
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Sudahkah kau bertanya?
Telah berbuat apa?
Pada bumi yang memberikanmu pangan
Pada alam yang memberkahi
Lirik ini mengingatkan kita untuk merenungkan sejauh mana kita sudah mengapresiasi bumi da... tampilkan semua
Pernahkah kau pikirkan?
Bahwa para pejuang
Tidak mewariskan tanah air agar kau menjadi bangsa yang lemah
Lirik tersebut mengajak kita berpikir tentang perjuangan para pahlawan yang telah berjuang... tampilkan semua
Berhenti mencaci, mulai memperbaiki
Berhenti mengutuk, mulai memberi arti
Pesan dari lirik ini adalah agar kita berhenti saling menyalahkan dan mulai mengambil lang... tampilkan semua
Ibu pertiwi, menangis lara
Menunggumu untuk mengulurkan tangan
Dan membantu
Negeri ini tanah surga, kawan
Namun, sang saka sedang terluka
Lirik ini menggambarkan Ibu Pertiwi yang menangis, simbol sebuah negara yang dalam kesulit... tampilkan semua
Lihatlah mereka, masih bisa tersenyum
Meski diuji dengan cobaan yang lebih berat dari putus cinta
Dari ujung Sumatra sampai tanah Papua
Kita semua saudara dan bukankah perbedaan itu indah
Meskipun cobaan hidup bisa sangat berat, ada orang-orang yang masih bisa tersenyum, menand... tampilkan semua
Satu-satunya musuh
Adalah para oknum
Yang mengisi perutnya dengan keserakahan
Dalam lirik ini, musuh bangsa ditunjukkan sebagai para individu serakah yang lebih mementi... tampilkan semua
Perang belum selesai, kita masih dijajah
Perang belum selesai, kita masih dijajah
Lirik ini menyatakan bahwa perjuangan bangsa belum usai, meskipun secara fisik kita tidak ... tampilkan semua
Lagu "Napak Tilas" yang dinyanyikan oleh Fiersa Besari menyajikan sebuah refleksi mendalam tentang cinta tanah air dan kesadaran sosial. Melalui liriknya, Fiersa tidak hanya mengajak pendengar untuk merenungkan keberadaan dan kontribusi mereka terhadap alam dan bangsa, tetapi juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi oleh masyarakat.
Makna dan Pesan dari Lirik
Diawali dengan pertanyaan retoris, "Sudahkah kau bertanya?", lagu ini mengajak pendengar untuk melakukan introspeksi. Pertanyaan tersebut menandakan pentingnya kesadaran akan tanggung jawab kita terhadap bumi yang memberikan kehidupan dan rezeki. Mengingatkan kita bahwa alam adalah pemberi kehidupan, lagu ini menunjukkan betapa pentingnya untuk menghargai dan menjaga keberlangsungan alam.
Fiersa kemudian mengangkat tema pengorbanan para pejuang yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Melalui lirik "Tidak mewariskan tanah air agar kau menjadi bangsa yang lemah," ia menekankan bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Ada nilai yang harus dijaga; bukan hanya sebagai warisan, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut dengan cara yang aktif.
- Berhenti mencaci, mulai memperbaiki - Pesan perubahan positif yang mengajak kita untuk tidak hanya bersuara tetapi juga bertindak.
- Berhenti mengutuk, mulai memberi arti - Mengajak kita untuk berkontribusi daripada hanya mengkritik tanpa solusi.
Alam dan Perjuangan Manusia
Lirik lagu mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Fiersa menunjukkan rasa empati terhadap alam dengan menggambarkan Ibu Pertiwi yang "menangis lara". Ini merupakan cerminan dari keadaan lingkungan yang semakin memprihatinkan akibat tindakan manusia. Dia menantang kita untuk "mengulurkan tangan dan membantu", bukan hanya untuk alam tetapi juga untuk sesama.
Lebih jauh, Fiersa mengajak kita untuk melihat keragaman Indonesia. Dari "ujung Sumatra sampai tanah Papua", lagu ini menegaskan bahwa meski ada perbedaan, kita tetap satu saudara. Penggambaran tersebut menekankan pentingnya persatuan dalam konteks keanekaragaman budaya dan suku yang ada di Indonesia.
Pesan Sosial dan Kritik
Di bagian akhir lirik, ada pernyataan tegas mengenai musuh yang dihadapi bangsa ini: "Para oknum yang mengisi perutnya dengan keserakahan." Fiersa menyoroti praktik korupsi dan ketidakadilan yang masih menggerogoti bangsa. Dengan menyebutkan bahwa "Perang belum selesai, kita masih dijajah," ia menggarisbawahi bahwa meski kita sudah merdeka secara politik, ada hal-hal lain yang perlu diperjuangkan agar kemerdekaan sejati dapat terwujud.
Kesimpulan
Lagu "Napak Tilas" merupakan sebuah karya yang menggugah kesadaran dan semangat nasionalisme. Melalui liriknya yang puitis dan penuh makna, Fiersa Besari mengajak kita untuk tidak hanya mencintai Indonesia, tetapi juga aktif berkontribusi untuk menjadikannya lebih baik. Dengan memfokuskan pada pemeliharaan alam, persatuan dalam perbedaan, dan kritik terhadap keserakahan, lagu ini memberikan pesan yang relevan untuk setiap generasi.













































