
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Tubuhmu yang terbungkuk, tersandar lemah
Di kursi kayu tua
Jemari kurus terkulai menggenggam pena
Engkau goreskan sajak
Sisa rambutmu perak, tinggal segenggam
Terbaca pahit, kerasnya perjalanan
Nampaknya ingin kautumpahkan seluruhnya
Di dalam puisi
Makna lirik lagu ini menggambarkan kondisi fisik dan emosional seseorang yang telah melewa... tampilkan semua
Dari alis matamu terbentuk garis
Guratan kokoh jiwa
Angin yang deras menghempas tak kau hiraukan
Batinmu kuat bertahan
Meskipun raga semakin rapuh
Tak pernah risau, selalu tersimpul senyum
Sepantasnyalah kujadikan suri teladan
Potret perjuangan
Makna lirik lagu ini menggambarkan sosok yang kuat dan tabah menghadapi berbagai tantangan... tampilkan semua
Oh, oh, oh, ibu
Ada yang ingin kutanyakan padamu
Hasil panenan kemarau ini
Sesubur panen yang kita petik bersama
Oh, oh, oh, ibu
Apa kabar sawah kita sepetak?
Masih bisakah kita tanami?
Atau terendam ditelan zaman?
Makna lirik lagu ini mencerminkan kerinduan dan keprihatinan seorang anak terhadap kondisi... tampilkan semua
Setelah cucumu lahir aku lebih paham
Betapa beratnya
Membesarkan dan setia melindungi
Semua anak-anakmu
Kita yang s′lalu hidup sederhana
Kau sanggup mengasuh hingga kami dewasa
Dengarkanlah nyanyian yang aku peruntukkan
Buatmu, ibu
Makna lirik lagu ini menggambarkan penghargaan dan pengertian yang mendalam terhadap sosok... tampilkan semua
Dalam dunia musik Indonesia, salah satu seniman yang mampu menggugah perasaan dan melukiskan rasa dengan lirik yang mendalam adalah Ebiet G. Ade. Lagu 'Nyanyian Rindu Untuk Ibu' adalah salah satu karya yang sarat oleh nuansa cinta dan kerinduan terhadap sosok ibu. Melalui lirik yang sederhana namun menyentuh, Ebiet mampu membawa pendengarnya merasakan cinta dan pengorbanan seorang ibu yang tak terhingga.
Gambaran Fisik dan Emosional Ibu
Lirik pertama lagu ini menggambarkan sosok ibu yang sudah lanjut usia, dengan “tubuhmu yang terbungkuk, tersandar lemah di kursi kayu tua”. Deskripsi visual ini menunjukkan betapa waktu telah menghampiri, menyisakan keletihan di wajah dan tubuhnya. Namun, di tengah fisik yang lemah, ibu tetap berjuang menyalurkan perasaannya melalui pena, “engkau goreskan sajak”, sebuah simbol dari harapan dan kenangan yang ingin disampaikan.
Makna Kekuatan Batin
Walaupun fisik ibu telah rapuh, lirik merujuk pada “batinmu kuat bertahan”. Hal ini mengisyaratkan bahwa ketahanan jiwa dan semangat seorang ibu jauh lebih kuat daripada raga yang menua. Ibu digambarkan tak pernah mengeluh, selalu tersenyum meskipun dalam keadaan sulit. Ini menunjukkan pengorbanan dan cinta tanpa syarat yang dimiliki seorang ibu kepada anak-anaknya.
Penuh Pertanyaan dan Rindu
Di bagian selanjutnya, penyanyi mengekspresikan rasa rindu dan kerinduan untuk bertanya kepada ibunya mengenai nasib sawah mereka, “apa kabar sawah kita sepetak?”. Pertanyaan ini membawa makna mendalam tentang keterikatan keluarga dan tanah tempat mereka berpijak. Hubungan antara hasil panen dan usaha keras yang sudah dilakukan mencerminkan perjuangan bersama yang telah dilalui sepanjang hidup.
Refleksi Perjuangan Seorang Ibu
Lirik “setelah cucumu lahir aku lebih paham” menunjukkan bahwa dari pengalaman hidup, terutama saat melihat generasi baru lahir, anak semakin memahami betapa sulitnya menjadi seorang ibu. Ada pengakuan dan penghargaan mendalam terhadap pengorbanan yang dilakukan oleh ibu untuk membesarkan dan melindungi anak-anaknya.
Simpulan
Lag u 'Nyanyian Rindu Untuk Ibu' tidak hanya sekadar sebuah lagu, tetapi merupakan sebuah penghormatan yang tulus kepada semua ibu yang telah berjuang mengorbankan segalanya untuk anak-anak mereka. Dengan melodi yang menggetarkan jiwa dan lirik yang menusuk perasaan, Ebiet G. Ade berhasil menciptakan sebuah karya yang akan selalu terkenang di hati pendengarnya. Lagu ini menjadi pengingat akan pentingnya menghargai dan merindukan sosok ibu yang telah menghasilkan banyak panen cinta dan kasih sayang dalam kehidupan kita.













































