
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Apa yang terjadi pada manusia kini?
S'makin hari, s'makin tertutup mata hati
Seakan tiada lagi pengobat hati sedih
Manusia, ke mana kau pergi?
Lirik ini menggambarkan kekhawatiran tentang kondisi moral manusia di zaman modern. Mata h... tampilkan semua
Apa yang terjadi pada zaman hari ini?
Manusia s'makin hari, s'makin tak terkendali
Lupakah kita akan Dia yang mengasihi?
Manusia, ke mana kau pergi?
Bagian ini berbicara tentang masalah kemanusiaan yang semakin tidak terkendali, dengan man... tampilkan semua
Dia s'lalu ada untuk kita
Untuk semua
Dia s'lalu ada 'tuk hamba-Nya
Yang t'lah mati dan masih bernyawa
Lirik ini menekankan kehadiran konstan Tuhan dalam kehidupan kita semua, baik yang sudah m... tampilkan semua
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
وَلَنَبْلُوَنّ َكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصّٰبِرِينَ
Ayat ini berasal dari surat Al-Imran yang berarti 'Cukuplah Allah menjadi Penolong kami da... tampilkan semua
Lagu "Hasbunallah" karya Ungu merupakan sebuah refleksi mendalam tentang kondisi manusia dan hubungan kita dengan Sang Pencipta. Melalui liriknya, Ungu berhasil menyampaikan keresahan akan perubahan zaman dan keadaan hati manusia yang semakin hari semakin tertutup. Dalam artikel ini, kita akan membahas makna dan arti dari lirik tersebut secara lebih mendalam.
Makna Lirik
Diawali dengan pertanyaan retoris, “Apa yang terjadi pada manusia kini?” lirik ini menggambarkan kecemasan akan kondisi jiwa manusia yang seakan tertutup dari kebaikan. Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tantangan, mata hati manusia sering kali terabaikan, yang seharusnya menjadi pengarah moral dan spiritual. Lirik ini menyiratkan bahwa masalah hati yang tidak terobati dapat menimbulkan berbagai bentuk kesedihan.
- Ketidakpastian Spiritual: Lagu ini menyoroti ketidakpastian spiritual yang dialami banyak orang di zaman sekarang. Dengan pertanyaan “Manusia, ke mana kau pergi?” terdapat dorongan untuk merenungkan perjalanan hidup dan spiritual kita.
- Kehilangan Arah: Sebagian lirik menekankan bahwa manusia semakin tak terkendali, suatu fenomena yang mungkin disebabkan oleh jauhnya kita dari pengajaran dan kasih sayang Tuhan. Hal ini menjadi renungan bagi para pendengar untuk kembali arah pada nilai-nilai spiritual.
Pesan Kehadiran Tuhan
Dalam bait yang berikutnya, terdapat pengingat akan kehadiran Tuhan: “Dia s'lalu ada untuk kita.” Pesan ini menegaskan bahwa meskipun manusia mungkin tersesat, Allah senantiasa hadir dan siap memberikan petunjuk. Frasa ini menjadi pengingat bahwa hatilah yang sering kali harus dibuka dan diarahkan kembali kepada-Nya.
- Harapan dan Penyelamatan: Ungu mengajak kita untuk menyadari bahwa dalam situasi terpuruk sekalipun, harapan selalu ada. Kehadiran-Nya menjadi tempat berpegang bagi mereka yang berjuang melalui berbagai rintangan.
- Spirit Perjuangan: Penyebutan “hamba-Nya yang t'lah mati dan masih bernyawa” menunjukkan bahwa perjuangan tak selalu terlihat secara fisik. Ada banyak individu yang walaupun kehilangan, terus berjuang dalam hidup dengan iman yang kokoh.
Dalam Sorotan Ayat
Bagian akhir lirik mengandung ayat dalam bahasa Arab yang menyampaikan kuasa dan pertolongan Tuhan. Kalimat “حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ” mengekspresikan keyakinan akan pertolongan Allah dalam setiap keadaan. Ini mengingatkan kita bahwa iman dan kesabaran adalah fondasi penting dalam menjalani hidup.
Kesimpulan
Lagu "Hasbunallah" oleh Ungu mengajak kita untuk kembali merenungkan diri dan rela mengubah pandangan terhadap kehidupan. Dengan lirik yang puitis dan mendalam, lagu ini memberikan harapan dan menegaskan kekuatan iman ketika menghadapi kesedihan dan ketidakpastian. Mengingatkan kita untuk tidak melupakan Sang Pencipta dalam perjalanan hidup, "Hasbunallah" menjadi suatu karya yang relevan dan menggugah untuk setiap pendengarnya.













































