
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Si Sum tukang ngelucu
Sampai-sampai Srimulat kalah lucu
Ikut-ikutan tren makan hamburger
Tapi nggak pernah bikin ham-tempe
Makna lirik lagu ini mencerminkan kejenakaan dan satire terhadap perilaku masyarakat yang ... tampilkan semua
Jadi ketua kelas nggak demokrasi
Bikin teman-teman jadi demonstrasi
Nggak mau dengar problem sekolah
Tapi ngangguk-ngangguk, apa kata kepala s′kolah?
Makna lirik lagu ini menggambarkan kritik terhadap kepemimpinan yang otoriter dan kurang d... tampilkan semua
"PR, si Sum"
"Hei, Sum, bikin PR"
Aw!
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana santai dan kekinian di kalangan remaja, di mana... tampilkan semua
Hei, Sum
Ini zaman sudah modern
Tapi kamu
Jangan dong pakai otak kolonial
Makna lirik lagu ini mengingatkan kita untuk tetap kritis dan berpikir mandiri di era mode... tampilkan semua
Hei, Sum
Kamu nggak malu apa nggak naik kelas terus?
Kelas satu, dua tahun
Kelas dua, dua tahun
Kelas tiga, dua tahun
Makna lirik lagu ini menggambarkan kritik sosial terhadap seseorang yang tidak menunjukkan... tampilkan semua
Gimana tuh?
Bikin dong PR-mu, Sum!
Sum, Sum, wuh!
Makna lirik lagu ini mencerminkan suasana santai dan penuh semangat di antara teman, di ma... tampilkan semua
Si Sum pintar silat lidah
Tapi dia rada-rada goblok
Hei, Sum, kamu kok udah
30 tahun nggak bikin PR?
Makna lirik lagu ini menggambarkan sebuah sindiran terhadap seseorang bernama Sum yang dik... tampilkan semua
PR, si Sum
Hei, Sum, bikin PR
PR, si Sum
Hei, Sum, bikin PR, hei!
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana santai dan penuh semangat di lingkungan sekolah... tampilkan semua
Lagu "PR Si Sum" dari band legendaris Slank menyajikan gambaran kehidupan dan karakter seorang siswa bernama Sum dengan gaya bercanda yang mengandung kritik sosial dan refleksi terhadap kebiasaan generasi muda, terutama dalam konteks pendidikan dan budaya. Melalui liriknya, lagu ini menampilkan berbagai aspek kepribadian dan tantangan yang dihadapi oleh tokoh utama, Sum, serta pesan-pesan sosial yang cukup tajam namun dikemas dengan humor.
Makna dan Pesan dari Lirik
Dalam lirik lagu ini, tersirat gambaran seorang yang dikenal sebagai "tukang ngelucu", yang mampu membuat orang lain tertawa termasuk Srimulat, sebuah grup lawak terkenal di Indonesia. Kepribadiannya yang humoris ini menjadi salah satu karakter khas dari Sum, sekaligus menyoroti bahwa seringkali orang yang humoris tidak selalu serius dalam aspek akademik maupun kedisiplinan.
Selanjutnya, lagu ini menyindir tren-tren yang sedang populer di kalangan generasi muda, seperti ikut-ikutan makan hamburger, namun dengan kekonyolan bahwa mereka tidak pernah membuat ham-tempe, sebuah permainan kata yang menggabungkan makanan Barat dan tradisional, menunjukkan ketidakseriusan dalam menjalani kebiasaan modern.
Di bagian lain, lirik menggambarkan karakter Sum yang tidak demokratis saat menjadi ketua kelas, sehingga teman-temannya melakukan demonstrasi. Ini menyiratkan pentingnya keadilan dan partisipasi dalam kepemimpinan dan kehidupan sekolah.
Ketidakpedulian terhadap masalah sekolah dan keengganan mendengarkan keluhan, namun tetap mengikuti keinginan kepala sekolah, menunjukkan adanya konstrain sosial di lingkungan pendidikan yang cenderung otoriter dan kurang memberi ruang untuk berpendapat.
Pesan Kritik Sosial dan Pendidikan
- Pengulangan dan Kebobrokan Proses Pembelajaran: Baris "Kelas satu, dua tahun / Kelas dua, dua tahun / Kelas tiga, dua tahun" menunjukkan gambaran lambatnya proses akademik yang bisa jadi kritik terhadap sistem pendidikan yang tidak efektif atau tidak memotivasi siswa untuk maju tepat waktu.
- Kegeniusan dan Kebodohan yang Kontras: Mungkin yang paling menarik adalah penggambaran tentang Sum yang "pintar silat lidah" namun "rada-rada goblok," menegaskan bahwa kecerdasan verbal tidak selalu mencerminkan kecerdasan umum atau kebijaksanaan.
- Pertanyaan dan Kritik Sosial: Lirik "Ini zaman sudah modern, tapi kamu jangan dong pakai otak kolonial" menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana perkembangan zaman dan pelestarian budaya nasional, serta kritik terhadap sikap yang terlalu bergantung pada warisan kolonial hingga kehilangan identitas asli.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, lagu "PR Si Sum" dari Slank adalah sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung kritikan sosial yang tajam tentang dunia pendidikan dan karakter generasi muda. Melalui humor dan ironi, lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan pentingnya pendidikan yang serius, keadilan dalam kepemimpinan, dan identitas budaya di tengah arus modernisasi. Pesan moral dan kritik sosial yang disampaikan dalam lagu ini relevan sebagai refleksi terhadap kondisi sosial dan pendidikan di Indonesia saat ini.











































