
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Hinaan dibalut candaan
Tanpa terbersit penyesalan
Bagimu, tidak pernah cukup
Bagiku, luka seumur hidup
Lirik ini mencerminkan perasaan sakit dan kekecewaan yang dalam akibat hinaan yang terus m... tampilkan semua
Mereka bilang aku drama
Mereka bilang lupakan saja
Terasing, ku sudah biasa
Namun, sakitnya tak kuasa
Puisi ini berbicara tentang isolasi emosional dan rasa sakit yang dirasakan oleh seseorang... tampilkan semua
Tak ada yang mau mendengar
Ketika aku meminta tolong
Aku merasa sendirian
Di dalam riuh keramaian
Pesan dalam lirik ini adalah tentang ketidakberdayaan dan rasa kesepian yang dialami ketik... tampilkan semua
Pukullah aku sepuasmu
Kulit lebam, hati membiru
Aku tidak akan membalas
Aku tidak bisa membalas
Lirik ini menyajikan gambaran penderitaan yang diterima secara pasrah tanpa upaya untuk me... tampilkan semua
Aku manusia
Aku manusia
Sama seperti dirimu
Hanya manusia
Lirik ini menegaskan kesetaraan dan kemanusiaan antara individu. Meskipun perbedaan situas... tampilkan semua
"Hanya Manusia" adalah salah satu karya yang sangat menyentuh dari Fiersa Besari, seorang penyanyi songwriter yang dikenal dengan lirik-liriknya yang puitis dan penuh makna. Dalam lagu ini, Fiersa menggambarkan pengalaman emosional yang mendalam, mencerminkan segala rasa sakit dan kesedihan yang dialami seseorang dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan. Melalui liriknya, ia berhasil menyentuh hati pendengar dengan narasi yang sangat relatable dan autentik.
Makna Di Balik Lirik
Lagu ini membuka dengan frasa "Hinaan dibalut candaan", yang menunjukkan bahwa seringkali kata-kata menyakitkan disampaikan dalam bentuk bercanda. Hal ini menciptakan kesan bahwa penderitaan yang dialami seseorang tidak dianggap se serius yang seharusnya, dan ini menjadi bagian dari bahasa sehari-hari yang membuat individu merasa terasing dan tidak dipahami.
Ketika Fiersa menyatakan "Bagimu, tidak pernah cukup / Bagiku, luka seumur hidup", ia menggambarkan ketidakpuasan dari orang lain terhadap diri kita, yang sering kali bisa menyebabkan luka mendalam. Perasaan ini mungkin dialami banyak orang, di mana mereka merasa bahwa apa yang dilakukan tidak pernah dihargai atau dianggap cukup oleh orang di sekelilingnya.
Keterasingan dan Ketidakpedulian
Di bagian selanjutnya, Fiersa menyentuh tema ketidakpedulian masyarakat dengan lirik "Tak ada yang mau mendengar / Ketika aku meminta tolong". Ini mencerminkan kenyataan pahit bahwa dalam keramaian, orang sering kali merasa sendirian. Meskipun dikelilingi oleh banyak orang, dukungan emosional yang diharapkan sering kali tidak ada, mengakibatkan rasa hampa dan kesepian.
Penerimaan Diri
Salah satu inti dari lagu ini adalah penerimaan diri, di mana Fiersa menegaskan "Aku manusia / Sama seperti dirimu / Hanya manusia". Pernyataan ini menegaskan kesamaan setiap individu sebagai manusia, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Dalam konteks ini, Fiersa berhutang pada kemanusiaan kita yang sama, mengingatkan pendengar untuk saling memahami dan mendukung satu sama lain dalam perjalanan hidup yang sulit ini.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, "Hanya Manusia" adalah lagu yang kaya akan emosi dan refleksi, merangkum pengalaman manusia yang universal. Fiersa Besari berhasil menangkap nuansa kerentanan dan harapan dalam satu paket yang puitis. Melalui lirik-lirik yang menyentuh, ia menantang pendengar untuk merenungkannya, dan menimbulkan rasa empati terhadap mereka yang mungkin sedang berjuang dengan rasa sakit dan kesepian. Lagu ini adalah pengingat bahwa meskipun kita semua berjuang dengan beban hidup, kita tetap sama—manusia yang saling membutuhkan satu sama lain.














































