
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Kawan, dapatkah kau mendengar?
Hati nuranimu memanggil
Ketika mereka ditindas
Oleh kaki keserakahan
Bagian ini mengajak kita untuk mendengarkan suara hati nurani dan kepedulian terhadap sesa... tampilkan semua
Represi sang penguasa
Depresi yang tertindas
Lirik ini menggambarkan situasi yang sulit di bawah tekanan otoritas yang menindas. Ini me... tampilkan semua
Bahasa kita berbeda
Agama kita berbeda
Budaya kita berbeda
Bukankah itu indah?
Di tengah perbedaan bahasa, agama, dan budaya, ada keindahan dalam keberagaman. Lirik ini ... tampilkan semua
Acungkan kepalmu, kawan
Lawan ketidakadilan
Satukan semangat kita
Anak semua bangsa
Pesan dalam bagian ini adalah dorongan untuk melawan ketidakadilan dengan kepala tegak dan... tampilkan semua
Haruskah kau permasalahkan
Warna-warni kulit manusia?
Banyak jiwa bergelimpangan
Konflik menjadi hal biasa
Pesan ini mempertanyakan relevansi dan kebijaksanaan mempersoalkan perbedaan seperti warna... tampilkan semua
(Bahasa kita berbeda), berdirilah
(Agama kita berbeda), hapus tangis
(Budaya kita berbeda), genggam tanganku
(Bukankah itu indah?)
Lirik ini menyoroti keragaman sebagai sumber kekuatan dan keindahan. Dengan berdiri teguh ... tampilkan semua
(Acungkan kepalmu, kawan) usah takut
(Lawan ketidakadilan) usah marah
(Satukan semangat kita) kau tak sendiri
(Anak semua bangsa)
Bagian ini menekankan agar kita tidak takut atau marah menghadapi ketidakadilan. Dengan be... tampilkan semua
Lagu "Anak Semua Bangsa" yang ditulis dan dinyanyikan oleh Fiersa Besari merupakan sebuah karya yang penuh dengan pesan sosial dan kemanusiaan. Melalui liriknya, Fiersa mengajak pendengar untuk merenungkan berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat, terutama dalam konteks penindasan, perbedaan, dan ketidakadilan. Dalam artikel ini, kita akan mengulas lebih dalam tentang tema dan makna yang terkandung dalam lagu ini.
Suara Hati dan Kesadaran Sosial
Pembuka lagu ini langsung mengajak pendengar untuk mendengar suara hati: "Kawan, dapatkah kau mendengar? Hati nuranimu memanggil." Frasa ini menggambarkan panggilan moral kepada setiap individu untuk membuka mata dan telinga terhadap penderitaan orang lain yang ditindas oleh “kaki keserakahan.” Fiersa dengan tegas menunjukkan bagaimana kekuasaan sering kali menyakiti yang lemah, menciptakan ketidakadilan yang harus kita lawan bersama.
Kesedihan dan Penindasan
Dalam bagian selanjutnya, lirik menggambarkan kondisi yang menyedihkan: "Represi sang penguasa, Depresi yang tertindas." Dengan penggambaran ini, Fiersa seolah menyampaikan realitas pahit yang dihadapi oleh banyak orang, di mana penguasa yang seharusnya melindungi justru menjadi penyebab penindasan. Hal ini menjadi panggilan untuk bergerak dan memperjuangkan hak-hak yang hilang.
Perbedaan yang Memperkaya
Salah satu aspek menarik dalam lagu ini adalah penekanan pada perbedaan. "Bahasa kita berbeda, Agama kita berbeda, Budaya kita berbeda, Bukankah itu indah?" Melalui pengakuan akan adanya perbedaan, Fiersa mengajak kita untuk melihat keindahan keragaman. Ia menyoroti bahwa meskipun kita memiliki latar belakang yang berbeda, itu seharusnya tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam tujuan yang sama, yaitu keadilan dan kemanusiaan.
Seruan untuk Melawan dan Bersatu
Dalam liriknya, Fiersa terus mengajak pendengar untuk tidak takut dan tidak marah: "Acungkan kepalmu, kawan, Lawan ketidakadilan." Ini adalah ajakan untuk bangkit dari ketidakpuasan dan melakukan perubahan. Frasa "Satukan semangat kita, Anak semua bangsa" menggambarkan harapan Fiersa akan persatuan, bahwa kita semua adalah bagian dari satu keluarga besar, terlepas dari perbedaan yang ada.
Refleksi terhadap Manusia dan Kemanusiaan
Bagian lain yang menonjol adalah ungkapan tentang warna kulit manusia: "Haruskah kau permasalahkan warna-warni kulit manusia?" Lirik ini menyoroti masalah diskriminasi dan rasisme yang masih kerap terjadi di masyarakat. Dalam dunia yang penuh konflik, Fiersa mengajak kita untuk menciptakan harmoni dan saling menghargai satu sama lain.
Panggilan untuk Aksi Kolaboratif
Akhir lagu ini kembali mengulangi seruan untuk berdiri bersama dan tidak sendirian: "(Acungkan kepalmu, kawan) usah takut." Ini menekankan pentingnya kolaborasi dalam perjuangan melawan ketidakadilan. Ini merupakan dorongan untuk semua orang, tanpa terkecuali, untuk bersuara dan bertindak demi keadilan.
Kesimpulan
Lagu "Anak Semua Bangsa" oleh Fiersa Besari merupakan sebuah karya musik yang kaya akan makna dan pesan sosial. Dengan lirik yang menggugah, Fiersa mengajak kita untuk membuka mata terhadap penderitaan dan kesulitan yang dihadapi oleh orang-orang di sekitar kita. Melalui tema perbedaan yang memperkaya, kesadaran sosial yang mendalam, dan seruan untuk bersatu dalam melawan ketidakadilan, Fiersa berhasil menciptakan sebuah lagu yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga sarat dengan makna. Lagu ini adalah pengingat pentingnya solidaritas, empati, dan keadilan bagi semua umat manusia.













































