
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Kembali ku ke tempat semula
Saat sepi terasa sederhana
Kembali ku ke tempat seharusnya
Saat di mana kau tak ada
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan rindu dan kembalinya ke tempat atau kondisi ya... tampilkan semua
Mungkin takkan terjadi
Akhir yang nyaris mati
Makna lirik lagu ini menggambarkan ketidakpastian dan potensi kehancuran yang selalu mengi... tampilkan semua
Semestinya kau dan aku tak pernah bermula
Dan saling melupa
Semestinya kau dan aku tetap bersela
Dan saling melupakan
Makna lirik lagu ini adalah tentang penyesalan dan kerinduan terhadap hubungan yang seharu... tampilkan semua
Celakanya ku terbiasa (terbiasa)
Menjadi utuh bersamanya
Jika bisa dihindari, untuk apa berlari?
Jika masih berarti, untuk apa kauakhiri?
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan terikat dan ketergantungan terhadap seseorang ... tampilkan semua
Mungkin takkan terjadi
(Mungkin takkan terjadi)
Akhir yang nyaris mati
(Dan semestinya)
Makna lirik lagu ini menyiratkan ketidakpastian dan sekaligus keharusan dalam menghadapi a... tampilkan semua
Semestinya kau dan aku tak pernah bermula
Dan saling melupa
Semestinya kau dan aku tetap bersela
Dan saling melupakan
Makna lirik lagu ini menggambarkan penyesalan dan keputusasaan atas sebuah hubungan yang s... tampilkan semua
Semestinya kau dan aku tak pernah bermula
Dan saling melupa
Semestinya kau dan aku tetap bersela
Dan saling melupa
Makna lirik lagu ini menggambarkan rasa penyesalan dan kerinduan terhadap hubungan yang se... tampilkan semua
Mungkin takkan terjadi
Akhir yang nyaris mati
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan ketidakpastian dan ketidakjelasan dalam sebuah... tampilkan semua
Saat sepi terasa sederhana
Kembali aku ke tempat seharusnya
Saat di mana kau tak ada
Mungkin takkan terjadi
Akhir yang nyaris mati
Seme... tampilkan semua
Dalam dunia musik Indonesia, lagu-lagu yang mengangkat tema tentang perasaan kehilangan, penyesalan, dan keinginan untuk kembali ke masa lalu sering kali mampu menyentuh hati pendengarnya. Salah satu contoh yang cukup menggugah adalah lagu 'Semula' yang dibawakan oleh band For Revenge. Berdasarkan lirik yang dikandungnya, lagu ini menyampaikan satu kisah yang penuh nuansa emosional dan refleksi mendalam tentang hubungan yang berakhir dan harapan akan kemungkinan kembali.
Makna Mendalam dari Lirik 'Semula'
Lirik lagu 'Semula' diawali dengan larik 'Kembali ku ke tempat semula, Saat sepi terasa sederhana'. Frasa ini mencerminkan keinginan penyanyi atau narator untuk kembali ke titik awal, ke tempat di mana kesendirian dan kesederhanaan dirasakan sebagai sesuatu yang lebih nyaman. Kondisi ini menunjukkan adanya kerinduan terhadap keberadaan di masa lalu yang mungkin lebih tenang dan penuh makna.
Selanjutnya, pengulangan frasa 'Semestinya kau dan aku tak pernah bermula dan saling melupa' dan variasinya, menggambarkan rasa penyesalan yang mendalam tentang sebuah hubungan yang mungkin seharusnya tidak pernah dimulai sama sekali. Ada pemikiran bahwa jika mereka tidak pernah memulai, mungkin mereka akan tetap dalam keadaan tanpa saling menyakiti atau saling melupakan.
Pesan tentang Penyesalan dan Perjuangan Melupakan
Kalimat 'Celakanya ku terbiasa menjadi utuh bersamanya' menunjukkan bahwa meskipun hubungan itu berakhir, ada proses adaptasi dan kebiasaan yang sulit dilupakan. Penyanyi menyadari bahwa dirinya terbiasa dengan kehadiran dan keberadaan orang yang dicintai, sehingga sulit untuk melanjutkan hidup tanpa itu.
Selain itu, terdapat pertanyaan retoris yang tersirat, seperti 'Jika bisa dihindari, untuk apa berlari? Jika masih berarti, untuk apa kauakhiri?'. Frasa ini mengekspresikan keragu-raguan serta tanda tanya akan alasan di balik perpisahan, sekaligus menggambarkan harapan agar hubungan tersebut tidak berakhir dengan cara yang menyakitkan.
Refleksi dan Harapan Akan Ketetapan Takdir
Pengulangan bagian bahwa 'Mungkin takkan terjadi akhir yang nyaris mati' menegaskan bahwa ada keinginan untuk menghindari akhir yang tragis dan penuh penyesalan. Lagu ini menyiratkan harapan bahwa jika mungkin, mereka akan kembali ke keadaan sebelum semuanya berakhir, dan memperbaiki apa yang sempat rusak.
Secara keseluruhan, lagu 'Semula' adalah ungkapan perasaan kehilangan yang dalam, dengan nuansa refleksi dan harapan akan kemungkinan untuk kembali. Melalui lirik-liriknya, kita diajak untuk memahami bahwa setiap hubungan memiliki dinamika dan bahwa penyesalan serta keinginan akan kembali ke masa lalu adalah bagian dari proses emosional manusia dalam menghadapi kenyataan pahit.
Dalam konteks musikal, lagu ini mampu menyampaikan pesan tersebut dengan kata-kata yang sederhana namun penuh makna, sehingga resonansi emosionalnya mampu menyentuh pendengar yang sedang mengalami situasi serupa. Dengan demikian, 'Semula' bukan sekadar lagu tentang perpisahan, tetapi juga tentang harapan, penyesalan, dan refleksi mendalam mengenai perjalanan hubungan manusia.











































