
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Kuperintahkan pada langit
Untuk meminta matahari
Kembali pulang, pulang kembali
Ke punggung lautan
Makna lirik lagu ini menggambarkan harapan dan kerinduan yang mendalam akan keindahan dan ... tampilkan semua
Kar′na kurindukan Ibu Bulan
Kumainkan lagu romantisnya
Di Tanah Ubud
Dan kita yang sedang menari di atas merahnya anggur
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan yang mendalam terhadap sosok Ibu Bulan, yang ... tampilkan semua
Seperti sihir, dua bibir kita
Anggun berayun, mendekat, melekat
Jantung kita tak seirama
Apakah ini namanya?
Makna lirik lagu ini menggambarkan keindahan sekaligus kompleksitas dalam suatu hubungan c... tampilkan semua
Mungkinkah ini bahasanya
Untuk orang-orang sepertiku?
Apakah mungkin
Ini yang lama aku tunggu?
Makna lirik lagu ini mencerminkan kerinduan dan harapan seseorang yang sedang mencari keje... tampilkan semua
Lagu "Malam Malam, Ubud" yang dinyanyikan oleh Sal Priadi adalah sebuah karya yang bukan hanya menarik dari segi melodi, tetapi juga dalam pengungkapan lirik yang dalam dan puitis. Melalui liriknya, Sal Priadi membawa pendengar menelusuri keindahan suasana malam dan kedalaman perasaan yang muncul dalam momen yang intim.
Keinginan dan Kerinduan
Diawali dengan kalimat "Kuperintahkan pada langit untuk meminta matahari kembali pulang, pulang kembali ke punggung lautan", lirik ini menggambarkan suatu kerinduan yang mendalam. Ada nuansa keinginan untuk menghentikan waktu, agar hari yang indah bisa ditunda. Matahari di sini menjadi simbol harapan dan kehangatan, sedangkan lautan melambangkan kedamaian dan keterhubungan dengan alam.
Romantisme di Tanah Ubud
Ubud dikenal sebagai tempat yang kaya akan kultur dan keindahan alam, dan menciptakan latar yang sempurna untuk penggambaran momen romantis. Lirik "Kumainkan lagu romantisnya di Tanah Ubud" menunjukkan bahwa suasana Ubud mampu menghadirkan nuansa cinta yang sakral. Dalam pengertian ini, Ubud bukan hanya sekadar lokasi, tetapi juga menjadi simbol dari perasaan yang tulus dan mendalam.
Kedekatan dan Keterikatan Antara Dua Jiwa
Salah satu tema sentral dalam lagu ini adalah kedekatan yang terjalin antara dua insan. Tersirat dalam lirik "Seperti sihir, dua bibir kita anggun berayun, mendekat, melekat", di mana ada sebuah gambaran intim tentang kekuatan cinta yang magis. Frasa "seperti sihir" menggambarkan bagaimana cinta dapat membawa transformasi yang luar biasa, serta memperpendek jarak antara dua orang.
Perbedaan dalam Keselarasan
Meski dalam kedekatan, ditemukan juga pertentangan dalam lirik "Jantung kita tak seirama", yang mengindikasikan bahwa meskipun ada rasa cinta yang kuat, ada kemungkinan perbedaan dalam cara pandang atau perasaan. Di sini, Sal Priadi mengajak pendengar untuk merenungkan tentang kompleksitas dalam hubungan, di mana ketidakseimbangan pun bisa menjadi bagian dari dinamika cinta.
Refleksi dan Harapan
Lirik di akhir yang mempertanyakan "Apakah ini namanya? Mungkinkah ini bahasanya untuk orang-orang sepertiku?" menunjukkan refleksi yang mendalam. Ada pertanyaan tentang arti dari perasaan tersebut dan apakah ini adalah kebahagiaan yang selama ini diharapkan. Mungkin ini adalah ungkapan keraguan, namun juga menonjolkan harapan akan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar cinta.
Secara keseluruhan, "Malam Malam, Ubud" adalah sebuah lagu yang mengajak kita untuk merenungkan tentang cinta dan kerinduan, sambil merayakan keindahan dari momen-momen kecil dalam hidup. Melalui lirik-liriknya yang kaya akan makna, Sal Priadi berhasil menghadirkan pengalaman emosional yang kuat dan mendalam bagi para pendengarnya.












































