
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Laju senja
Pasrah, gelap tiba
Tertunduk, termenung, terkulai, terlunta
Cemas akan guna
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kerentanan dan kebingungan yang dialami seseor... tampilkan semua
Musnah asa
Hampa relung sukma
Hempasan badai dari seb′rang sana
Hanyutkan
Ku untuk terbiasa sama
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kehilangan dan kehampaan yang dialami seseoran... tampilkan semua
Tiada puja
Bangga pun tak jua
Larut tenggelam kala senantiasa
Meneropong hingga
Makna lirik lagu ini mengungkapkan rasa kehilangan dan ketidakpuasan yang mendalam, di man... tampilkan semua
Tak berkaca
Di cermin yang ada
Enggan percaya bahwa bayang nyata
Mustika
Karunia luhur bertakhta
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan ketidakpastian dan penolakan terhadap kenyataa... tampilkan semua
Ingkar dan terlupa
Segala nuansa
Ragam-rupa, saga-darma
Hijau-biru terbentang rata
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan penyesalan dan kehilangan terhadap sesuatu yang... tampilkan semua
Citra pesona
Tak dianggap ada
Berpaling dari indahnya pusaka
Aksara
Tak tergoda gita irama
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan keterasingan dan pengabaian terhadap keindahan... tampilkan semua
Wijayakusuma
Bersemi, mekarlah
Beri kami nyawa lagi
Dwipa pertiwi nan tercinta
Makna lirik lagu ini mencerminkan harapan dan kecintaan terhadap tanah air, menggambarkan ... tampilkan semua
Sang pinujo atmo, roso, rogo
Ngenggoni welas asih
Oh, Maitreya, ndiko kang anggayuh kawijayan
Wit buko dumugi akhir (wit buko dumugi akhir)
(Nuduhke kasaenan) nuduhke kasaenan
(Kasaenan numrap jagad) nuduhke kasaenan numrap jagad
Makna lirik lagu ini menggambarkan sebuah perjalanan spiritual yang penuh dengan harapan d... tampilkan semua
Hasrat, rasa, dan cipta karsa, karya
Memberkati
Nusantaraku, Indonesia
Makna lirik lagu ini mengekspresikan rasa cinta dan kebanggaan terhadap Indonesia, mengaja... tampilkan semua
Siro tan biso amupus karso
Meniko sifat lan kinodrating janmo
Makna lirik lagu ini menggambarkan tentang ketidakmampuan seseorang untuk mengabaikan atau... tampilkan semua
Lagu "Wijayakusuma" yang dinyanyikan oleh Ardhito Pramono merupakan sebuah karya yang kaya akan makna dan simbolisme. Dengan lirik yang puitis, Ardhito membawa pendengar pada perjalanan emosional yang mencerminkan kondisi jiwa dan pandangan hidup. Mari kita telaah lebih dalam untuk memahami pesan-pesan yang terkandung dalam lirik lagu ini.
Refleksi Emosional dalam Keheningan Senja
Diawali dengan gambaran "Laju senja," lagu ini menggambarkan sebuah transisi tempo yang membawa nuansa keheningan dan kesedihan. Dalam frasa seperti "Pasrah, gelap tiba" dan "Tertunduk, termenung, terkulai, terlunta," terdapat penegasan perasaan cemas yang mendalam. Cita-cita serta harapan seolah musnah pada saat ini, menghasilkan rasa hampa yang menyentuh relung sukma.
Perjuangan Melawan Ketidakpastian
Ketika dihadapkan pada "Hempasan badai dari seb′rang sana," individu digambarkan sebagai entitas yang terhanyut dalam arus kehidupan yang tak menentu. Konsep keterasingan dalam kalimat "Tiada puja, bangga pun tak jua" mencerminkan ketidakpuasan dan kehilangan diri, di mana keindahan hidup yang seharusnya dinikmati menjadi tidak berarti.
Pengharapan di Tengah Keterpurukan
Namun, di balik semua kesedihan dan keputusasaan, terdapat harapan yang tak kunjung pudar. Frasa "Bersemi, mekarlah, beri kami nyawa lagi" merupakan simbol dari kebangkitan dan harapan untuk masa depan. Ini menunjukkan keinginan kolektif untuk kembali menemukan makna dan tujuan hidup, terutama dalam konteks tanah air, yang ditegaskan dengan kata "Nusantaraku, Indonesia".
Spirit Perjuangan Melalui Aksara dan Budaya
Melalui lirik yang menggambarkan "Aksara" dan "gita irama," Ardhito menegaskan pentingnya menyelami budaya, sejarah, dan warisan yang dimiliki sebagai bangsa. Pesan ini seakan mengingatkan kita untuk tidak melupakan akar dari identitas kita sebagai masyarakat, yang tertuang dalam banyak aspek kehidupan, termasuk seni dan budaya.
Keseimbangan antara Roh dan Jasmani
Di akhir lirik, terdapat ungkapan "Sang pinujo atmo, roso, rogo" yang melambangkan harmoni antara aspek spiritual (jiwa), emosional (rasa), dan fisik (rogo). Ini memperkuat pesan bahwa untuk mencapai kesejahteraan dan keberhasilan, kita harus memahami dan menjalani ketiga elemen tersebut secara bersamaan.
Kesimpulan
Lagu "Wijayakusuma" bukan hanya sekadar lagu biasa, melainkan sebuah karya yang menyampaikan pesan mendalam tentang perjuangan, harapan, dan identitas. Ardhito Pramono berhasil merangkum berbagai emosi yang kompleks dalam liriknya, menjadikannya sebuah refleksi yang bisa dihayati oleh banyak orang. Dalam perjalanan hidup yang penuh liku, lagu ini mengajak kita untuk senantiasa optimis dan mencari keindahan dalam setiap kepingan kisah hidup, menjadikan kita lebih menghargai keberadaan dan perjalanan yang dilalui.













































