
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Berenang di tepi pantai
Banyak minyak, sampah dan kotoran
Aku nyebur menerjang ombak
Bikin lengket badan dan rambut
Makna lirik lagu ini menggambarkan pengalaman atau situasi di sebuah pantai yang tercemar ... tampilkan semua
Lepas kail tepi sungai
Airnya coklat dan berbusa
Tak ada ikan yang nyangkut
Malah bikin gatel kulit dan bau
Makna lirik lagu ini menggambarkan pengalaman yang tidak menyenangkan saat mencoba memanci... tampilkan semua
Lautku nggak biru, nggak biru lagi
Sungaiku nggak jernih, nggak jernih lagi
Alamku nggak bagus, nggak bagus lagi
Alamku nggak perawan, nggak perawan lagi
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kecewa dan sedih terhadap keadaan lingkungan y... tampilkan semua
Lereng dan pegunungan
Penuh lapangan golf dan villa
Nggak ada yang nahan air
Bikin banjir kota-kota
Makna lirik lagu ini menggambarkan kontras antara keindahan alam seperti lereng dan pegunu... tampilkan semua
Lihat hutan dari pesawat
Mana solusi Indonesia?
Imagiku hutan rimba
Yang ada botak dan tandus
Makna lirik lagu ini mencerminkan keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan di Indonesia,... tampilkan semua
Gunungku nggak hijau, nggak hijau lagi
Hutanku nggak lebat, nggak lebat lagi
Alamku nggak bagus, nggak bagus lagi
Alamku nggak perawan, nggak perawan lagi
Makna lirik lagu ini menggambarkan keprihatinan terhadap kerusakan dan perubahan lingkunga... tampilkan semua
Lyric lagu 'Nggak Perawan Lagi' karya Slank menghadirkan sebuah kritik tajam terhadap kondisi lingkungan dan persoalan sosial yang sedang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Melalui gambaran visual yang menggambarkan ketidakberesan di berbagai aspek ekosistem dan kehidupan manusia, lagu ini berhasil menyampaikan pesan yang mendalam dan mengajak pendengarnya untuk refleksi sekaligus aksi nyata.
Gambaran Kondisi Lingkungan yang Muram
Dalam liriknya, lagu ini menghadirkan gambar-gambar yang realistis dan menggetarkan tentang kerusakan yang terjadi di lingkungan sekitar. Dimulai dengan suasana berenang di tepi pantai yang tercemar minyak, sampah, dan kotoran, lagu ini secara simbolis menunjukkan betapa parahnya pencemaran yang melanda wilayah laut Indonesia. Gambaran ini tidak hanya sekadar visual, tetapi juga menyiratkan pengalaman langsung dari masyarakat yang terpapar dampaknya.
Perusakan Ekosistem Perairan
Selanjutnya, lagu menggambarkan keadaan sungai yang lepas dari kail, berair coklat berbusa, dan tidak lagi mampu menampung ikan. Kondisi ini mengindikasikan kerusakan ekosistem perairan yang sangat serius. Air yang bercampur bahan kimia dan sampah mengakibatkan bau tidak sedap dan gatal kulit, menjadi tanda bahwa kesehatan lingkungan sudah terganggu dan berbahaya bagi manusia maupun fauna laut.
Perubahan Warna dan Kejernihan Laut dan Sungai
Dalam penggambaran yang simbolis, lagu menyebutkan bahwa laut dan sungai tidak lagi biru dan jernih. Frasa "lautku nggak biru lagi" dan "sungaiku nggak jernih lagi" secara metaforis menyiratkan kerusakan yang telah mencapai titik kritis. Hal ini juga memperlihatkan bahwa kondisi alam Indonesia yang semula indah dan mempesona mulai terkikis dan terlupakan akibat perambahan manusia dan kerusakan ekologis.
Pembangunan Berlebihan dan Perusakan Hutan
Bagian lirik yang mengangkat tema pembangunan ini menyinggung dampak dari pembangunan infrastruktur yang tidak berkelanjutan. Lereng dan pegunungan yang seharusnya hijau dan lebat kini dipenuhi lapangan golf dan villa, menandai pergeseran fungsi dan konservasi alam. Ketidakmampuan menahan air menimbulkan banjir di kota-kota, sebuah realitas yang menunjukkan keserakahan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam tanpa memperhatikan keberlanjutan.
Pergeseran Fungsi dan Kondisi Hutan
Melalui gambaran melihat hutan dari pesawat yang kini menjadi botak dan tandus, lagu ini menyiratkan bahwa kerusakan ekosistem hutan telah mencapai tingkat kritis. Hutan yang seharusnya menjadi pengahmbat banjir, sumber oksigen, dan habitat berbagai satwa, kini kehilangan fungsi utamanya dan menjadi lanskap yang gersang dan tandus.
Simbol Kekecewaan dan Ajakan untuk Bertindak
Secara keseluruhan, lagu 'Nggak Perawan Lagi' menyiratkan suasana keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi alam yang semakin tidak perawan dan tidak murni lagi. Pengulangan frase "gak bagus lagi" dan "gak perawan lagi" menguatkan pesan bahwa alam Indonesia sedang mengalami kerusakan parah dan membutuhkan perhatian serius. Lagu ini bukan hanya sekadar kritik sosial, tetapi juga sebuah seruan agar masyarakat dan pemangku kepentingan dapat mengambil langkah nyata dalam pelestarian lingkungan.
Dengan lirik yang lugas dan metafora yang kuat, Slank berhasil menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam agar tetap perawan dan indah, bukan hanya sebagai warisan untuk generasi mendatang, tetapi sebagai tanggung jawab bersama. Lagu ini menjadi refleksi sekaligus peringatan bahwa kerusakan lingkungan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, dan perubahan harus segera dilakukan.











































