
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Bangun dong, Ka (oh, iye)
Minum kopi kek (oh, iye, kopi, ye?)
Hm-mm (iye), oke
Yo-yok (mulai)
One, two
Tu, wa, ga, pat
Makna lirik lagu ini mencerminkan suasana santai dan akrab, di mana penggambaran aktivitas... tampilkan semua
Lemparkan biji di halaman
Kelak ′kan menjadi barang
Menadahkan tangan di jalanan
Kelak 'kan menjadi uang
Makna lirik lagu ini menggambarkan filosofi bahwa usaha kecil dan tindakan positif, sepert... tampilkan semua
Pasang tampang, pasang aksi
Itu pun menghasilkan
Nggak ada tangis bayi kelaparan, oh
Nggak ada dentuman meriam, ah
Makna lirik lagu ini menggambarkan tentang kepalsuan dan kepedulian palsu yang sering dipe... tampilkan semua
Di kampung, di kota, orang sibuk pada bisnis
Banyak yang punya rekening di neg′ri Swiss
Pembokat sekarang pada modis-modis
Pengemis saja mudik carter bis
Makna lirik lagu ini menggambarkan realitas kehidupan di Indonesia yang penuh dinamika, di... tampilkan semua
Hidup di alam yang ramah
Di atas tanah subur dan kaya
Makna lirik lagu ini menggambarkan kehidupan yang harmonis dan penuh keberkahan di lingkun... tampilkan semua
Nggak usah pakai banyak tenaga
Mikir sedikit pasti jalan, hu!
Hidup senang, nggak ada perang
Makan kenyang, ngapain ribut-ribut?
Makna lirik lagu ini mengajak kita untuk menjalani kehidupan dengan sederhana dan santai, ... tampilkan semua
Aw!
Yeah!
Oh-yeah!
Rauh! Wu-hu!
Wu-hu-hu!
Oh-yeah
Makna lirik lagu ini mencerminkan ekspresi energi dan semangat yang tinggi, sering kali di... tampilkan semua
Nggak ada tangis bayi kelaparan, oh-oh-ho-mm
Nggak ada dentuman meriam, yeah
Nggak usah pakai banyak tenaga, oh, oh-ho, mm-hm
Mikir sedikit, pasti jalan, aw!
Hidup senang, nggak ada perang
Makan kenyang, ngapain ribut-ribut?
Makna lirik lagu ini menggambarkan harapan akan kehidupan yang damai dan sejahtera, di man... tampilkan semua
Aw!
Wuh!
Yeah!
Wu-hu-hu, wu-hu-hu!
Makna lirik lagu ini menunjukkan ekspresi kegembiraan, semangat, dan energik yang berasal ... tampilkan semua
Dalam dunia musik Indonesia, Slank dikenal sebagai salah satu band legendaris yang kerap menyuguhkan lagu-lagu bernuansa sosial dan penuh pesan moral. Lagu berjudul 'Kopi Air Hujan' merupakan salah satu karya mereka yang sarat makna dan menggambarkan kondisi serta aspirasi masyarakat. Berdasarkan lirik yang diberikan, kita dapat menelisik makna serta pesan yang tersembunyi di balik kata-kata tersebut.
Pesan tentang Keseharian dan Aspirasi Rakyat
Lagu ini dibuka dengan ajakan yang bersifat mengingatkan, seperti "Bangun dong, Ka" dan "Minum kopi kek". Menggunakan unsur keseharian seperti minum kopi, lagu ini memperlihatkan gambaran masyarakat yang bersahaja dan dekat dengan kehidupan sederhana. Ada nuansa kekeluargaan dan kehangatan dalam lirik ini yang mengajak pendengar untuk sadar akan kehidupan mereka sehari-hari.
Gambaran tentang Kemandirian dan Harapan Masa Depan
Selanjutnya, lirik menyentuh tentang tindakan nyata yang dilakukan masyarakat, seperti "Lemparkan biji di halaman/ Kelak ′kan menjadi barang" dan "Menadahkan tangan di jalanan/ Kelak 'kan menjadi uang". Dedikasi untuk bekerja keras dan percaya bahwa usaha kecil dan sederhana dapat membuahkan hasil yang berarti. Ini menunjukkan optimisme dan harapan bahwa dengan kerja keras, masyarakat dapat memperbaiki nasib mereka sendiri.
Kritikan Sosial dan Realitas Ekonomi
Lagu ini juga menyentil berbagai fenomena sosial dan ekonomi yang terjadi, seperti "Banyak yang punya rekening di neg′ri Swiss" yang mengindikasikan keberadaan ketimpangan dan kekayaan yang tidak merata. Disamping itu, konsep seperti "Pengemis saja mudik carter bis" menyiratkan adanya ketidakadilan dan perubahan mobilitas sosial, di mana orang-orang yang dulu mungkin terpinggirkan kini melangkah ke kehidupan yang lebih baik.
Nuansa Positif dan Harapan Akan Kehidupan Lebih Baik
Secara keseluruhan, lirik dikuasai oleh suasana optimisme dan impian akan hidup yang lebih tenang dan sejahtera. Ungkapan seperti "Hidup di alam yang ramah/ Di atas tanah subur dan kaya" menggambarkan keinginan agar masyarakat hidup harmonis dan makmur. Pesan utama dari lagu ini adalah mengenai pentingnya hidup sederhana, berpikir cerdas dan tidak perlu berlebihan, serta menanamkan rasa optimisme bahwa jalan menuju kehidupan yang lebih baik dapat dicapai melalui usaha dan kebersamaan.
Simbol dan Implikasi Sosial
Selain itu, frase seperti "Nggak ada tangis bayi kelaparan" dan "Nggak ada dentuman meriam" merefleksikan keinginan akan kedamaian, menghindari kekerasan dan kesengsaraan yang sering menjadi bagian dari realitas sosial. Lagu ini secara implisit membangun pesan moral agar masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang damai dan bahagia.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, 'Kopi Air Hujan' merupakan lagu yang menyuarakan aspirasi rakyat, keinginan akan kehidupan yang sederhana, damai, dan makmur. Dengan lirik yang penuh makna ini, Slank mengajak kita untuk merenungkan pentingnya usaha, optimisme, dan solidaritas dalam mencapai kehidupan yang lebih baik. Musik dan lirik yang disusun secara harmonis ini mampu menyentuh hati dan memotivasi masyarakat untuk terus berjuang dan tetap bersyukur atas apa yang mereka miliki.











































