Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 1 tahun lalu
Album Artwork
Shameless
Canadian Contemporary R&b, Canadian Pop, Pop
2015 • 4:13 • Track 8/14
The Weeknd
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Lagu ini menggambarkan hubungan kompleks antara dua orang yang saling tergoda, meskipun ada kesadaran tentang ketidakstabilan dan rasa sakit yang dialami. Walau salah satu pihak berusaha untuk memperbaiki diri, ia tetap merasa terikat pada yang lain, menyiratkan kerentanan dan ketergantungan emosional yang sulit dihindari.
Makna Lirik
Yeah
Uh, uh, yeah
Say it louder, say it louder
Who's gonna love ya
Like me, like me?
Say it louder, say it louder
Who's gonna touch ya
Like me, like me?

Lirik ini menggambarkan seseorang yang menyatakan kepercayaannya bahwa tidak ada orang lai... tampilkan semua

Ooh, said you wanna be good
But you couldn't keep your composure
Ooh, said you wanna be good
But you're begging me to come over
Ooh, come over
Ooh, sayin' who's gonna fuck ya
Like me?
Yeah

Lirik ini menggambarkan konflik batin seseorang yang ingin berbuat baik namun tidak mampu ... tampilkan semua

I don't wanna hurt you
But you live for the pain
I'm not tryna say it
But it's what you became

Dalam lirik ini, terdapat perasaan kesedihan dan keprihatinan dari seseorang terhadap pasa... tampilkan semua

You want me to fix you
But it's never enough
That's why you always call me
'Cause you're scared to be loved, uh

Lirik ini menggambarkan situasi di mana satu pihak merasa bertanggung jawab atau dibebani ... tampilkan semua

But I'll always be there for you
I'll always be there for you
I'll always be there for you
Girl, I have no shame (Shame)

Berisi janji setia dan dukungan tanpa syarat dari satu pihak kepada pasangannya. Meskipun ... tampilkan semua

I'll always be there for you
I'll always be there for you
I'll always be there for you
Girl, I have no shame (Shame)

Ini adalah penegasan ulang dari komitmen dan dukungan tanpa henti. Dengan mengulangi klaim... tampilkan semua

Ooh, said it'd be the last time
All you needed was a little closure
Ooh, said it'd be the last time
But you're begging me to come over
Ooh, come over
Ooh, saying who's gonna fuck ya
Like me?
Hey

Lirik ini mencerminkan perasaan frustasi dan tarikan antara kebutuhan untuk menutup suatu ... tampilkan semua

Who's gonna fuck you like...
Hey!
Woo-ooh

Ini adalah simpulan yang menggambarkan klaim kepemilikan emosional dan fisik yang kuat. Ad... tampilkan semua

Terjemahan Lirik
Ya
Uh, uh, ya
Katakan lebih keras, katakan lebih keras
Siapa yang akan mencintaimu
Sepertiku, sepertiku?
Katakan lebih keras, katakan lebih keras
Siapa yang akan menyen... tampilkan semua
Review Lagu
Lagu "Shameless" oleh The Weeknd menampilkan emosi yang kompleks dan tema hubungan yang gelap dan penuh kontradiksi. Dari lirik yang diungkapkan, kita dapat merasakan ketegangan antara keinginan dan rasa sakit, dan bagaimana cinta sering kali hadir dalam bentuk yang sulit dan menyakitkan.

Rasa Cinta yang Patah Hati

Diawali dengan pertanyaan retoris, "Who's gonna love ya like me?" The Weeknd langsung menggugah rasa ketertarikan pendengar. Ini menunjukkan suatu keyakinan, bahkan bisa dibilang kesombongan, akan eksistensinya dalam kehidupan mantannya. Namun, di balik kepercayaan dirinya, terdapat kerentanan yang ia ungkapkan melalui lirik yang menyentuh tema kesedihan dan ketidakpastian.

Konflik Emosional

Dalam bait selanjutnya, diceritakan tentang seseorang yang ingin baik-baik saja tetapi tidak mampu mengendalikan emosinya. Kita melihat sebuah dilema yang sering terjadi dalam hubungan yang rumit. Di sini, frasa "said you wanna be good but you're begging me to come over" mencerminkan keinginan untuk berubah, tetapi pada saat yang sama, ketergantungan pada cinta yang penuh sakit.

Persepsi tentang Cinta dan Rasa Sakit

The Weeknd dengan tegas menyoroti bahwa cinta tidak selalu datang dalam bentuk yang manis dan romantis. Lirik "I don't wanna hurt you, but you live for the pain" menegaskan bahwa wanita yang dia gambarkan tampaknya terjebak dalam siklus cinta yang menyakitkan. Mungkin bagi dia, rasa sakit menjadi bagian yang tak terpisahkan dari cinta itu sendiri.

Komitmen dan Ketidakcukupan

Perasaan komitmen dipresentasikan ketika ia menyatakan "But I'll always be there for you." Ini menunjukkan bahwa meskipun ada kesadaran akan masalah dalam hubungan tersebut, ia tetap siap untuk mendukung dan mencintai wanita itu. Namun, lirik ini juga mengindikasikan bahwa upaya untuk "memperbaiki" satu sama lain sering kali tidak cukup.

Cikal Bakal Kesadaran Diri

Dalam bagian akhir lirik, saat ia menyatakan "said it'd be the last time," terlihat ketidakmampuan untuk benar-benar mengakhiri hubungan yang menyakitkan. Ada ketidakpastian dan harapan yang saling berlawanan. Frasa ini mencerminkan bagaimana sering kali kita terjebak dalam pola perilaku yang sama, meskipun kita tahu bahwa itu tidak baik untuk kita.

Poin-poin Kunci tentang "Shameless"


  • Emosi yang Mendalam: Lirik mencerminkan rasa sakit dan kerentanan dalam hubungan yang penuh cinta dan konflik.

  • Kontradiksi: Ada ketegangan antara keinginan untuk menjadi baik dan keinginan yang lebih gelap.

  • Komitmen: Penjatahan cinta tanpa batas meskipun mengetahui bahwa hubungan tersebut korosif.

  • Kesadaran Diri: Kesadaran akan masalah dalam hubungan, tetapi tetap terjebak dalam siklus yang sama.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, "Shameless" adalah sebuah karya seni yang menyoroti keindahan dalam kerentanan. Dengan lirik yang puitis dan penuh makna, The Weeknd berhasil menciptakan sebuah kisah yang menggugah hati tentang cinta yang tidak sempurna dan pertarungan antara keinginan serta realitas. Lagu ini mengingatkan kita bahwa cinta tidak selalu sederhana; sering kali, ia meliputi rasa sakit, kebingungan, dan juga komitmen yang mendalam.
Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto