
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Dahulu kita masih terlalu muda
Merasa paling tahu soal segalanya
Bersikap nekat tanpa ada takut-takutnya
Hidup tiada beban, ha-ha, ha-ha
Lirik ini mengisahkan tentang masa muda yang penuh kebebasan dan kebodohan yang polos. Di ... tampilkan semua
Jatuh hati dan patah hati menjelma
Luar biasa kar'na baru pertama
Tetap dilakukan walau tidak masuk akal
Akan cuma coba-coba, bukan nakal
Bagian ini menceritakan pengalaman pertama jatuh cinta dan patah hati yang terasa menakjub... tampilkan semua
Ingatkah kita pernah bertengkar parah
Kar'na hal yang tak perlu jadi masalah?
Tapi kalau tidak alay, tidak jadi kisah
Tangis-tawa menjelma rindu saat pisah
Lirik ini mengajak kita untuk mengingat bagaimana pertengkaran kecil di masa lalu, yang se... tampilkan semua
Waktu melesat bagaikan peluru
Tahu-tahu tidak semuda dulu
Hidup cuma sekali, buatlah berarti
Setidaknya kita punya hal untuk diceritakan
Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa waktu terus berlalu dengan cepat hingga kita tersadar... tampilkan semua
Maafkan masa lalu
Syukuri hari ini
Kejarlah masa depan
Hidup sekali, buat berarti
Lirik ini adalah nasihat untuk memaafkan diri kita sendiri atas kesalahan di masa lalu dan... tampilkan semua
Lagu "Bagai Peluru" yang ditulis dan dinyanyikan oleh Fiersa Besari berhasil menyentuh hati pendengar dengan lirik yang penuh makna. Dalam lagu ini, Fiersa menggambarkan perjalanan hidup muda yang penuh warna, baik suka maupun duka. Dari lirik yang dibawakan, kita dapat merasakan nostalgia yang mendalam, seolah mengingat kembali masa-masa indah ketika segalanya terasa ringan dan penuh harapan.
Makna Setiap Paragraf
Dari awal lagu, Fiersa mengajak kita untuk mengenang masa muda yang penuh keceriaan:
- Dahulu kita masih terlalu muda - Lirik ini menandakan betapa penuh semangatnya masa-masa tersebut, di mana kita merasa tahu segalanya.
- Hidup tiada beban - Rasa bebas yang dialami saat muda, tanpa memikirkan konsekuensi dari setiap tindakan.
Selanjutnya, Fiersa menggambarkan pengalaman jatuh cinta yang pahit manis:
- Jatuh hati dan patah hati - Merupakan bagian intrinsik dari kehidupan yang banyak dialami, terutama saat fase awal mengenali cinta.
- Tetap dilakukan walau tidak masuk akal - Menunjukkan sifat impulsif yang sering kali menghiasi cinta remaja, di mana segala sesuatu dianggap mungkin.
Perselisihan dan Fase Pertumbuhan
Melanjutkan cerita, Fiersa membahas pertengkaran kecil yang sering terjadi:
- Ingatkah kita pernah bertengkar parah - Mengingat kembali konflik yang tidak perlu, yang pada akhirnya dapat terlihat sepele.
- Jangan biarkan alay menjadi penghalang cerita - Menekankan bahwa setiap pengalaman, baik atau buruk, adalah bagian dari kisah hidup yang berharga.
Pentingnya Waktu dan Pengalaman
Fiersa mengingatkan kita tentang cepatnya waktu berlalu:
- Waktu melesat bagaikan peluru - Betapa cepatnya kita berpindah dari satu fase kehidupan ke fase yang lain.
- Hidup cuma sekali, buatlah berarti - Sebuah ajakan untuk menghargai setiap momen dan menjadikannya penuh arti.
Refleksi dan Harapan
Di akhir lagu, terdapat pesan kuat untuk menghargai setiap fase kehidupan:
- Maafkan masa lalu - Menerima kesalahan dan pengalaman yang telah terjadi.
- Kejarlah masa depan - Mengingatkan kita untuk terus melangkah maju dengan penuh semangat.
Secara keseluruhan, "Bagai Peluru" tidak hanya sekadar lagu, tetapi sebuah perjalanan emosi yang menggugah. Fiersa Besari dengan cerdas menyentuh tema universal tentang cinta, persahabatan, dan perjalanan hidup yang melekat di hati setiap pendengar. Liriknya yang sederhana namun mendalam berhasil menciptakan momen refleksi yang menyentuh dan menginspirasi.



































