
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Kesan pertama kita jumpa
Seakan bertatap mata
Ruang waktu yang berbicara
Hadirkan nuansa bersama
Walau tak nyata
Makna lirik lagu ini menggambarkan keajaiban dan kekuatan dari pertemuan pertama antara du... tampilkan semua
Dalam relung hati, ingin bertanya
Apakah dua insan ′kan bercinta?
Makna lirik lagu ini mencerminkan kerinduan dan kebingungan seseorang yang ingin mengetahu... tampilkan semua
Oh, biarlah sudah, kuhadapi saja
Masa-masa nestapa
Ku hampa sendiri, bohongi nurani
Sudahlah, biar terjadi
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kerentanan dan penerimaan terhadap kenyataan pa... tampilkan semua
Baru saja mau bersemi (bersemi)
Ternyata hanya angan belaka
Tinggal waktu yang berbicara
Sama halnya ijabah sang semesta
Makna lirik lagu ini menggambarkan kekecewaan dan harapan yang tidak terwujud. Frasa "baru... tampilkan semua
Dalam relung hati, ingin bertanya
Apakah dua insan 'kan bercinta?
Makna lirik lagu ini menggambarkan kerinduan dan harapan seseorang untuk memahami perasaan... tampilkan semua
Oh, biarlah sudah, kuhadapi saja
Kian kadung tenggelam
Ku hampa sendiri, bohongi nurani
Mungkin ini akan terjadi nanti
Saat engkau mengerti
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan pasrah dan kesedihan seseorang yang menghadapi... tampilkan semua
Oh, biarlah sudah, kuhadapi saja
Kian kadung tenggelam
Ku hampa sendiri (ku hampa sendiri), bohongi nurani
Mungkin ini akan terjadi nanti
Saat engkau mengerti
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang menghadapi kesedihan dan kekece... tampilkan semua
Lagu "Kesan Pertama" yang dinyanyikan oleh Ardhito Pramono dan Gusti Irwan Wibowo hadir dengan lirik yang puitis dan menyentuh hati. Melalui setiap baitnya, lagu ini memberikan gambaran mendalam tentang perasaan dan harapan yang lahir dari sebuah pertemuan awal yang penuh makna. Mari kita telusuri makna dan pesan yang terkandung dalam liriknya.
Pertemuan Pertama yang Mengesankan
Diawali dengan lirik, "Kesan pertama kita jumpa, seakan bertatap mata," lagu ini menggambarkan momen berharga saat dua orang bertemu untuk pertama kalinya. Kesan yang tercipta dari pertemuan tersebut seakan memberi sinyal bahwa sesuatu yang lebih dari sekadar pertemuan biasa dapat terjadi. "Ruang waktu yang berbicara, hadirkan nuansa bersama," menunjukkan bagaimana momen itu terasa begitu nyata meski baru saja dimulai.
Harapan dan Keraguan
Dalam relung hati, terdapat sebuah pertanyaan mendasar: "Apakah dua insan 'kan bercinta?". Pertanyaan ini mencerminkan harapan yang hadir sekaligus keraguan akan masa depan hubungan tersebut. Terdapat dualisme antara keinginan untuk saling mencintai dan rasa takut bahwa semuanya hanya angan belaka. Lirik ini mengingatkan kita bahwa cinta sering kali disertai dengan ketidakpastian.
Menjalani Kenyataan Pahit
Bagian berikutnya dari lirik mencerminkan penerimaan akan kenyataan, "Oh, biarlah sudah, kuhadapi saja masa-masa nestapa." Di sini, penyanyi tampak siap untuk menghadapi kemungkinan pahit, meski hatinya merasa hampa dan berjuang melawan nurani. Ini membawa kita pada pemahaman bahwa tidak semua perasaan berakhir bahagia, dan kadang, kita harus merelakan apa yang tidak bisa kita miliki.
Refleksi dan Harapan Masa Depan
Lirik "Mungkin ini akan terjadi nanti, saat engkau mengerti" membawa harapan akan kemungkinan yang dapat hadir di masa depan. Ada rasa penantian dan keyakinan bahwa mungkin suatu saat apa yang diinginkan bisa terwujud ketika kedua insan memahami satu sama lain. Pesan ini mengingatkan kita akan kesabaran dalam menanti sesuatu yang baik, meskipun saat ini situasi terasa sulit.
Kemanisan dalam Kesedihan
Secara keseluruhan, "Kesan Pertama" tidak hanya menceritakan tentang cinta, tetapi juga melambangkan perjalanan emosi manusia. Dari pertemuan yang penuh harapan, keraguan, hingga penerimaan kenyataan yang pahit, lagu ini merefleksikan pengalaman cinta yang universal. Lagu ini layak menjadi perhatian bagi para pencinta musik yang menghargai lirik yang mendalam dan emosional.
dari penggalan-penggalan lirik yang tajam dan relatable, Ardhito Pramono dan Gusti Irwan Wibowo berhasil menyusun sebuah komposisi yang berbicara langsung kepada pendengarnya, meninggalkan kesan mendalam atas pengalaman pertama yang sering kali dikaitkan dengan cinta.













































