
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Saat tiba nafas di ujung hela
Mata tinggi tak sanggup bicara
Mulut terkunci tanpa suara
Lirik ini menggambarkan momen menjelang kematian ketika seseorang menghadapi kenyataan bah... tampilkan semua
Bila tiba saat berganti dunia
Alam yang sangat jauh berbeda
Siapkah kita menjawab semua pertanyaan?
Di sini, perubahan dunia diartikan sebagai transisi dari kehidupan menuju kematian. Lirik ... tampilkan semua
Bila nafas akhir berhenti sudah
Jantung hati pun tak berdaya
Hanya menangis tanpa suara, oh
Lirik ini melukiskan saat terakhir ketika nafas dan kehidupan berhenti, dan perasaan tak b... tampilkan semua
Mati
Tak bisa untuk kauhindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri, oh-oh
Pernyataan tegas mengenai kepastian kematian dan ketidakmungkinan untuk menghindarinya men... tampilkan semua
Tinggal menunggu saat nanti
Ke mana kita bisa lari?
Kita pasti ′kan mengalami mati
Lirik ini mengungkapkan ketidakpastian dan penantian menjelang kematian. Pesan bahwa semua... tampilkan semua
Lagu "Bila Tiba" karya Ungu adalah sebuah karya yang mendalam, menggugah perasaan, dan penuh makna. Lirik-liriknya menggambarkan pengalaman manusia yang tak terelakkan, yaitu kematian. Melalui lirik yang menyentuh, lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan kehidupan dan apa yang terjadi setelahnya.
Menggambarkan Kehidupan di Ujung Nafas
Diawali dengan bait yang menggambarkan situasi kritis, liriknya menyentuh pada saat-saat terakhir kehidupan. "Saat tiba nafas di ujung hela" memberikan nuansa kesedihan dan keterasingan. Dalam keadaan ini, seseorang merasa tak berdaya—"Mata tinggi tak sanggup bicara" dan "Mulut terkunci tanpa suara" menggambarkan betapa sulitnya mengungkapkan perasaan saat menghadapi kenyataan pahit. Ini merujuk pada benarnya realitas bahwa dalam momen-momen terakhir, kata-kata mungkin tidak bisa menyampaikan segala yang dirasa.
Refleksi Tentang Kehidupan Setelah Mati
Lirik lanjutannya mengajak kita untuk berpikir tentang kehidupan setelah kematian. "Bila tiba saat berganti dunia" menunjukkan peralihan yang harus dilalui setiap makhluk hidup. Ketidakpastian mengenal alam berbeda dan pertanyaan tentang apa yang akan dihadapi menambah dimensi filosofis dari lagu ini. Pertanyaan yang diangkat—"Siapkah kita menjawab semua pertanyaan?"—menjadi sebuah refleksi jiwa, mengingatkan kita bahwa setiap tindakan yang kita lakukan memiliki konsekuensi di dunia lain.
Ketidakberdayaan dan Ketidakpastian Kematian
Seiring dengan berjalannya lirik, tema ketidakberdayaan semakin mendalam: "Bila nafas akhir berhenti sudah, Jantung hati pun tak berdaya." Menggambarkan perasaan putus asa dan harapan yang sirna ketika menghadapi kematian. Kehadiran kalimat "Hanya menangis tanpa suara" melambangkan beban emosional yang berat, kedukaan karena harus meninggalkan kehidupan yang seakan-akan tak pernah cukup. Ini juga menandakan bahwa akhirnya, tidak semua kesedihan bisa diungkapkan melalui perkataan.
Mati: Sebuah Kenyataan Tak Terelakkan
Mati menjadi tema utama yang tidak bisa dihindari dalam lagu ini. "Mati, tak bisa untuk kauhindari" menegaskan bahwa kematian adalah bagian dari siklus kehidupan yang setiap orang akan alami. Hal ini dikatakan dengan tegas dan pasti, memberikan pesan bahwa tidak ada jalan untuk melarikan diri dari takdir. Dengan menyebutkan "Ajalmu pasti menghampiri," lagu ini mengajak semua orang untuk menerima kenyataan tersebut dan mempersiapkan diri secara mental dan spiritual.
Kesadaran akan Kemanusiaan
Lagu ini diakhiri dengan ungkapan bahwa "Kita pasti 'kan mengalami mati." Kalimat ini mengajak pendengar untuk menyadari bahwa kematian adalah pengalaman bersama yang akan dialami semua orang. Dalam hal ini, "Ke mana kita bisa lari?" menekankan posisi manusia yang rentan, tidak berdaya, dan terikat pada kenyataan. Ini adalah pengingat untuk menjalani hidup dengan penuh kesadaran, pentingnya saling menghargai dan menjalani kehidupan dengan makna.
Kesimpulan
Lagu "Bila Tiba" dari Ungu bukan sekadar sebuah karya seni, tetapi lebih merupakan refleksi mendalam mengenai kehidupan dan kematian. Melalui lirik yang sederhana namun kaya akan makna, lagu ini menyerukan kesadaran akan keberadaan kita di dunia dan pengertian akan takdir yang pasti. Dengan menyentuh tema yang universal dan abadi, Ungu berhasil memikat hati pendengar untuk merenungkan lebih dalam arti hidup dan kematian.











































