu ini diawali dengan lirik yang menggambarkan suasana hati yang gamang. " Berdiri di atas gamang" mencerminkan ketidakpastian dan kekhawatiran yang sering kali menyelimuti seseorang yang menanti cinta yang tak kunjung datang. Rasa sunyi yang terus menghantui berbicara tentang kerinduan mendalam, sementara hati yang berlari memeluk orang terkasih menggambarkan keterikatan yang kuat meski dalam keadaan yang sulit.
Perasaan Kosong dan Harapan
Di bagian reff, penekanan pada " Tanganku kosong, genggamlah" menunjukkan kerinduan yang sangat dalam untuk saling menggenggam dan berbagi kehangatan. Mungkin detik-detik kesendirian membuat hati merindukan kehadiran seseorang. Selanjutnya, pertanyaan "Sampai kapan kau membeku?" mencerminkan frustrasi yang kian mendalam ketika seseorang tidak kunjung memberi respon pada rasa yang tulus. Ini menonjolkan ketidakberdayaan dan kerinduan yang tak terbalas.
Komitmen dalam Kesedihan
Salah satu kekuatan lagu ini adalah pada lirik yang mengungkapkan komitmen untuk menunggu. "Coba kau cari siapa yang mampu menunggumu" menunjukkan keberanian pengucap untuk bertahan dalam kesedihan demi cintanya. Dia ingin mengingatkan bahwa dirinya adalah orang yang siap untuk menemani dan mendampingi dalam setiap keadaan, bahkan saat yang pahit sekalipun. Ini menggarisbawahi tema dedikasi di tengah ketidakpastian.
Proses Penyembuhan
Pada lirik "Terhempas membias dan tak tentu arah, kau terus pergi", ada nuansa kepedihan dan kehilangan yang mendalam. Meskipun harapan diberikan, kenyataan yang menyakitkan hadir kembali, seolah menyilang antara harapan dan realita. Ini merupakan cerminan dari banyak hubungan yang tidak berbalas, di mana satu pihak ingin berjuang sementara yang lain berlarian menjauh.
Kepedihan dan Lautan Emosi
Secara keseluruhan, "Kala" adalah sebuah perjalanan emosional yang menggambarkan kerinduan, harapan, dan ketidakberdayaan dalam cinta. Melalui lirik-lirik yang sederhana namun dalam, Fiersa Besari berhasil menggambarkan kompleksitas perasaan manusia dengan sangat menarik. Dengan gaya penceritaan yang intim, pendengar dapat merasakan setiap baitnya seolah mencerminkan pengalaman pribadi mereka.
Karya ini bukan hanya sebuah lagu, melainkan sebuah ungkapan perasaan yang bisa dirasakan oleh siapa saja yang pernah merindukan cinta yang sulit didapat. "Kala" layak untuk didengarkan, dihayati, dan direnungkan oleh setiap orang yang pernah merasakan kegetiran dalam menunggu dan berharap.









































